MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Bertemu


__ADS_3

Sesuai dengan janji Jonathan, pria itu hari ini telah meminta salah satu supir pribadinya untuk membawa Aisyah bersama dengan anak anaknya dan Kikan. bahkan Lia dan kedua anaknya pun diusung oleh Jonathan ke Bandung.


Dia ingin Mahfud merasa tidak sendirian, satu-satunya saudara yang dimiliki oleh Jonathan kini benar-benar terpuruk, terpuruk pada kondisinya yang begitu memprihatinkan.


Beberapa jam kemudian akhirnya Aisyah dan yang lain telah sampai di Villa milik Jonathan. wanita itu terasa berkeringat dingin dan dadanya terus berdebar.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Lia kepada Aisyah.


"Aku takut Mbak." jawab Aisyah.


"Apa yang kau takutkan?" tanya Lia kembali.


"Entahlah Mbak, tiba-tiba aku merasa takut." jawab Aisyah.


"Kau tidak boleh takut Aisyah, kita akan bertemu Mahfud kembali. seharusnya kau merasa senang tidak boleh takut seperti ini." ucap Kikan yang kemudian mengajak Aisyah untuk masuk kedalam ruangan itu.


Sebuah ruangan yang begitu tertata dengan nuansa kesukaan Jonathan. memang vila itu bukan milik Jonathan tapi milik istrinya, bagaimanapun karena mereka sudah menikah akhirnya mau tidak mau villa itu menjadi milik Jonathan juga.


Satu langkah kaki Aisyah Saat memasuki tempat tersebut, jantungnya tiba-tiba berdebar dan kakinya terasa lemas.


"Ya Allah.. aku ingin bertemu dengan orang yang sangat aku cintai." ucap aisyah dalam hati.


Sesaat kemudian terlihat Wanita itu sudah masuk ke dalam villa milik Jonathan, kikan sudah masuk kedalam Villa tersebut. tatapan mata ke kan terus mencari keberadaan sang suami serta keberadaan yang lain.


"Rumah ini sepi banget ya kayak kuburan." ucap Kikan yang mengajak pemilik rumah masuk. Tentu saja dia adalah Lia.


"Lia Apakah ada ruangan yang khusus di tempat ini?" tanya Kikan.

__ADS_1


"Ada, ayahku dulu membangun ruangan itu untuk bersembunyi dari beberapa penjahat yang selalu mencarinya." jawab Lia.


Sesaat kemudian terlihat Seorang pria sudah keluar dari ruangan tersebut. Firdaus menatap sang istri yang sudah berada di Villa tersebut.


"Mas!!!" seru Kikan yang berlari dan memeluk suaminya,


"Kalian sudah sampai?" tanya Firdaus.


"Di mana yang lain?" tanya Kikan kepada sang suami. Sebenarnya kikan juga sangat merindukan suaminya. karena Firdaus terus menjaga Mahfud selama 3 bulan ini, mau tidak mau Kikan dan Firdaus harus terpisah selama itu.


"Apakah kau tidak merindukan ku?" tanya Firdaus kepada sang istri.


"Aku sangat.. sangat..sangat merindukanmu Mas." jawab Kikan yang kemudian memeluk sang suami dan memberikan ciuman yang bertubi-tubi di seluruh wajah suaminya. tentu saja Lia dan Aisyah langsung menutup Mata parah bocah-bocah kecil yang menyaksikan adegan tersebut.


"Sayang kau tidak boleh melakukan hal itu, apakah kau lupa kalau kau itu datang membawa anak-anak." ucap Firdaus.


"Oh ya di mana anak-anak?" tanya Firdaus.


Sesaat kemudian terlihat Jonathan sudah keluar dari sebuah tempat, pria itu menatap sang istri dan dua anaknya. anak kedua Jonathan sudah ah berusia 7 bulan lebih sama seperti hilangnya Mahfud hingga sekarang.


"Langkah kaki Aisyah semakin masuk ke dalam sebuah ruangan. sebuah ruangan yang sudah diberitahukan oleh Firdaus dan Jonathan. saat Aisyah ingin memasuki ruangan tersebut terlihat bayangan Seorang pria sudah keluar dari tempat itu. seorang pria yang belum terlihat wajahnya.


Sesaat kemudian Aisyah menatap seorang pria dengan kondisi yang begitu mengenaskan,


Deg..


Betapa terkejutnya Aisyah, tatapan mata Aisyah menatap pria itu. mulutnya ditutup rasanya Aisyah ingin berteriak sekencang mungkin saat melihat seorang pria yang begitu dia kenal walaupun wajahnya telah rusak.

__ADS_1


"Mas..." ucap Aisyah yang begitu lirih saat melihat bentuk fisik suaminya yang tidak sempurna seperti dulu. terlihat pria itu tidak ingin melangkahkan kakinya, karena dia takut Aisyah akan menolaknya.


"Mas.." ucap Aisyah kembali. langkah kaki Aisyah semakin maju untuk menggapai suaminya, air mata Mahfud sudah mengalir begitu deras. pria itu menahan diri untuk tidak maju dan memeluk istrinya, karena dia takut akan penolakan sang istri. Aisyah langsung berlari dan memeluk tubuh suaminya.


"Mas...Apakah ini Mas Mahfud." ucap Aisyah yang sudah memeluk tubuh suaminya. air mata yang keluar dari mata Aisyah benar-benar tidak bisa terbendung lagi, wanita itu menangis begitu keras di pelukan sang suami.


Orang-orang yang berada di sana pun tidak kuasa menahan haru saat melihat pertemuan sepasang suami istri itu.


"Mas.. mas Mahfud ku.." ucap Aisyah yang memeluk sang suami dengan begitu erat. debar jantung Mahfud kian tak terkontrol saat istrinya sudah berada di pelukannya.


"Apakah kau tidak takut melihat wajahku?" tanya Mahfud. Aisyah melepaskan pelukannya wanita itu menyentuh wajah suaminya yang sekarang tidak tampan sama sekali, jari-jemari Aisyah menyentuh wajah Mahfud yang tidak bisa berkata.


"Mengapa aku harus takut." jawab Aisyah.


"Aku sudah cacat.." ucap Mahfud sembari menangis.


"Aku mencintaimu karena hatimu, aku tidak mencintaimu karena fisikmu." ucap Aisyah yang kemudian memeluk tubuh suaminya kembali. Mahfud benar-benar memeluk sang istri, pria itu menangis tersedu-sedu..kakinya terasa lemas sehingga membuat sepasang suami istri itu menangis sambil duduk dan berpelukan.


Sesaat kemudian terlihat keempat bocah kembar anak Aisyah menatap seorang pria yang wajahnya sangat menakutkan, namun tatapan mata itu sama seperti orang yang selalu memberikan mereka kasih sayang.


"Papa!!!" seru keempat anak kembar Aisyah. mereka langsung berlari memeluk Papa mereka.


"Papa, Mengapa Papa tidak pulang!" seru Emilia dan Syahila yang sudah memeluk Mama dan Papanya.


Mahfud tidak bisa mengucapkan kata-katanya, pria itu sangat terkejut karena istri dan anak-anaknya tidak menolak dirinya.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2