
Setiap hari Syahila dan Emilia terus mendapat hadiah dari seseorang.
"Syahila, nanti anterin aku jalan-jalan sama beli sesuatu yuk!" seru Emilia.
"Memangnya kau mau beli apa?" tanya Syahila.
"Aku mau beli buku sama beberapa keperluan buat butik." jawab Emilia.
"Ya udah kalau gitu, aku juga nanti mau memesan beberapa makanan dah bahan pokok untuk restoran." jawab Syahila yang kemudian mengajak saudaranya untuk pergi dari tempat itu.
"Oh ya bagaimana dengan hadiah-hadiah yang kau terima kemarin, Apakah salah satu hadiah itu ada yang begitu mirip punyaku?" tanya Syahila kepada Emilia.
"Memangnya ada apa?" tanya Emilia.
"Aku selalu memegang kata-kata yang diucapkan oleh Mama sama Papa, aku takut ada seseorang yang bakal akan membuat keluarga kita tercerai-berai. kau tahu sendiri kan seperti apa orang-orang yang begitu tidak menyukai kebahagiaan Mama dan Papa." jawab Syahila. Emilia menganggukkan kepalanya, gadis muda itu juga tidak berani melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan orangtuanya.
__ADS_1
"Oh ya, nanti kita buka sama-sama kadonya. aku yakin pasti salah satu kado dari seseorang itu memiliki kesamaan karena kau tahu sendiri kan semenjak beberapa minggu yang lalu kita selalu diteror oleh orang yang yang tidak kita kenal. dia memberikan kita beberapa hadiah yang begitu mirip, Karena dia yakin kalau kita tidak akan mengetahuinya." jawab Syahila.
"Apakah kau masih bertemu dengan Putra salah satu pejabat itu?" tanya Emilia.
"Memangnya kenapa?" tanya Syahila.
"Karena beberapa hari yang lalu aku mendapatkan sebuah surat cinta darinya, yang parahnya lagi.. ternyata salah satu surat cinta itu malah dia tunjukan untukmu tapi di kirim pada waktu yang sama." jawab Syahila.
"Apakah kau yakin?" tanya Emilia.
"Karena itu aku memberikannya waktu itu, aku takut pria itu mempunyai niat jelek untuk membuat kita saling bertengkar hanya untuk mendapatkan kepercayaan dari seorang pria." ucap Syahila.
Memang bisa dibilang Emilia dan Syahila adalah saudara kembar yang kompak, saat mereka menerima hadiah pun mereka takut kalau hadiah itu dari orang yang sama. jika mereka melakukan hal itu berarti pria itu mempunyai suatu niatan jelek kepada dirinya dan saudara kembarnya.
Syahila dan Emilia mempunyai tipe pria yang sangat berbeda. Syahila yang sangat keras.. sangat menyukai seorang pria yang sangat romantis, sedangkan Emilia wanita itu lebih menyukai tipe pria yang cool, macho dan bisa ilmu beladiri. tidak peduli dia kaya atau miskin namun bagi anak-anak Aisyah adalah Cinta Dan perjuangan yang paling utama.
__ADS_1
"Nanti kita ajak Mama sama Papa jalan-jalan yuk ke salah satu pusat perbelanjaan, karena sudah lama aku tidak pernah jalan-jalan bersama orang tua kita!!" seru Syahila.
"Jangan lupakan Raditya, kalau dia ditinggal bisa-bisa pria itu akan mengobrak-abrik kamar kita." jawab Emilia.
"Tentu saja, walaupun bagaimanapun dia bocah kecil yang selalu membantu kita saat kita mengerjakan tugas.." jawab Syahila yang membuat Emilia yang mengangguk. tak berselang lama akhirnya butik dan restoran yang mereka kelola harus mereka tutup. karena malam ini sudah terlalu larut.
Aisyah sungguh sangat bersyukur karena butik yang dikelola anak-anaknya benar-benar sangat ramai hari ini, Mahfud datang ke restoran dan butik untuk menjemput istri dan anak-anaknya. sedangkan kedua Putra Aisyah dan Mahfud hari ini mereka sedang melakukan rapat di suatu tempat.
"Di mana Yusuf dan Malik Papa?!" seru Emilia.
"Mereka masih lembur, karena beberapa pekerjaan mereka menuntut mereka untuk melakukan semua itu." jawab Mahfud.
"Papa hari ini tidak ke rumah sakit?" tanya Syahila.
"Papa hari ini tidak ke rumah sakit, kalian tahu sendiri kan massa tua Papa ingin Papa habiskan bersama dengan Mama. lagi pula Mama selalu merengek ingin di tunggui Papa." jawab Mahfud yang membuat Aisyah langsung memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"Papamu ini selalu saja mencari alasan untuk selalu dekat sama Mama, lihat saja Bahkan tadi pagi Papa sengaja memberikan Mama sebuah cincin katanya hadiah pernikahan." jawab Aisyah yang membuat Emilia dan Syahila tersenyum.
** bersambung **