
Aaaa!!!..
Suara teriakan yang keluar dari mulut Jonathan, ketika dia baru mengetahui kalau acara lamaran yang di dilakukan oleh Mahfudz saudara tirinya itu.. ternyata juga adalah acara pernikahan.
Jonathan begitu marah, murka, tentu saja pria itu murka. mau apa lagi, sekarang Aisyah sudah menjadi istri sah dari Mahfud saudara tirinya itu.
"Kurang ajar, berani sekali pria itu menikahi Aisyah. aku sangat bodoh! bahkan aku bisa kecolongan karena pria itu telah menikahi Aisyah!" seru Mahfud.
Terlihat sekali Jonathan begitu marah, Siapa yang tidak akan marah kalau dia tiba-tiba mendapatkan kabar sang wanita pujaan hatinya telah menikah dengan orang lain. keinginan Jonathan adalah mendapatkan Aisyah kembali, jika sekarang dia telah menikah dengan Mahfud..Lalu bagaimana caranya dia akan memisahkan mereka berdua, tentu saja Aisyah sekarang sudah menyandang gelar istri Mahfud.
Mahfud Aditya Adiyaksa, setelah sah menjadi suami dari Aisyah dan sekarang Wanita itu telah resmi menjadi Aisyah Aditya Adiyaksa.
"Aaaa!!..." suara teriakan Jonathan yang begitu sangat murkanya, karena dia benar-benar seperti pria bodoh yang sudah kebobolan.
Berbeda di tempat lain, sekarang Aisyah sudah diboyong oleh Mahfud setelah pernikahan mereka. pria itu langsung membawa Aisyah ke sebuah rumah mewah namun tidak terlalu berlebihan, kehidupan Aisyah akan dimulai hari ini ketika kemarin dia sudah menyandang istri dari Mahfud Aditya Adiyaksa.
"Selamat pagi!" seru Mahfud yang baru turun dari lantai dua rumahnya. pria itu sudah berada di belakang tubuh sang istri sembari memberikan pelukan hangat untuknya.
__ADS_1
"Sekarang kau telah menjadi istri halalku, jadi aku bebas melakukan apapun padamu, sayang." ucap Mahfud sambil mencium pipi sang istri. Aisyah begitu bahagia walaupun tadi malam sepasang suami istri itu belum melakukan ritual malam mereka.
"Selamat pagi." jawab Aisyah yang kemudian memberikan ciuman balasan kepada sang suami.
"Isteriku masak apa hari ini?"tanya Mahfud kepada sang istri.
"Entahlah, di lemari es Cuma ada beberapa bahan, saja jadi aku memasak apa saja. nanti kalau kau ada waktu tolong antarkan aku ke supermarket ya, Aku ingin memasak sesuatu untukmu." ucap Aisyah kepada sang suami. Mahfud terus memeluk tubuh sang istri yang sedang memotong beberapa bahan makanan, pria itu seolah tidak ingin melepaskan Aisyah sama sekali.
"Mas lepas dong, kalau tidak dilepas Bagaimana aku bisa memasak. lihatlah dari tadi kau terus memelukku." ucap Aisyah yang kemudian menatap wajah sang suami.
"Aku tidak akan melepaskanmu, walaupun kau sedang memasak." jawab Mahfudz yang kemudian memberikan kecupan di pipi sang istri.
"Nanti siang aku mau membawakanmu makanan, Apakah boleh?" tanya Aisyah kepada Mahfud
"Tentu saja boleh, kenapa tidak. Istriku yang cantik ini akan mengunjungi ku di rumah sakit." jawab Mahfud.
Aisyah, wanita itu belum tahu kalau Mahfud adalah pria yang begitu di idolakan oleh begitu banyak para wanita. Bagaimana tidak, Mahfud adalah seorang pria yang begitu, sopan baik dan selalu menghargai orang-orang yang ada disekitarnya.
__ADS_1
"Begini saja, Bagaimana kalau hari ini kau libur saja dan ikut aku ke rumah sakit. disana nanti kau bantu aku untuk mengurus beberapa berkas rumah sakit." pinta Mahfud kepada sang istri.
"Apakah boleh?" tanya Aisyah.
"Tentu saja boleh, Siapa yang tidak memperbolehkannya. apalagi jika mereka tahu kalau kau adalah Putri angkat dari dokter Syah, Oya, lagipula kemarin mereka sudah tahu kalau kau Putri angkatnya." jawab Mahfud yang kemudian mencium pipi sang istri.
Akhirnya suara canda itu terhenti ketika mereka berdua sudah ada di meja makan.
"Aku selalu senang jika kau memasak seperti ini, apalagi jika kau memberikan cinta yang begitu luar biasa di dalam masakan ini." ucap Mahfud yang kemudian memberikan kecupan di tangan istrinya itu..
"Tentu saja Mas, Apalagi mas sekarang sudah menjadi suamiku. aku tidak akan membiarkan orang lain untuk mendekatimu. jika mereka berani melakukan hal itu..jangan salahkan aku." ucap Aisyah yang kemudian tersenyum kepada sang suami.
"Aku tidak akan pernah menghianati Istriku yang sebaik ini, jika aku menghianatinya aku yakin istriku ini bakal diterima oleh siapa saja. apalagi yang aku tahu saudara tiriku itu pasti selalu mencari cara untuk memisahkan kita." jawab Mahfud.
"Kalau begitu setiap siang aku akan ke tempat Mas saja, kalau tidak.. nanti mas tidak mungkin makan kalau sudah sibuk, Apalagi aku tahu kondisi Mas sudah tidak seperti dulu setelah kejadian itu." ucap Aisyah yang kemudian memeluk sang suami dan memberikan kecupan kepadanya.
"Mas akan cepat sembuh, karena Mas sudah mendapatkan seorang wanita yang begitu baik dan akan selalu menjaga Mas." jawab Mahfud yang kemudian memegang tangan istrinya yang sedang memeluknya itu.
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkan Mas pergi ke manapun dan meninggalkanku, jika Mas melakukan hal itu. aku akan mengikuti Mas ke mana saja." Jawab Aisyah yang kemudian mengajak sang suami untuk segera bersiap-siap.
** bersambung**