
Akhirnya Aisyah dibawa Lia ke suatu tempat di ruangannya.
orang-orang yang ada di sana begitu heboh karena melihat Aisyah pingsan, Firdaus dengan cepat mengambil salah satu alat kedokteran nya. ada sebuah detak jantung lain yang membuat Firdaus kebingungan
"Apa-apa suamiku?" tanya Kikan kepada sang suami.
"Kelihatannya ada sesuatu yang yang harus aku pastikan. ketika Aisyah sudah bangun." jawab Firdaus.
"Memangnya ada apa?" tanya Mahfud.
"Nanti saja." Jawab Firdaus yang kemudian membiarkan Aisyah istirahat. di kamar itu Mahfud terlihat begitu khawatir kepada sang istri, tatapan matanya menatap istrinya yang sedang tertidur pulas.
"Boleh aku minta buah tidak?" tanya Kikan kepada ada Lia.
"Memangnya kenapa?" tanya Lia.
"Aku mau buatkan jus untuk Aisyah." jawab Kikan.
Sekitar 30 menit kemudian
Akhirnya Aisyah sudah terbangun.
"Aku bisa minta tolong tidak?" tanya Kikan kepada Aisyah.
"Memangnya ada apa, Mbak?" tanya Aisyah.
"Bisa ikut Mbak ke kamar mandi nggak?" tanya Kikan kepada Aisyah.
Mahfud dan Aisyah saling menatap karena permintaan dari Kikan yang sedikit aneh,
"Memangnya ada apa sih, Mbak?" tanya Aisyah kembali.
"Sudah sini, pokoknya ikut saja." Jawab Kikan di kamar mandi yang ada di kamar itu.
__ADS_1
Kikan melakukan sesuatu seperti yang dikatakan oleh suaminya, terlihat jelas kecurigaan dari Firdaus akan terbukti jika Aisyah melakukan tes pada kencingnya. sebuah alas texpack dikeluarkan oleh Kikan. saat kemudian dalam hitungan detik saja terlihat dua garis merah nampak di alas di alat tespek itu.
Aaaaa....
Suara teriakan dari Kikan saat melihat dua garis.
"Ada apa sih, Mbak?" tanya Aisyah yang kebingungan.
"Lihat-lihat!" Seru Kikan yang memperlihatkan alat tespek itu kepada Aisyah. wanita itu langsung terbengong saat melihat dua garis.
Kikan keluar dengan wajah yang begitu bahagia, matanya melongo sambil menatap Mahfud.
"Ada apa, Kenapa kau berteriak seperti itu. ada apa dengan istriku?!" seru Mahfud.
Sesaat kemudian kita akan menunjukkan alat tespek dengan dua garis. Firdaus tersenyum sedangkan Mahfud terlihat kebingungan.
"Dua garis, Memangnya untuk apa?" tanya Mahfud. Firdaus menepuk punggung Mahfud sembari menghela nafasnya secara kasar.
"Dua garis itu bro, artinya istrimu itu sedang hamil." ucap Firdaus yang membuat Mahfud langsung berteriak kegirangan.
Aaaaa..
Terlihat disana istrinya menangis karena merasa bahagia.
"Sayang, kita akan memiliki buah hati!" seru Mahfud yang kemudian menggendong sang istri keluar dari kamar mandi. sebuah kebahagiaan yang begitu ditunggu-tunggu oleh Aisyah dan dan Mahfud.
Lia yang mendengar hal itu dia juga bahagia, karena sekarang Aisyah akan mendapatkan kebahagiaan nya juga. Bagaimana tidak Aisyah akan menjadi seorang ibu, sedangkan Jonathan pria itu juga tersenyum karena seorang wanita yang dulu disakiti oleh keponakannya, kemudian Jonathan juga ikut menyakitinya.
Terlihat tatapan Aisyah berbinar-binar.
"Aku senang kalau kau mendapatkan kebahagiaan seperti ini." ucap Jonathan yang melihat Mahfud dan Aisyah begitu bahagia.
"Aku akan menjadi Ayah, aku akan menjadi Ayah!!" seru Mahfud yang terus-menerus. setelah kabar berita itu ternyata Aisyah, Mahfud dan yang lain memutuskan untuk menginap di tempat Lia selama tiga hari.
__ADS_1
Malam itu Mahfud sedang duduk santai bersama Jonathan dan Firdaus.
"Aku senang kalau kau sudah mendapatkan kebahagiaan seperti ini." ucap Jonathan kepada Mahfud.
"Tentu saja aku sangat bahagia, aku selalu hidup sendiri semenjak kecil. saat ini aku akan mendapatkan kan seorang anak. dan kau tahu Jonathan aku begitu bahagia, aku akan menjadi seorang pria yang sempurna. memiliki istri dan anak!" ucap Mahfud dengan sinar mata yang begitu bahagia.
Jonathan menganggukkan kepalanya, dia memang selalu dikerumuni oleh keluarga. sedangkan Mahfud pria itu hanya hidup bersama ibunya ketika ibunya meninggal dia sendiri sebatang kara.
"Tentu saja aku senang, kalau begitu aku akan menjadi paman." ucap Jonathan yang membuat Mahfud menatap pria itu.
"Bolehkah aku memelukmu?" tanya Mahfud.
Jonathan merentangkan kedua tangannya, kemudian menerima pelukan dari saudara seayah itu.
"Kau sudah bahagia kan, sebentar lagi aku akan ikut bahagia bersama seorang wanita yang mencintaiku." ucap Jonathan.
"Tentu saja kau harus bahagia juga, Lihatlah adikmu ini sudah bahagia. tentu saja kau juga harus bahagia." jawab Firdaus yang kemudian melanjutkan membakar ayam di luar villa itu.
"Kau mau anak berapa?" tanya Lia kepada Aisyah.
"Ya terserah dikasih oleh Allah." jawab Aisyah.
"Bagaimana kalau kembar 5." ucap Lia yang membuat Kikan langsung tersedak jus jeruk yang dia bawa.
"Kamu gila ya, kembar 5 itu banyak banget loh. Kau kira itu dia ini mesin peternakan apa!" seru Kikan yang membuat Lia langsung tertawa dengan ekspresi yang ditunjukkan oleh Lia.
"Kalau aku punya anak kembar 5, kira-kira aku pasti bakal jadi pembantu di rumah." ucap Aisyah sambil membayangkan kalau dia benar-benar mempunyai anak kembar 5. Bagaimana nasibnya, belum lagi ke rumah sakit membantu sang suami. setelah itu mengurus anak kembar 5 pasti kehidupannya benar-benar seperti bom atom yang meledak.
Aisyah bergidik ngeri sambil membayangkan perkataan Lia.
"Pasti kau membayangkan mempunyai anak kembar 5 ya?" tanya Kikan. Aisyah menganggukkan kepalanya.
"Pasti kau akan jadi pembantu dan kau akan menjadi gembel di rumahmu sendiri." jawab Kikan yang kemudian tertawa.
__ADS_1
Sedangkan Lia wanita itu juga ikut tertawa dan membayangkan jika dirinya juga akan mendapatkan anak kembar.
** bersambung **