
"Kau harus yakin kalau cinta istrimu adalah cinta yang begitu Suci, kalian sudah menikah disaksikan oleh kitab suci Alquran dan secara sah kalian adalah suami-istri. hidup senang pun kalian harus bersama, Coba kau pikirkan kata-kata Ibu ini, Apakah kau tidak takut dia akan diambil orang?" tanya ibu Maryati kembali. Mahfud sedikit bergetar hatinya saat Bu Maryati mengatakan hal itu, apalagi sebelum mereka mengalami kecelakaan begitu banyak pria ingin mendekati Aisyah. Apakah Mahfud akan ikhlas kehilangan Aisyah dan membiarkan wanita itu jatuh ke pelukan pria lain.
Terlihat Mahfud menggelengkan kepalanya dengan begitu keras, dia berusaha untuk belajar berdiri dari kursi roda yang sekarang dia pakai. Bu Maryati sangat terkejut saat melihat pria yang diselamatkan itu mencoba untuk berdiri dari kursi roda.
"Pak, bapak, Pak!" seru Bu Maryati yang memanggil suaminya karena melihat Mahfud mencoba untuk berdiri dari kursi roda.
"Ada apa Bu?" tanya Pak Ruslan.
"Lihatlah Pak, anak kita mencoba untuk bangkit dari sakitnya!" seru Bu Maryati. Pak Ruslan benar-benar terkejut, pria itu sangat bahagia saat melihat seorang pria yang diselamatkan itu kini berusaha bangkit dari keterpurukan nya.
"Kau benar nak, kau harus berjuang. Jika Kau mempunyai keluarga Apakah kau tidak ingin bertemu dengan keluargamu." ucap pak Ruslan yang mendekati Mahfud. pria tua itu terus memberikan dorongan kepada Mahfud untuk berjuang dan melawan penyakitnya itu, dia tidak boleh lemah dan merasa malu pada kondisinya sekarang ini. memang Mahfud belum bisa berbicara, namun sedikit demi sedikit pria itu yakin kalau istrinya masih menunggu dirinya. rasa cinta yang diberikan Mahfud kepada Aisyah adalah rasa cinta yang begitu luar biasa, Mahfud menganggukkan kepalanya.. salah satu tangannya terulur dia meminta bantuan kepada Pak Ruslan untuk membantunya berdiri dari kursi roda. dengan segera pak Ruslan mendekati Mahfud dan membantu pria itu berdiri.
"Bagus nak, kau tidak boleh menyerah dengan sakit ini!" seru Pak Ruslan yang memeluk tubuh Mahfud. Bu Maryati meneteskan air matanya, setelah 4 bulan dia menemukan Mahfud yang tidak berdaya seperti mayat hidup. lumpuh, bahkan tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali, namun hari ini ketika wanita itu mengatakan sesuatu mengenai seseorang yang dicintai oleh Mahfud. pria itu langsung berusaha untuk melawan segala penyakitnya.
__ADS_1
"Aku yakin kau akan menemukan kebahagiaan mu lagi." ucap Bu Maryati dalam hati sembari meneteskan air matanya. dari hari ke hari Mahfud ingin berjuang, dia ingin segera kembali kepada keluarganya. dia ingin menemui wanita yang begitu dia cintai, wanita yang selalu diperjuangkan dari semua pria yang ingin mendapatkannya.
Di rumah sakit Dokter Syah. Husein terus melancarkan aksi-aksinya untuk mendekati Aisyah, dia menggunakan ke-4 bocah kembar itu sebagai senjata andalannya
"Aisyah, Tadi aku ke salah satu pusat perbelanjaan.. ini aku telah membelikan hadiah untuk anak-anak mu." ucap Husein kepada Aisyah.
"Terima kasih Pak atas hadiahnya, tapi apakah semuanya tidak membuat bapak menjadi repot?" tanya Aisyah.
"Tentu saja tidak." jawab Husein.
Aisyah selalu berhati-hati dengan pria itu, karena Firdaus dan Jonathan selalu meminta Aisyah untuk tidak percaya dengan seorang pria yang bernama Husein. karena mereka belum bisa mendapatkan kejelasan mengenai kehidupan pria itu, dia hanya mengatakan kalau dia pernah menikah, Dia seorang duda anaknya sudah meninggal dan lain sebagainya.
"Oh ya Aisyah, Apakah kau tidak bisa menerima permintaan ku waktu itu? jangan pernah memanggilku dengan sebutan Pak, Panggil Namaku dengan sebutan Mas seperti kau memanggil 2 saudaramu itu." pinta Husein kepada Aisyah.
__ADS_1
"Tidak Pak, itu sangat tidak baik." jawab Aisyah.
"Mengapa tidak, bahkan usiaku dan usia saudaramu itu tidak berbanding jauh." jawab Husein. Husein terus mengganggu Aisyah hingga membuat wanita itu menerima permintaan Husein.
"Baiklah Mas, kalau begitu silakan mas pergi dulu karena nanti hadiahnya akan aku berikan kepada anak-anak." jawab Aisyah.
"Begitu kan bagus, kau memanggilku Mas daripada ke memanggilku Pak. serasa umurku kini sudah 60 tahun." ucap Husein yang kemudian tersenyum sembari menatap wajah Aisyah.
Aisyah merasakan sesuatu yang aneh, tiba-tiba Dia teringat dengan saudara kembar suaminya itu.
"Kenapa aku merasa Kalau pria ini seperti saudara kembar suamiku, perasaan ini sama yang aku rasakan ketika aku bersama Brian di rumah sakit waktu itu." ucap Aisyah.
"Ada apa Aisyah?" tanya Husein.
__ADS_1
** bersambung **