
2 bulan kemudian
Oh ya lupa, ini adalah nama keempat bayi kembar dari Aisyah dan Mahfud.
Malik Aditya Adiyaksa
Yusuf Aditya Adiyaksa
Emiliana Aditya Adiyaksa
Syahila Aditya Adiyaksa
Keempat bayi kembar yang kini sudah berusia 3 bulan itu mereka semuanya sangat menggemaskan. terkadang Mahfud dan Aisyah sering mengajak ke empat buah hatinya ke rumah sakit, karena pekerjaan yang tidak bisa mereka tinggalkan.
"Nyonya, dedek Malik Mau dikasih air susu apa dikasih ASI?" tanya seorang pengasuh anak-anak Aisyah dan Mahfud.
Alifah Dia adalah seorang gadis muda yang berusia 16 tahun, hidup sebatang kara meminta pekerjaan kepada Aisyah dan sang suami. orang tuanya meninggal dengan kondisi yang sangat mengenaskan, karena Aisyah dan Mahfud begitu kasihan dengan gadis itu akhirnya dia membiarkan gadis muda itu mengasuh anak-anaknya bersama satu pengasuh lagi yang sudah berusia matang.
Nirwana adalah salah satu pengasuh yang bekerja dengan Aisyah dan Mahfud seorang wanita yang berusia 25 tahun.
"Iya Sayang, sebentar ya lagi ya.. Lalu di mana Nirwana. Kenapa dia tidak ada disini?" tanya Aisyah kepada Alifah.
"Mbak Nirwana lagi membawa dedek Syahila dan dedek Emily." jawab Alifa.
"Oh ya, nanti ambil salah satu dot bayi yang ada di lemari es disini ya. setelah itu tolong dipanasin lalu dikasih sama Malik sama Yusuf kalau suda dingin." jawab Aisyah.
__ADS_1
Di tempat lain di Rumah sakit terlihat seorang wanita terus menggerutu tidak karuan.
"Ngapain juga sih aku harus menjadi babu di rumah wanita yang lebih muda dariku, Lihatlah bahkan wajahnya tidak terlalu cantik. lebih cantik wajahku!" ucap Nirmala yang terus bergumam tidak karuan saat dia membawa dua bayi kembar anak-anak dari Aisyah dan Mahfud.
"Bahkan Dokter Mahfud begitu tampan dan menawan, Kenapa juga dia harus menikah dengan wanita itu, Aisyah. dia begitu teliti Bahkan dia sering sekali menegurku hanya karena aku membawa anak-anaknya untuk tidur di kamarnya." ucap Nirwana yang tidak terima ditegur Aisyah beberapa hari yang lalu. karena menidurkan bayi mereka di kamar Aisyah dan Mahfud bersama dirinya.
Tentu saja Aisyah akan memiliki pemikiran yang jelek kepada seluruh wanita, karena sudah berapa kali wanita itu mendapatkan ujian yang begitu berat. dia tidak ingin ada wanita lain yang berani memasuki ruang pribadinya bersama sang suami.
"Oh ya Alifah, boleh tidak Mbak Aisyah tanya sesuatu?" tanya Aisyah kepada Alifah.
"Iya Mbak." Jawab Alifah.
"Oh ya, kalau anak-anak Mbak ada di rumah apa saja yang dilakukan Nirwana di rumah Mbak?" tanya Aisyah kepada Alifah. gadis muda itu tidak berani menjawab pertanyaan dari Aisyah, karena Nirwana sering sekali mengancam Alifah dengan ancaman akan membuat khalifah di pecat dari pekerjaan itu.
Alifa diam saja dia tidak menjawab pertanyaan dari Aisyah.
"Sebenarnya Mbak Aisyah, sering sekali aku bilang kepada mbak Nirwana untuk tidak masuk ke kamar Mbak Aisyah. namun dia sering sekali mengancam, kalau dia akan membuatku keluar dari pekerjaan ini." jawab Alifa.
"Memangnya ada apa?" tanya Aisyah kepada Alifah.
"Mbak Nirwana sering sekali mengambil salah satu pakaian Mas Mahfud dan mencium pakaian itu, Mbak." Jawab Alifah.
Tentu saja Kikan dan Aisyah sangat terkejut, sudah 2 bulan ini mereka berdua telah bekerja di tempat Aisyah namun mereka baru menyadari kalau Nirwana mempunyai kelakuan yang sangat aneh.
"Benar-benar itu wanita, Dia mempunyai pikiran ingin merampas Mahfud dari-mu!" seru Kikan yang begitu marah.
"Jangan berpikiran seperti itu dulu mbak, Kita harus mencari tahu kebenarannya dulu..." jawab Aisyah.
"Kebenaran apa? kau dengar sendiri kan apa kata Alifah. wanita itu berani sekali dia mengganggumu, dia tidak ingin hidup lama apa !!" seru Kikan yang sudah murkah.
__ADS_1
Terlihat kepalanya sudah merasakan tekanan karena mendengar pernyataan dari Alifah.
"Dengar Alifah, jika kamu berbohong maka kau sendiri akan tahu kan akibatnya." jawab Aisyah.
"Iya mbak, Alifa tidak akan berani berbohong sama Mbak Aisyah. karena Mbak Aisyah sudah membantu Alifa untuk melunasi hutang-hutang ibunda Alifah yang ada di rumah sakit ini." jawab Aisyah.
"Lalu kenapa kau tidak mengatakannya pada Aisyah?" tanya Kikan.
"Alifah Nggak berani Mbak, bahkan wanita itu pernah memukul Alifah hingga Alifah terluka." jawab Alifah.
"Apakah waktu kau terluka di kepalamu itu?" tanya Aisyah. Alifah menganggukkan kepalanya, lalu Mengapa kau tidak bilang sama mbak." Jawab Aisyah.
"Alifah bener-bener takut mbak-mbak. Nirwana bilang kalau Alifa mengadu sama Mbak Aisyah dedek Malik sama dedek Yusuf akan dicelakai sama Mbak Nirwana." jawab Alifah.
Aisyah benar-benar sangat terkejut, bahkan wanita itu berani menggunakan kedua putranya untuk mengancam Alifah.
"Ya sudah kalau begitu, aku akan memasang CCTV di beberapa tempat yang ada di rumah." ucap Aisyah.
Alifah menganggukkan kepalanya, karena dia tahu kalau Nirwana mempunyai lihat yang jahat kepada Dokter Mahfud. mungkin saja wanita itu ingin menjadi istri dokter Yusuf dan menggantikan Aisyah.
"Kalau begitu akan ku ajak wanita itu jalan-jalan ke rumah Papa Syah yang ada di Batam aja." ucap Kikan.
"Nggak kejauhan ya Mbak?" tanya Aisyah.
"Udah kamu diam aja, pokoknya CCTV itu harus terpasang di seluruh rumahmu." jawab Kikan.
Akhirnya hari itu Kikan dan Aisyah sudah merencanakan untuk mengetahui seluruh kelakuan Nirwana di rumahnya.
** bersambung **
__ADS_1