
2 hari kemudian.
Hari ini sesuai jadwal yang telah dibuat oleh Dokter Syah, Mahfud akan melakukan pencangkokan jantung di Amerika. mereka menyembunyikan informasi itu dengan begitu rapi agar Jonathan ataupun Brian atau siapa pun tidak bisa mengetahui kabar itu.
Aisyah dan Mahfud harus menahan perasaan mereka saat mereka tidak bersama, begitu pilu juga begitu menyakitkan saat dua orang yang saling mencintai namun terpisah karena sesuatu.
"Mas harus kuat dan cepat lah kembali kepadaku." pinta Aisyah kepada sang suami.
Terlihat sepasang suami itu terus melakukan komunikasi lewat ponsel, saling merindu dan menahan rindu ketika terpisah jauh. namun bagaimana lagi mereka harus bisa melakukan hal itu jika ingin kondisi Mahfud sembuh total.
Selama 3 bulan semenjak kepergian Mahfud, Dokter Syah meminta keluarganya itu untuk menahan Brian di rumah sakit. apalagi pria itu selalu meminta Firdaus untuk memberikan obat agar pria itu tidak mempunyai pikiran jelek kepada Aisyah, tentu saja Firdaus akan melakukan hal itu dengan senang hati.
Hari ini Aisyah mengajak Brian untuk jalan-jalan ke taman rumah sakit. pria itu begitu bahagia saat mendapatkan perhatian yang begitu tulus dari Aisyah.
"Sayang, apakah nanti kau akan pulang?" tanya Brian kepada sang suami.
"Memangnya ada apa?" tanya Aisyah.
"Aku ingin kau memasakkan aku sesuatu seperti waktu itu kau masakan untukku." jawab Brian.
"Memangnya kau menyukai masakan itu?" tanya Aisyah. pria itu menganggukkan kepalanya, padahal Mahfud tidak terlalu menyukai masakan yang disukai oleh Brian.
Kue kue yang terbuat dari durian dan masakan seafood dengan cumi yang dimasak dengan tintanya. hal itu yang paling dibenci oleh Mahfud, namun Bryan sangat menyukai masakan cumi Aisyah yang diberi tinta hitam itu.
__ADS_1
"Kau tahu sayang, aku pasti akan segera sembuh setelah ini." ucap Brian sambil memegang kedua tangan Aisyah.
"Tentu sayang, setelah ini aku akan membuatkanmu masakan seperti kemarin." jawab Aisyah. dia harus terus berpura-pura untuk selalu bahagia. dan memberikan perhatian untuk menahan pria itu melakukan sesuatu.
"Apakah kau kelelahan?" tanya Brian kepada Aisyah.
Wanita itu menganggukkan kepalanya.
"Maafkan aku ya, jika masalahku membuatmu repot." terlihat Bryan menatap wajah Aisyah sembari tersenyum. pria itu benar-benar sangat pandai berakting untuk membuat Aisyah jatuh hati padanya.
"Seperti apapun kau berusaha untuk membuatku jatuh cinta padamu, namun tetap Kau bukanlah Suamiku. aku tidak akan bisa mencintaimu dan aku tidak akan pernah mencintaimu." ucap Aisyah dalam hati sembari menatap Brian yang terus tersenyum padanya.
Tak lama kemudian Dokter Sarah datang seperti seorang malaikat bagi Aisyah, tentu saja jika dia melakukan hal itu pada Mahfud wanita itu tidak akan membiarkannya. Namun karena dia begitu baik kepada Brian biarkan saja toh pria itu bukan suaminya.
"Memangnya ada apa?" tanya Aisyah kepada Dokter Sarah.
"Kau tidak boleh terlalu mengajaknya jalan-jalan, dia habis operasi jantung. kalau terjadi sesuatu padanya Apakah kau bisa bertanggung jawab!" ucap Dokter Sarah yang terlihat begitu pedas.
Tentu saja Aisyah hanya tersenyum kepada wanita itu,
"Ternyata wanita ini wanita pelakor yang tidak tahu diri." ucap Aisyah dalam hati sembari menganggukkan kepalanya.
"Apakah kau mau membawa suamiku?" tanya Aisyah.
__ADS_1
"Ini demi kesehatannya, kau ini seorang istri tapi tidak tahu mana yang baik bagi suamimu dan yang jelek bagi tubuhnya." jawab Dokter Sarah dengan suara yang begitu lantang hingga membuat orang-orang yang ada di taman menatap wanita itu.
"Mengapakah meneriaki istriku, Apakah kau tidak bisa berkata dengan sopan. dia adalah istriku, melakukan apapun itu adalah haknya karena aku adalah suaminya!" seru Brian yang membela Aisyah. pria itu memegang kedua tangan Aisyah hingga membuat Aisyah sangat terkejut.
"Jangan dengarkan dia, istriku. aku tidak terlalu menyukai kata-kata yang keluar dari mulutnya, itu kau adalah Istriku mau kemana pun aku kau akan ikut denganku." ucap Brian.
"Tentu saja mas, mas nggak usah berkata seperti itu. Aku istri mas dan akan tetap sama Mas." jawab Aisyah. namun hatinya terus menyangkal kata-kata yang keluar dari mulutnya itu, bagaimana tidak jelas.. jelas kalau dia buka lah istrinya, hanya karena untuk menyelamatkan sang suami Aisyah dan yang lain harus selalu berakting di depan Brian.
Dari tempat yang jauh Si biang kerok datang dengan melipat kedua tangannya di dada.
"Ada apa Dokter!" seru Kikan kepada Sarah. terlihat sara menatap wanita wonder woman yang tidak akan mampu untuk dia tandingi.
"Ini loh mbak Kikan, Aisyah membawa suaminya keluar begitu lama. apakah dia tidak tahu kalau suaminya itu harus melakukan pemulihan kondisi agar dia tidak semakin parah." jawab Dokter Sarah.
"Itu kan terserah dia, kenapa kau harus mengatakan hal itu." jawab Kikan yang membuat wajah Dokter Sarah langsung pias seketika.
Siapa yang akan bisa menandingi kata-kata yang diucapkan oleh Kikan selain Papa mertuanya, tentu saja kita akan takut jika Papa mertuanya akan marah padanya.
"Baiklah Mahfud, kau harus tahu benar apa yang dikatakan oleh Sarah. kalau kau harus memulihkan tubuhmu, biarkan Aisyah membawamu kembali dan besok kau kembali jalan-jalan bersama dengan adikku itu." ucap Kikan kepada Aisyah.
Brian menganggukkan kepalanya, sedangkan Aisyah dia merasa lega karena tidak harus bersama dengan saudara kembar suaminya itu terus menerus.
** bersambung **
__ADS_1