MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Aisyah menjadi model


__ADS_3

* 2 hari kemudian


Entah apa yang di rencanakan oleh Iqbal, itu terus menerus mencari keberadaan Aisyah. sifat licik Iqbal benar-benar tidak bisa hilang semenjak dahulu. entah pria itu menyesal atau bagaimana, yang jelas Iqbal selalu mencari informasi tentang Aisyah semenjak dia melarikan diri dari tempat Jonathan dan pindah ke Batam.


"Kau akan ke mana?" tanya Kikan.


"Tentu saja pergi berkerja, sebelum itu aku ke rumah sakit dahulu untuk mengantarkan makanan ke rumah sakit." jawab Aisyah.


"Baiklah, kita pergi bersama." ucap Kikan.


Akhirnya Aisyah dan Kikan pergi ke rumah sakit bersama, terlihat Wanita itu sudah mengemasi seluruh perlengkapan kedua anaknya sebelum mereka pergi ke rumah sakit.


"Memang kedua jagoan Tante ini mau ke mana?" tanya Aisyah kepada dua anak Kikan dan Dokter Firdaus.


"Kami mau ke rumah kakek." jawab kedua anak Kikan.


"Memangnya Kalian mau menginap di sana?" tanya Aisyah.


"Ya Tante, kami mau menginap di sana untuk beberapa lama, Kakek bilang kami harus tinggal di sana untuk menemani kakek." jawab kedua anak Kikan dan Dokter Firdaus.


Hari ini Kikan dan Aisyah akan ke rumah sakit terlebih dahulu, Setelah itu mereka akan datang ke salah satu perusahaan tempat mereka bekerja. di sebuah perusahaan kosmetik yang akan bekerjasama dengan perusahaan milik Jonathan.


1 jam kemudian


Perusahaan ENMA CORP


Di perusahaan ENMA CORP, sebuah perusahaan kosmetik yang beberapa tahun ini begitu terkenal hingga membuat Aisyah dan Kikan mau direkrut mereka.


Hari ini Aisyah akan melakukan pemotretan di sebuah majalah. karena mereka akan memperkenalkan prodak baru mereka.


"Bagaimana, apakah Firdaus akan ke sini?" tanya Kikan kepada Aisyah.


"Iya, nanti siang dia kan kesini saat pemotretan. sekarang dia masih ada operasi dengan salah satu pasiennya." jawab Aisyah.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu," ucap Kikan.


Langkah kaki Aisyah dan Kikan memasuki perusahaan itu, sebuah perusahaan kosmetik yang begitu besar. langkah kaki Aisyah memasuki sebuah ruangan direktur yang telah menunggu mereka berdua.


"Apa rapat direksi nya akan dilakukan di sini?" tanya Kikan.


"Aku tidak tahu." jawab Aisyah.


Saat mereka memasuki ruangan itu, terlihat tatapan mata seorang pria menatap Aisyah dengan tatapan yang begitu terpanah. untuk pertama kalinya setelah beberapa tahun lamanya terlihat Jonathan memasuki perusahaan itu bersama dengan seorang sekretaris nya yang begitu cantik.


Aisyah tidak memperhatikan Jonathan, wanita itu memasuki ruangan itu bersama dengan Kikan.


"Oh ya Mbak, nanti aku mau minta istirahat beberapa menit. soalnya aku mau menelepon seseorang." ucap Aisyah.


Terlihat langkah kaki Jonathan langsung terhenti saat mendengar suara seorang wanita yang begitu familiar di telinganya.


"Aisyah." ucap Jonathan. terlihat pria itu mencari sosok suara yang begitu familiar di telinganya.


Namun sayang, Aisyah sudah memasuki kantor direktur perusahaan itu. Sedangkan Jonathan.. terlihat pria itu berlari kecil untuk mencari sosok suara wanita yang tadi dia dengar.


30 menit kemudian


Aisyah sudah keluar dari kantor direktur perusahaan dan mereka akan mengantarkan kedua wanita itu ke kantor mereka. masing-masing.


Kikan menjabat sebagai direktu perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran, sedangkan Aisyah.. terlihat Gadis itu harus mendapat 2 bagian sekaligus, sekretaris Kikan dan model yang akan mempromosikan kosmetik keluaran terbaru mereka.


Seorang gadis lugu itu kini telah bermetamorfosis menjadi wanita yang begitu cantik, menarik dan selalu menebar senyum. berbeda dengan dulu Gadis itu pemalu dan jarang sekali berinteraksi dengan orang lain.


"Kau harus bersiap-siap, karena kita harus melakukan persiapan. karena sebentar lagi kau akan melakukan pemotretan!" seru Kikan yang kemudian meminta Aisyah menuju ruang pemotretan. terlihat Gadis itu hanya menurut dengan apa yang dikatakan oleh Kikan, karena dia tahu bagaimana watak Kakak angkatnya itu.


"Apa yang akan kita lakukan?" tanya Aisyah.


"Ini baju yang akan kau pakai!" seru salah satu penata rias yang memberikan pakaian kepada Aisyah. sebuah gaun yang begitu cantik sebuah gaun yang berwarna pink.

__ADS_1


"Aku akan melakukan pemotretan berapa sesi?" tanya Aisyah.


"3 sesi, Mbak." Jawab penata rias.


"Bajunya warna apa aja?" tanya Aisyah kembali.


"Biru laut, pink sama berwarna silver agak keabu-abuan." jawab penata rias. Aisyah menganggukkan kepalanya, akhirnya Gadis itu memasuki ruangan dan mengganti pakaiannya.


Tak lama kemudian terlihat seorang pria tampan memasuki ruang pemotretan itu, terlihat Mahfud sudah berada di sana.


10 menit kemudian Aisyah sudah keluar dan memakai riasan yang tidak terlalu tebal. gadis itu memang menolak untuk dirias secara tebal karena dia takut kulitnya akan rusak.


Mahfud begitu terpesona dengan balutan dress yang dipakai oleh Aisyah, dan polesan make up yang begitu sederhana namun sempurna di wajah Aisyah.


"Hai dokter tampan!" seru Aisyah yang melihat Mahfud sudah berada di sana. pria itu tersenyum sembari melambaikan tangan kepada Aisyah. sedangkan Aisyah Gadis itu langsung melakukan sesi pemotretan bersama para fotografer dan penata busana.


Terlihat jauh dari ruangan itu, seorang pria memasuki ruang pemotretan.


"Bagaimana, Apakah semuanya sudah selesai?" tanya Jonathan yang memasuki ruang pemotretan.


"Belum Tuan, ini baru akan dimulai pemotretan." jawab fotografer.


"Lalu, dimana modelnya?" tanya Jonathan.


Terlihat pria itu mengatakan sesuatu yang sedikit tidak menyenangkan.


"Ada disana Tuan." jawab fotografer.


"Kalau dia tidak memenuhi syarat, lebih baik hentikan pemotretan ini dan ganti saja dengan sekretaris ku. dia lebih cantik daripada model yang biasa kalian pakai!" seru Jonathan. sang fotografer nampak sangat geram dengan sifat Jonathan yang sekarang malah menyebalkan.


"Saya yakin anda akan sangat suka dengan gadis ini, Tuan. gadis yang masih muda wajahnya cantik secara alami tanpa make-up yang tebal." jawab fotografer.


Sesaat kemudian Jonathan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan kesana untuk melihatnya." ucap Jonathan.


** bersambung **


__ADS_2