
Deg...
Aisyah begitu terkejut, seorang wanita yang baru tadi pagi terlihat di foto yang dikirimkan oleh seseorang. terlihat Jonathan begitu bahagia saat melihat wanita yang begitu dia tunggu telah berada di depannya.
Pelukannya begitu erat, tanpa menatap orang di sekelilingnya. Aisyah terluka, Gadis itu merasakan sakit hati kembali.
Langkah kaki Aisyah langsung keluar dari pintu kantor Jonathan, air matanya tiba-tiba menetes saat dia melihat pria yang dicintainya itu memeluk seorang wanita dengan begitu hangatnya, pelukan kerinduan dan cinta yang begitu dalam.
"Ternyata wanita itu benar-benar istri dari Mas Nathan, ternyata pria itu hanya mempermainkan ku selama ini." ucap Aisyah sembari menghela nafasnya. air matanya terus menetes, langkah kakinya terus berjalan hingga sampai di kantor Kikan.
"Ada apa?" tanya Kikan yang begitu terkejut. saat melihat Aisyah memasuki kantornya sembari menangis, Aisyah berlari kedalam pelukan Kikan. Gadis itu meneteskan air matanya.
"Ada apa, Aisyah?" tanya Kikan yang sangat terkejut dan juga takut.
Aisyah berlari kedalam pelukan Kikan, Gadis itu menangis sembari sesenggukan.
"Ternyata mas Nathan membohongiku, Mbak." ucap Aisyah.
"Membohongi Bagaimana?" tanya Kikan.
"Mas Nathan sudah mempunyai istri, Mbak
" ucap Aisyah yang menangis di dalam pelukan Kikan.
Wanita itu sangat terkejut, saat Aisyah mengatakan hal itu.
"Dari mana kau tahu?" tanya Kikan.
"Wanita itu sedang berada di kantor Mas Nathan, Mbak." Jawab Aisyah.
Marah.. itu adalah ekspresi yang ditunjukkan oleh Kikan saat mendengar jawaban dari Aisyah.
"Di kantor ini?" tanya Kikan.
Aisyah menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian wanita itu langsung melepaskan pelukan Aisyah dan berlari menuju kantor Jonathan.
Brakkk..
__ADS_1
Kikan membuka pintu kantor Jonathan dengan sangat kasarnya, terlihat di sana Jonathan duduk sambil memeluk sang istri yang berada di dekapan nya.
"Jonathan, apa yang kau lakukan!" seru Kikan yang tidak terima.
Terlihat tatapan mata Jonathan menatap sahabatnya itu, dia lupa kalau tadi dia bersama Aisyah. hatinya merana pikirannya kacau Antara Cinta dan istri yang begitu dia rindukan.
"Kikan." ucap Jonathan.
"Apa yang dilakukan wanita murahan ini disini!" seru Kikan yang begitu marah saat mengetahui Shamila kembali ke dalam kehidupan Jonathan.
"Kikan hentikan ucapanmu itu!" seru Jonathan yang marah saat sahabatnya itu menghina sang istri.
"Lihatlah temanmu itu, dia terus saja menghinaku dan Lihatlah.. dia selalu tidak menyukaiku semenjak kita bersama." ucap Shamila dengan nada yang begitu melas.
"Baru saja kau mengatakan cinta pada gadis Malang itu, namun sekarang.. Lihatlah kau dengan mudahnya kembali ke pelukan wanita murahan ini!" seru Kikan.
Deg...
Jonathan benar-benar lupa kalau dia telah meminta Aisyah untuk mengarungi rumah tangga bersamanya. janji setia dan akan hidup bersama, Jonathan tiba-tiba lupa dengan semua itu. hatinya tiba-tiba sangat tersentak saat dua pilihan sudah berada di depannya.
Seorang gadis yang telah memberi kehidupan padanya, dan yang satunya wanita yang begitu dia inginkan kembali ke dalam pelukannya.
Plak..
Satu tamparan telah melayang di pipi Jonathan dari Kikan, wanita itu begitu marah saat melihat Shamila terus saja bermanja-manja di pangkuan sahabatnya sembari memeluk erat Jonathan.
"Aku benar-benar kecewa padamu, Jonathan!" seru Kikan yang kemudian pergi meninggalkan Jonathan. Sesaat kemudian Jonathan meminta Shamila untuk menunggunya.
"Tunggulah di sini, aku akan menyelesaikan sesuatu." ucap Jonathan yang kemudian berlari menyusul Kikan yang berada di kantornya. terlihat disana Aisyah telah menangis, air matanya terus keluar hingga membuat matanya sembab.
Deg...
Langkah kaki Jonathan tiba-tiba terhenti, saat dia melihat Aisyah menangis.
"Maafkan aku." ucap Jonathan yang berada di depan Aisyah.
"Lalu, apakah kata-kata Mas Nathan yang kemarin adalah bohong. dan kau hanya ingin mempermainkan ku saja?" tanya Aisyah.
__ADS_1
"Lebih baik kau pergi dari sini, Jonathan!" seru Kikan.
"Aisyah Maafkan aku..." ucap Jonathan kembali.
"Lalu, aku mau tanya.. kau memilih Aisyah atau memilih wanita murahan itu!" seru Kikan yang berada di depan Aisyah.
Brakkk.
"Apa yang kau katakan, dia ini suamiku dan kami masih sah sebagai suami istri. lancang nya kau meminta suamiku untuk menjadi suamimu!" seru Shamila yang berada di belakang tubuh Jonathan dan memeluk pria itu.
Jonathan tidak bisa berkutik, hatinya seolah terbagi dua antara wanita yang dia cintai dan istri yang begitu dia inginkan.
"Cepat katakan Jonathan, Siapa yang kau pilih!" seru Kikan.
"Maafkan aku, Aisyah." ucap Jonathan kembali yang tidak berani menatap mata Aisyah.
Tentu saja Aisyah merasakan sakit hati kembali, janji bohong yang diungkapkan oleh Jonathan ternyata melukai Gadis itu kembali.
"Sudahlah, mbak. kita tidak usah bertanya lagi, Mas Nathan telah membuat keputusan dan aku tidak bisa memaksanya untuk memilih Ku." ucap Aisyah sembari memalingkan wajahnya dan tidak ingin menatap wajah Jonathan.
Pria itu terkejut, hatinya tiba-tiba sakit saat Aisyah menolak untuk menatapnya. ingin sekali Jonathan meraih Aisyah, namun Shamil langsung menarik Jonathan untuk keluar dari kantor Kikan.
"Aku ingin libur Untuk berapa hari Mbak, biarkan aku pergi ke suatu tempat untuk menenangkan hatiku." ucap Aisyah. Kikan mengangguk lalu memeluk gadis itu.
"Maafkan Mbak ya." ucap Kikan.
Beberapa hari ini Aisyah tidak masuk kantor, Gadis itu ingin memenangkan Hatinya. sudah dua kali dirinya tersakiti, Entah berapa lama kehidupan ini harus dijalani.
Hingga suatu ketika Aisyah mengalami kecelakaan.
"Lebih baik kita bawa dia pergi dari tempat ini!" seru Firdaus kepada sang istri.
Jonathan sedikit kebingungan saat dirinya tidak mendapat kabar dari Aisyah. sudah satu minggu ini Gadis itu tidak masuk kantor, bahkan Kikan pun tidak menjawab saat Jonathan bertanya mengenai Aisyah.
"Kau jangan lagi mengusik kehidupan gadis itu, uruslah wanita murahan itu dan jangan pernah kau mencari keberadaan Aisyah!" seru Kikan yang kemudian mendorong tubuh Jonathan dan meninggalkan perusahaan itu.
Deg..
__ADS_1
Jonathan meraba dadanya, Entah mengapa hatinya begitu sakit saat Kikan mengatakan kalau dia tidak boleh mencari keberadaan Aisyah.
** bersambung **