
"Tolong-tolong!" Aisyah terus berteriak. mencoba mencari pertolongan karena Iqbal terus saja mencoba untuk melecehkan dirinya.
"Apa yang kau lakukan!" seru Aisyah kepada Iqbal.
"kan ku buat kau menjadi wanita yang paling hina!" seru Iqbal.
"Tolong, jangan lakukan ini." ucap Aisya.
"Aku telah membayar mu dengan uang yang begitu banyak.
"Mengapa aku tidak boleh menjamahmu sama sekali." Iqbal terus mencoba menarik tubuh Aisyah dan menyentuhnya. Aisyah terus memberontak, Gadis itu tidak mau kehidupannya hancur karena ulah Iqbal.
Brakk...
Prang..
Aisyah terus melempar semua benda yang ada di kamar yang dia tempati, gelas, piring atau sesuatu. Gadis itu mencoba untuk melarikan diri dari Iqbal.
"Coba saja kalau kau bisa melarikan diri!" seru Iqbal.
"Kau benar-benar pria brengsek!" seru Aisyah. Iqbaal tersenyum kepada Aisyah.
"Wanita itu menatap pria yang telah membuatnya terjerumus ke dalam perjanjian terkutuk itu.
"Kemarilah, aku telah membayar mu. tidak mungkin kan aku akan membiarkanmu pergi tanpa menyentuh mu sama sekali." ucap Iqbal.
"Kau benar-benar pria yang tidak mempunyai perasaan, Aku bersumpah aku akan membalas semua perlakuanmu ini!" seru Aisyah yang kemudian menemukan sesuatu dan memukulkan ke tubuh Iqbal. namun itu semuanya sia-sia, karena Iqbal tidak terluka sama sekali.
Terlihat di tempat lain Jonathan pikirannya mulai kacau. entah mengapa Aisyah selalu memenuhi otaknya, di tengah perjalanan akhirnya pria itu kembali. dia tidak jadi melanjutkan perjalanan untuk menemui salah satu temannya.
"Kenapa aku terus memikirkan gadis itu." ucap Jonathan yang kemudian memutar laju mobilnya untuk kembali ke rumahnya. pikiran Jonathan terus dipenuhi oleh Aisyah. entah apa yang terjadi, namun dia takut sesuatu akan menimpa gadis Malang itu.
Kita kembali kepada Aisyah dan Iqbal. terlihat di kamar itu sudah berantakan, Aisyah terus memberontak saat Iqbaal mencoba untuk menyentuhnya. gadis itu berteriak dengan suara yang sekeras mungkin, namun semuanya sia-sia karena Iqbal telah mengunci pintu kamar Aisyah. para pelayan yang mendengar hal itu pun mereka mencoba menolong, namun.. semuanya sia-sia.
Tak lama kemudian Jonathan telah kembali, terlihat pria itu sangat kebingungan. dia berlari memasuki rumahnya.
"Tuan, Tuan, tolong Nona Aisah!" seru salah satu pembantu yang ada di rumah Jonathan.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Jonathan.
"Tuan Iqbal melakukan sesuatu pada Nona Aisyah!" seru para pembantu. Dengan segera Jonathan langsung berlari ke ruangan Aisyah terlihat kamar itu dikunci.
Brakkk..
Brakkk..
Brakkk..
Jonathan mencoba untuk mendobrak pintu kamar Aisyah.
"Tolong-tolong!" seru Aisyahdari dalam kamarnya. Jonathan sangat terkejut.
"Cepat carikan aku sesuatu untuk mencongkel pintu ini!" seru Jonathan. beberapa pelayan wanita langsung mencari alat untuk mencongkel pintu kamar Aisyah, Jonathan terus berusaha.
Sedangkan Aisyah yang berada di dalam kamar itu, dia terus memberontak. bajunya sudah tidak peraturan lagi, kaosnya sudah disobek oleh Iqbal dan pria itu berusaha mencumbu Aisyah.
Brakkk...
1 tendangan dari Jonathan dan para pelayan membuat pintu itu sudah terbuka. betapa miris.. terlihat di dalam kamar itu Iqbal hendak melakukan sesuatu kepada Aisyah.
"Bawa Nona Aisyah!" seru Jonathan. yang terlebih dahulu menutupi tubuh Aisyah yang hampir telanjang dengan selimut yang ada di kasurnya.
Para pelayan membawa Aisyah keluar dari kamar itu. Gadis itu menangis dengan tubuh yang yang terlihat sudah dingin, wajahnya pucat air matanya terus menetes.
Plakk
Bukk..
Bukk..
Jonathan menampar wajah Iqbal, kemudian memberikan pukulan kepada keponakannya itu. pria itu begitu marah tidak pernah terlihat Jonathan semara itu. pria itu terus memberikan pukulan kepada Iqbal, terlihat Iqbal ingin menangkis pukulan pamannya.
Namun sayang Jonathan lebih pandai dalam hal beladiri ataupun dalam hal kejam.
"Aku tidak pernah mengira kelakuanmu sehina ini, Iqbal!" seru Jonathan yang terus memukul tubuh keponakannya.
__ADS_1
"Hubungi polisi!" seru Jonathan kepada para pelayannya. Iqbal sungguh terkejut saat pamannya mengatakan sebuah kata yang begitu dia benci.
"Jangan pernah memanggil polisi Paman!" seru Iqbal.
"Akan ku penjarakan kau, karena kau mencoba untuk memperkosa gadis itu!" seru Jonathan.
"Aku adalah suaminya dan aku berhak untuk menyentuhnya!" seru Iqbal.
"Aku baru tahu, kalau kau tidak menikahinya secara agama dan negara. Karena Kau Hanya menipu Gadis itu!" seru Jonathan yang kemudian melempar tubuh Iqbal hingga membentur ke dinding.
"Aku benar-benar tidak ingin melihat wajahmu yang berengsek itu!" seru Jonathan yang kemudian menarik paksa tubuh Iqbal yang tidak memakai pakaian
"Akan kubuat kau mendekam di penjara seumur hidupmu!" seru Jonathan.
"Aku tak akan membiarkan Paman melakukan hal itu!" seru Iqbal yang kemudian mencoba untuk mendorong tubuh pamannya itu.
"Iqbal, mau kemana kau!" seru Jonathan terlihat Iqbal memasuki kamarnya dan mengunci pintu kamar itu.
Brakkk..
Brakkk..
Jonathan terus mencoba mendobrak pintu kamar Iqbal.
"Iqbal!" seru Jonathan.
"Apakah Paman tidak sakit hati saat istriku dibunuh oleh wanita itu!" seru Jonathan.
"Mengapa aku harus membenci Gadis itu?!" jawab Jonathan.
"Apakah Paman sudah tidak mencintai bekas kekasih Paman itu?!" seru Jonathan kembali.
"aku tidak perduli!" jawab Jonathan.
Karmila sebenarnya adalah kekasih Jonathan, namun cinta yang dipupuk selama 3 tahun itu tidak membuat Karmila menjadi wanita yang setia. ketika dia bertemu dengan Iqbal.. ternyata Karmila lebih memilih untuk bersama dengan Iqbal daripada Jonathan.
Jonathan melepaskan Karmila untuk keponakannya, karena pria itu tidak ingin keluarganya pecah hanya karena seorang wanita.
__ADS_1
"Keluar Kau Iqbal!" seru Jonathan. tidak ada suara dari kamar itu, sesaat kemudian salah satu pelayan memberikan kunci kepada Jonathan.
** bersambung **