
Di sebuah tempat, di suatu desa yang begitu terpencil. sepasang suami istri menemukan seorang pria yang terkapar tidak berdaya, Beberapa bulan yang lalu setiap hari sepasang suami istri itu merawat pria itu dengan begitu tulus. tidak ada penyesalan atau perasaan apapun, namun yang terlihat sepasang suami istri yang tidak mempunyai anak itu benar-benar hatinya merasakan perasaan yang begitu pilu saat mereka menemukan seorang pria dengan kondisi yang begitu mengenaskan. kondisinya benar-benar mengenaskan, tubuh yang penuh luka, sebagian tubuhnya mengalami luka bakar bahkan wajahnya pun sedikit rusak.
Bu Maryati dan Pak Ruslan adalah sepasang suami istri yang menemukan Mahfud Beberapa bulan yang lalu, mereka berdua mengira kalau pria yang terapung di sungai itu telah meninggal, ternyata saat mereka berdua mengambil pria yang ada di sungai itu masih hidup, sebuah keajaiban memang masih ada untuk Mahfud.
"Pak, Bagaimana keadaan anak kita?" tanya Bu Maryati kepada Pak Ruslan.
"Dia sudah baik bu, tapi kau tahu sendiri kan kalau dia masih blm bisa berbicara, dia masih sakit kakinya. wajahnya pun penuh luka." jawab Pak Ruslan.
"Tapi dia sudah baikan kan, Pak?" tanya Bu Maryati.
"Sudah Bu, Jangan khawatir..anakmu itu sudah baik-baik saja." Jawab Pak Ruslan.
"Ya udah kalau gitu, Ibu mau ambilin dia makan Pak!" seru Bu Maryati yang kemudian membawakan makanan kepada seorang pria yang berada di kebun belakang rumah mereka
"Cah ganteng sini Ibu suapi!" seru Bu Maryati yang kemudian menyuapi Mahfud.
__ADS_1
Bu Maryati dan Pak Ruslan memberi nama Mahfud menjadi dengan nama Dony.
"Duh cah ganteng anak Ibu, udah baikan kan.. sini Ibu suapin." ucap Bu Maryati yang menyuapi Mahfud. namun pria itu mencegah bu Maryati untuk menyuapinya, dengan gerakan tangan. Mahfud menggelengkan kepalanya dan meminta makan sendiri, salah satu tangan Mahfud mengalami luka bakar yang begitu hebat. sehingga membuat salah satu tangan itu harus terus mendapatkan pengobatan secara berkala.
Mahfud memberikan isyarat tangan, dia ingin makan sendiri.
"Kau kan belum bisa menggerakkan tangan kananmu, jadi biar ibu yang nyuapin kamu." ucap Bu Maryati yang kemudian menyodorkan sendok ke mulut Mahfud. betapa hancur hati Mahfud, dia tidak bisa berbicara dan kondisinya begitu mengenaskan, ingin sekali pria itu kembali kepada istrinya. namun dia merasa malu, dia takut istrinya tidak akan bisa menerima kondisinya yang begitu memprihatinkan. Bahkan wajahnya bisa dibilang cacat karena kecelakaan itu.
"Apakah Kau mempunyai keluarga?" tanya Bu Maryati. Mahfud menganggukkan kepalanya.
"Apakah kamu mempunyai Ibu?" tanya Bu Maryati. Mahfud menggelengkan kepalanya.
"Apakah waktu kau mengalami kecelakaan kau bersama istrimu?" tanya Bu Maryati. Mahfud menganggukkan kepalanya lagi. ingin sekali pria itu segera kembali ke Jakarta dan menemui istrinya. pasti Aisyah benar-benar begitu khawatir kepadanya, namun setelah melihat kondisi dirinya sendiri di cermin Mahfud langsung mengurungkan niatnya untuk kembali bersama keluarganya.
"Betapa hancur hati Mahfud saat melihat kondisi wajah dan tubuhnya sendiri,
__ADS_1
"Ingin sekali aku kembali kepada istri dan anakku, namun aku tidak akan mungkin kembali dalam kondisi seperti ini." ucap Mahfud dalam hati.
"Kau Kenapa?" tanya Bu Mariati kepada Mahfud. pria itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Apakah kau merindukan keluargamu?" tanya Bu Maryati. Mahfud menganggukkan kepalanya, "Lalu Siapa nama istrimu dan Di mana alamatnya?" tanya Bu Maryati. sering sekali wanita itu mencari tahu mengenai Mahfud, siapa namanya Dimana tempat tinggalnya. karena pasti keluarganya sedang mencari pria itu, Mahfud tidak ingin keluarganya mengetahui kondisinya yang sekarang. kondisi yang begitu memprihatinkan bahkan begitu mengenaskan.
"Apakah kau malu kembali kepada keluargamu dengan kondisi seperti ini?" tanya Bu Maryati.
Mahfud kembali menganggukkan kepalanya.
"Kenapa kau malu?" tanya Bu Maryati. terlihat pria itu tidak menjawab pertanyaan Bu Maryati kembali, karena dia benar-benar syok dengan kondisinya sendiri.
"Apakah kau takut keluargamu tidak menerima kondisimu?" tanya Bu Maryati. Mahfud menggelengkan kepalanya. dia benar-benar takut jika keluarganya menolak kondisinya seperti itu, padahal pria itu lupa kalau Dokter Syah adalah orang kaya, bahkan Mahfud sendiri adalah pria kaya yang bisa memakai hartanya untuk melakukan operasi plastik. entah ke mana pemikiran Mahfud. Apakah pria itu lupa kalau dirinya kaya atau dia ingin melakukan sesuatu, Entahlah tapi pemikiran Mahfud benar-benar sangat pendek Karena dia tidak berfikir Bagaimana kondisi anak dan istrinya saat ini
"Dengarkan ibu nak, jika kau sudah mengenal dengan baik Bagaimana sifat istrimu... seharusnya kau memberi tahu istrimu, Jika dia benar-benar mencintaimu dengan tulus maka dia akan menerimamu Bagaimana kondisimu sekarang. Jika benar-benar dia tidak mencintaimu, maka dia tidak akan memperjuangkan dirimu. yang aku dengar beberapa orang selalu mencari tahu mengenai kecelakaan itu, kami berdua tidak tahu apakah dia adalah keluargamu atau pihak kepolisian. tapi kami yakin kalau istrimu adalah wanita yang baik, lalu Mengapa kau tidak ingin memberitahukan kalau kau masih hidup?" tanya Bu Maryati kepada Mahfud.
__ADS_1
Mahfud begitu tersentak dengan kata-kata wanita tua yang telah menyelamatkannya, Mahfud mengulur kembali ingatannya ketika dia harus berpisah dengan sang istri, waktu dia ke Amerika melakukan pencangkokan jantung. dengan sabar dan begitu setia wanita itu menunggu suaminya, Bahkan dia rela menahan semua rindu untuk dirinya. lalu Mengapa sekarang Mahfud tidak percaya kalau Aisyah akan menerima segala kekurangannya.
** bersambung **