MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Kejutan buat Aisyah


__ADS_3

Hari ini Mahfud sudah berdandan begitu tampan, pria itu menggunakan sebuah kemeja berwarna biru langit, warna yang begitu disukai oleh Aisyah..


Mahfud terus-menerus menatap kaca mobil tempat dia berada, pria itu tersenyum sembari membayangkan bagaimana kejutan yang akan diberikan kepada Aisyah hari ini akan membuat wanita itu senang atau tidak.


"Ada apa denganmu? Kenapa Wajahmu seperti tisu toilet?" tanya salah satu teman Mahfud yang mengantar Mahfud untuk melamar Aisyah.


"Bagaimana kalau dia menolak dengan kejutan yang aku berikan ini?" tanya Mahfud kepada temannya.


"Kita harus berdoa dari jalan rumah sampai ke jalan rumah Dokter Syah, semoga calon istrimu itu menerima kejutan yang akan kita berikan kepadanya. Kalau dia sampai menolak maka rombongan dari mempelai pria akan sangat malu sampai tujuh turunan." ucap salah satu Dokter yang ada di rumah sakit Dr Syah.


"Ayolah, kau jangan berkata seperti itu. nanti teman kita ini malah semakin grogi, kita harus berdoa kepada Tuhan supaya calon istrinya ini akan menerima sebuah kejutan yang begitu indah ini. kejutan yang akan membuatnya mencatat di diare masa depannya." ucap salah satu Dokter yang juga teman Mahfud.


"Kalian berdua ini mengapa mengatakan hal itu, aku ini sudah grogi malah kalian mengatakan hal itu. apa kalian benar-benar Ingin membuatku kena serangan jantung!" seru Mahfud kepada kedua temannya itu.


Terlihat pria itu benar-benar ketakutan jika Aisyah akan menolak kejutan yang begitu luar biasa itu.

__ADS_1


Mahfud hari ini sudah menyiapkan kejutan untuk Aisyah, sebuah kejutan yang sudah direncanakan jauh-jauh hari sedangkan Dokter Syah waktu itu sudah diberitahu oleh Mahfud mengenai kejutan ini. Pria itu setuju mengenai kejutan yang akan diberikan oleh Mahfud, Apalagi itu adalah kebaikan yang akan dibawa sampai Mati.


"Tenanglah bro, kita semuanya sudah berdoa dan membantumu berdoa supaya Tuhan memberikan jalan agar istrimu itu akan menerima kejutan ini. kalau tidak.. kau akan kutinggalkan di sana sendirian!" seru Jodi teman Mahfud.


"Kalian ini benar-benar teman yang tidak ada faedahnya, seharusnya kalian ini membuatku menjadi tenang. bukan malah membuatku menjadi pusing bahkan sampai aku berkeringat dingin seperti ini!" seru Mahfud yang kemudian memukul kedua temannya yang sudah bersama dengannya dalam satu mobil. Dokter Jodi dan Dokter Irwan.


2 pria yang akan menjadi pengantar Mahfud untuk melamar Aisyah, padahal di rombongan belakang sudah ada para Dokter tua yang lain juga ikut mengantarkan Mahfud yang akan melamar wanita idamannya.


Mahfud memang sudah tidak mempunyai keluarga, apalagi Jonathan tidak pernah mau mengakui pria itu sebagai adiknya. walaupun pria itu 1 ayah berbeda ibu.


Sebenarnya Jonathan sudah mengetahui kalau hari ini Mahfud akan melamar Aisyah, segala upaya dilakukan pria itu untuk menggagalkan rencana kedua insan itu. namun terasa semua rencananya gagal,


Berbeda dengan Lia. saat dia sudah mendengar kabar mengenai rencana pertunangan Mahfud dan Aisyah, Wanita itu sangat senang dalam pikirannya Jonathan tidak akan pernah mempunyai rencana licik untuk mencoba merebut Aisyah. kalau kalau itu terjadi berarti keinginan Lia untuk menjadi istri Jonathan benar-benar pupus.


"Bro, Mengapa kau tidak menelepon saudara kembarmu itu. dia adalah satu-satunya saudara yang kau miliki?" tanya Dokter Jodi kepada Mahfud.

__ADS_1


"Aku sudah mencoba untuk memberitahu kabar Ini padanya, namun tidak ada jawaban yang jelas darinya. kau tahu sendiri kan, kami semenjak kecil tidak pernah bersama. dia sudah diangkat menjadi anak dari miliarder yang ada di Jepang, jadi aku tidak tahu bagaimana kabarnya..namun saat kami di pertemukan sudah dewasa, dia sama sekali tidak menyukai kehadiranku. entah apa yang membuatnya seperti itu Sedangkan aku semenjak kecil harus terlunta-lunta di jalanan dengan semua jerih payah ibu untuk membesarkanku, saat aku sudah SMP ibuku meninggal dan aku harus bekerja untuk menyelesaikan sekolahku. setelah itu pria itu datang kembali dan menitipkan aku kepada dokter Syah, setelah aku lulus sekolah kalian sudah tahu bagaimana ceritanya kan. setelah itu aku bertemu kalian." ucap Mahfud yang membuat kedua temannya itu menganggukkan kepalanya. karena Jodi dan Irwan adalah teman Mahfud semenjak sekolah di kedokteran setelah ayahnya menitipkan pria itu kepada dokter Syah.


"Bagaimana jika tiba-tiba saudara kembarmu itu muncul di hadapan mu?" tanya Irwan kepada Mahfud.


"Entahlah, aku tidak tahu. yang jelas Kemungkinan dia tidak akan mau bertemu denganku, baginya aku sudah mati dan dia tidak mempunyai saudara sama sekali. walaupun kami adalah saudara kembar." ucap Mahfud yang kemudian menghela nafasnya.


"Oh ya bro, bagaimana sih wajah saudara kembarmu itu?" tanya Jodi kepada Mahfud.


"Kalau kalian bisa melihat wajahku seperti itulah wajah saudara kembarku." jawab Mahfud.


"Kalau saudara kembar pasti ada salah satu perbedaan, entah dimana..Apakah kalian tidak punya perbedaan sama sekali?" tanya Jodi kepada Mahfud.


"Ada 1 perbedaan di tubuh kami, Dia mempunyai salah satu tanda di tubuhnya jawab Mahfudz.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2