MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Aku bukanlah Aisyah yang dulu


__ADS_3


Mahfud dan Firdaus menunggu orang-orang yang ada di Villa tersebut.


Mahfud dan Firdaus, kedua pria itu ingin memberikan pelajaran kepada Iqbal pria brengsek yang sudah menghancurkan mimpi Aisyah dan mencoba untuk menodainya. sekitar 60 menit kemudian akhirnya semua orang itu telah bangun.


"Ada apa ini?" tanya salah satu kru pemotretan yang melihat Aisyah sudah bersama dengan 2 pria yang ada di ruang tamu. Terlihat tatapan pria itu sangat terkejut ketika melihat seorang pria yang hanya memakai ****** ***** saja.


Tak lama kemudian para model dan kru pemotretan yang lain sudah turun semua, mereka sama-sama terkejut saat melihat pemandangan seorang pria yang hanya memakai ****** ***** saja dan dengan posisi tubuh terikat.


"Siapa dia?" tanya Ririn kepada Aisyah.


Tatapan mata Aisyah menatap Iqbal yang ada di depannya, Wanita itu sudah sepenuhnya sadar. matanya sudah seperti sedia kala, langkah kaki Aisyah berjalan menghampiri Iqbaal. wanita itu membungluk sembari menjambak rambut Iqbal dengan sangat keras.


"Apakah selama ini kau masih belum puas dan terus-menerus ingin menghancurkan ku, Memangnya apa kesalahanku dan Apa dosa yang kulakukan padamu!" seru Aisyah. orang-orang yang ada di sana begitu terkejut saat mendengar suara Aisyah yang begitu keras.


"Apakah masih kurang luka yang kau berikan padaku? Apakah masih kurang Kau menyiksaku hingga sekarang Kau ingin menodai ku!" seru Aisyah dengan sangat lantang. orang-orang yang ada di sana semua nampak terkejut, seorang pria yang hanya memakai pakaian dalam saja sudah berada di sana.


"Apa yang telah dilakukan pria itu?!" tanya Ririn.

__ADS_1


"Dia mencoba untuk menodai Aisyah." jawab Kikan.


Para model yang ada di sana semua sangat terkejut, tatapan mata mereka menatap Iqbal yang sudah diikat oleh Firdaus dan Mahfud.


"Kalian Jangan mendekat, biarkan Aisyah menyelesaikan permasalahannya dengan pria itu." minta Kikan kepada orang-orang yang ada disana. tatapan mereka menatap Aisyah, terlihat Wanita itu sudah meneteskan air matanya.


"Aku tidak akan pernah menjadi wanita yang lemah lagi, jika kau terus-menerus ingin menyiksaku.. Maka jangan salahkan aku jika Hari ini aku akan menyiksamu. seorang pria yang tidak bertanggung jawab, seorang pria laknat, seorang pria brengsek. kau benar-benar iblis!" seru Aisyah yang begitu marah.


Sudah berapa bulan lamanya Aisyah harus menanggung siksaan dari Iqbal, saat dulu dia dinikahi secara kontrak. Namun ternyata pernikahan itu adalah pernikahan palsu yang hanya ingin menjebak Aisyah untuk mendonorkan ginjalnya kepada Karmila.


"Aku terus menerima siksaan sewaktu kau mengatakan telah menikahiku, aku harus mendonorkan ginjal ku dan aku harus menjadi di pendonor darah untuk istrimu. aku selalu diam karena kau menekan ku dengan semua hutang-hutang orang tuaku. Aku bertahan dengan semua siksaan mu, kau tidak ada ubahnya dengan seekor hewan yang begitu menjijikkan!" seru Aisyah yang kemudian melayangkan satu tendangan kepada Iqbal. wanita itu benar-benar marah, trauma yang dulu membuatnya seperti mayat hidup kini terasa masa lalu itu kembali terulang.


"Takkan kubiarkan kau membuatku menjadi bahan pelampiasanmu. Lihatlah.. Kau akan tahu bagaimana Aisyah yang sekarang Aisyah yang dulu sudah mati, kalian telah membunuhku secara perlahan-lahan!" seru Aisyah.


Plakk..


Plakk..


Tamparan dan pukulan terus dilayangkan oleh Aisyah kepada Iqbal, pria itu tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun antara malu dan menyesal sudah menjadi satu.

__ADS_1


"Lihatlah, aku adalah Aisyah yang baru. aku bukanlah Aisyah yang dulu mudah disakiti oleh orang, aku bukanlah Aisyah yang akan selalu diam saat seseorang melukai ku?" seru Aisyah. malam itu Aisyah seperti seorang wanita yang kesetanan. dia terus melayangkan pukulan dan tendangan hingga menghantamkan salah satu pot yang ada di sana ke tubuh Iqbal.


Prangg...


Salah satu pot telah dipukul kan Aisyah ke punggung Iqbal, pria itu meronta wajahnya menunjukkan rasa sakit yang begitu hebat.


"Maafkan Aku.." 2 kata yang diucapkan oleh Iqbal untuk Aisyah.


"Maaf?" tanya Aisyah.


Sebuah senyum yang tergambar di wajah Aisyah merupakan senyum yang mengejek Iqbal.


"Untuk apa kau meminta maaf, aku hanya menghajarmu beberapa menit saja kau sudah kesakitan seperti ini. lalu, bagaimanakah saat kau terus menghajarku waktu itu. jika di hitung 1 bulan 30 hari, lalu.. jika itu beberapa bulan maka berapa lama kau terus menyiksaku?!" seru Aisyah.


Tatapan mata wanita itu begitu menakutkan, matanya juga sudah memerah karena perasaan marah yang begitu meluap.


"Jonathan yang berdiri di lantai 2 pria itu menatap Iqbal yang ada di lantai 1. di ruang tamu itu Iqbal seperti tersangka yang sudah tertangkap oleh para polisi dan siap diadili.


Jonathan sangat terkejut saat melihat Aisyah sudah melayangkan pukulan kepada keponakannya itu. terlihat jelas memang Aisyah sudah berubah total, bahkan perubahan itu begitu terlihat saat wanita itu sudah menghajar Iqbal habis-habisan.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2