
1 bulan kemudian
Hari ini Mahfudz mendapat telepon dari pihak rumah sakit, mengenai salah satu pasien yang mereka tangani.
Sepasang suami istri yang baru melakukan ritual malam mereka harus terbangun karena telepon mendadak dari pihak rumah sakit.
"Mengapa mereka selalu mengganggu sih." gerutu Mahfud yang baru selesai melaksanakan kewajibannya kepada sang istri.
"Ada apa, mas?" tanya Aisyah.
"Entahlah, pihak rumah sakit meminta ku dan kau untuk segera kesana. kelihatannya ada sesuatu yang penting." jawab Mahfud.
"Baiklah kalau begitu, Sebaiknya kita mandi dahulu." pinta Aisyah yang kemudian mengajak sang suami untuk mandi, setelah beberapa saat kemudian akhirnya mereka berdua pergi ke rumah sakit. terlihat disana beberapa perawat sudah menunggu kedatangan Mahfud dan Firdaus.
"Mbak Kikan?" seru Aisyah.
"Loh..kau juga kesini?" tanya Kikan.
"Katanya ada ada sesuatu yang penting, Mbak." Jawab Aisyah. keempat orang itu akhirnya memasuki ruangan, terlihat disana salah satu Dokter sudah menunggu kedatangan mahfudi adalah Dokter Syah.
"Papa!" seru Aisyah dan Firdaus.
"Ada apa Pa?" tanya Firdaus.
"Kelihatannya salah satu pasien mengalami overdosis dia terus melukai tubuhnya." ucap Dokter Syah yang kemudian mengajak keempat orang itu untuk memasuki ruangan seseorang.
__ADS_1
Terlihat disana Kikan dan Aisyah sangat terkejut, karena ruangan itu adalah ruangan Shamila.
"Nemangnya ada apa dengan wanita ini?" tanya Kikan kepada Aisyah.
"Aku tidak tahu Mbak," Jawab Aisyah.
Saat mereka masuk di tempat itu terlihat di sana kondisi Shamila sudah memucat, tangannya dipenuhi luka goresan seperti para korban obat-obatan terlarang.
"Sebaiknya Kalian bawa dia ke ruangan, kita harus menyelamatkannya!" seru Dokter Syah kepada beberapa perawat. terlihat sekali kondisi Shamila sudah kritis, wajahnya pucat. detak nadi nya sudah melemah.
"Memangnya Apa yang dilakukan oleh wanita murahan ini?" ucap Kikan.
"Kelihatannya dia tidak bisa mengendalikan dirinya." jawab Mahfud.
Beberapa saat kemudian.. setelah Kikan dan Aisyah memasuki ruangan tersebut, nampak jelas para dokter berusaha untuk menyelamatkan Shamila yang telah menggores tangannya dengan benda tajam. entah darimana wanita itu mendapatkannya.
"Bagaimana bisa wanita ini mengalami pendarahan, apa yang terjadi pada nya?" tanya Mahfud kepada para perawat.
"Saya tidak tahu Dokter, kelihatannya dia kemarin mendapatkan tamu." jawab Salah satu perawat.
"Mengapa kalian memperbolehkan tamu menemu nya. Kalian kan sudah aku bilang tidak boleh ada satu orang pun yang menemuinya!" seru Firdaus.
"Sebenarnya kita sudah tahu kalau wanita ini mengalami depresi dan pendarahan kelamin, Karena dia terus-menerus melakukan hubungan tanpa henti." ucap Firdaus dan Dokter Jodi.
Terlihat kedua pria itu menatap wanita yang begitu mengenaskan dihadapan mereka, beberapa saat kemudian nafas Shamila terhenti. orang-orang yang ada di rumah sakit itu tidak mampu untuk menolong Shamila, seorang wanita yang tak selalu melakukan perjalanan hidupnya.
__ADS_1
Kesenangan dan harta adalah tujuan hidup Shamila. hingga akhir hidupnya wanita itu terus mengejar kenikmatan dunia semata, tanpa memikirkan kelanjutan hidupnya.
Shamila, akhirnya wanita itu menghembuskan nafas untuk yang terakhir kalinya. overdosis dan penyair hiperseksual itu semakin parah, penyakit alat kelamin yang diderita juga sangat parah hingga membuat dia dikarantina di sebuah tempat yang terpencil yang ada di rumah sakit dokter Syah.
Akhirnya pihak rumah sakit memberi kabar kepada keluarga Shamila mengenai kematian anak mereka. namun terlihat jelas orangtua Shamila tidak menginginkan putrinya itu dan meminta pihak rumah sakit untuk menguburkan jenazah itu di salah satu pemakaman, mungkin mereka sangat malu dengan kelakuan Putri mereka, hingga mereka tidak ingin mengakui samila sebagai Putri mereka.
"Hidup di jalan yang gelap membuat Shamila tidak bisa kembali hingga nafas yang terakhir." ucap Kikan.
Terlihat wanita itu menatap Shamila, ada raut kesedihan dan kasihan. karena wanita itu harus menghembuskan nafas di usia yang mudah karena penyakit kelamin dan overdosis.
"Inilah karma jika yang dipilih adalah jalan yang gelap, Dia tidak berusaha untuk kembali ke jalan terang Hal itu membuat dirinya terjebak di kegelapan hingga kematian menjemputnya." ucap Kikan yang kemudian mengajak Aisyah keluar dari ruangan tersebut. Sedangkan Mahfud dan Firdaus kedua pria itu membuat arsip mengenai kematian Shamila.
"Kami akan membersihkan tubuh kami sebentar, Setelah itu kita pulang.. kita istirahat, kemungkinan besar besok kita akan cuti 2 hari karena Papa memberikan libur pada kita." ucap Firdaus yang membuat 3 orang itu langsung menganggukkan kepalanya.
" Segera kalian istirahat dan liburkan diri kalian dari pemikiran rumah sakit ini, setelah 2 hari kalian kembali "ucap Dokter Syah yang kemudian kembali ke rumahnya. sebuah rumah yang begitu besar yang hanya ditinggali beberapa orang beserta 2 cucunya dari Firdaus dan Kikan.
"Bagaimana kalau besok kita jalan-jalan ke Singapura." ucap Firdaus kepada Mahfud.
"Entahlah, aku terserah pada istriku saja." Jawab Mahfud yang membuat Aisyah menganggukkan kepalanya.
"Lebih baik kita ikut sama Mbak Kikan sama Mas Firdaus aja, Mas. aku juga lelah bekerja di rumah sakit ini, bahkan pekerjaan ini lebih menyita waktu daripada pekerjaan di kantor." ucap Aisyah yang di angguki oleh Kikan. terlihat kedua wanita itu diberi begitu besar kekuasaan di rumah sakit Dokter Syah. hingga membuat kedua wanita itu seperti diperas otaknya.
"Kalau terus-terusan seperti ini, bisa-bisa otak dan kepalaku itu akan terpisah." ucap Kikan yang membuat sang suami tersenyum dan memberikan kecupan padanya.
"Sebaliknya kita bersiap-siap, besok pagi kita akan plesiran ke Singapura dan berbelanja." ucap Firdaus yang membuatkan langsung tersenyum sumringah
__ADS_1
** bersambung **