
"Yee.. Paman pelit!!" seru Malik.
"Papa memang pelit, kalau enggak pelit ngapain nggak belikan Rizki mainan yang banyak!" seru Rizki.
"Memangnya kamu mau dibelikan mainan satu toko." cibir Jonathan kepada putranya. ternyata jawaban Rizki adalah menganggukkan kepalanya, yang berarti dia memang benar-benar ingin membeli mainan satu toko.
"Dasar jadi pria kok sukanya boros." ucap Jonathan yang membuat putranya menangis histeris.
"Hua... huaaaaa..."Rizky benar-benar menangis karena dirinya tidak terima disebut Jonathan sebagai pria boros. sesaat kemudian terlihat Lia yang membawa begitu banyak peralatan untuk membawa barang-barang yang telah dia beli.
"Kau beli apa saja sayang?!" seru Jonathan kepada sang istri.
"Aku beli mainan, pakaian sama Entahlah Sayang aku lupa. soalnya aku main ambil aja." jawab Lia. tentu saja Jonathan langsung melangkahkan kakinya Ke tempat sang istri yang membawa begitu banyak belanjaan, Jonathan menghitung dalam hati. pria itu sangat terkejut saat hitungannya lebih dari 10 jari kaki dan 10 jari tangan.
"Memangnya apa saja yang kau beli, sayang? kau beli satu toko apa!" seru Jonathan.
"Kalau aku beli satu toko mungkin barang-barang ini tidak sedikit, kalau aku beli satu toko Mungkin aku akan membawa satu mobil box kontainer." jawab Lia yang kemudian meminta pelayannya untuk membawa barang belanjaan nya.
Jonathan benar-benar merasakan pusing kepala karena kejadian hari ini. sekitar 10 menit kemudian akhirnya Lia turun dari lantai dua ke tempat keberadaan si kembar dan putranya.
"Kalian lagi apa?" tanya Lia lagi.
__ADS_1
"Makan tante!" seru 4 bocah kembar.
"Mana yang namanya Yusuf!" seru Lia yang sudah memberikan hadiah untuk 4 keponakannya. Yusuf mengangkat tangannya, saat kemudian Malik, Emilia dan Syahila.
"Bagaimana, suka tidak?" tanya Lia kepada 4 anak Aisyah. keempat bocah itu menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian ternyata suara panggilan dari ponsel mereka berbunyi. tentu saja panggilan itu berasal dari orangtua mereka yang kebingungan karena mencari 4 anak kembar itu yang tiba-tiba hilang.
"Kenapa kalian bisa melarikan diri!" seru Aisyah yang menelpon keempat anaknya. sesaat kemudian terlihat Jonathan merampas ponsel yang ada di tangan Malik,
"Aisyah, anak-anak mu kabur ke rumahku cepat kau minta para sopir itu untuk membawa mereka kembali!" seru Jonathan.
Tentu saja Aisyah langsung meminta keempat bayi bocah kembar itu segera kembali ke sekolah, akhirnya anak-anak Aisyah sudah kembali karena supir sudah menunggu di luar rumah Jonathan. terlihat tatapan mereka menatap Jonathan dengan begitu kesal karena pria tua itu mengadukan kepada ibunya.
"Ayo dan cepat masuk, nanti kalau mama kalian tahu bisa bisa Mama kalian akan menghukum kalian!" seru sopir keempat bocah kembar itu.
"Kalau Paman Boim tidak mengatakan pada Mama kalian, bisa-bisa Paman Boim yang dipecat." jawab Boim kepada keempat majikan kecilnya. saat mereka berada di lampu merah jalan terlihat tatapan mereka menatap seorang pencuri yang mencuri dompet seorang wanita yang menaiki sepeda motor. tentu saja pencuri itu hendak melewati mobil si kembar, dengan segera Yusuf yang melihat hal itu langsung membuka pintunya dan membuat pencuri itu langsung terjatuh di aspal jalan.
Keempat bocah kembar itu langsung turun sembari memberikan pukulan dan serangan bertubi-tubi kepada ada seorang pria yang mencuri dompet milik pengguna jalan.
Bug..
Bug..
__ADS_1
Duk..
Keempat anak-anak itu benar-benar memukul dan menghajar pencuri itu dengan sangat brutalnya. Hal itu membuat sopir Boim yang melihatnya dia begitu terkejut. dengan segera si supir langsung meniup peluit yang diberikan oleh Aisyah kepada pria itu.
Pritttt....
Ketika mendengar suara peluit yang terdengar begitu nyaring, dengan segera si kembar langsung menaiki mobil. sedangkan seorang wanita yang melihat pencuri itu sudah terkapar, dia langsung berterima kasih kepada Boim karena telah membantunya. seorang polisi lalu lintas menangkap pria itu yang sudah terbujur di aspal jalan.
"Wah bosku benar-benar hebat." guman Boim dalam hati sambil menatap keempat bocah yang sudah duduk manis di dalam kursi mobil.
"Paman Baim cepat Nanti kalau telat Mama marah-marah!" seru Malik kepada Boim. tentu saja pemuda berusia 25 tahun itu langsung melajukan mobilnya menuju sekolah rumah sakit.
"Saat mereka baru turun dari mobil, terlihat tatapan mata Aisyah sudah menunggu keempat anak-anaknya. sedangkan 4 anak kembar itu langsung terdiam seketika saat melihat Mamanya sudah berada di luar gerbang sekolah.
"Lihat mama sudah ada di sana!" seru Boim.
Tatapan mata ke-4 anak kembar itu menatap Mamanya yang sudah berkacak pinggang di luar gerbang sekolah.
"Pasti kita akan jadi dendeng..." ucap Syahila kepada saudara-saudaranya.
"Kita tidak akan menjadi di dendeng, pasti kita akan jadi tempe penyet." jawab Yusuf yang membuat ketiga saudaranya menghela napasnya begitu kasar.
__ADS_1
Tentu saja ke 4 anak itu harus bersiap-siap dengan hukuman yang akan diberikan oleh Mama mereka.
** bersambung **