
"Rumah ini adalah milikku, Iqbal. dan aku lebih berhak daripada dirimu." jawab Jonathan yang kemudian menarik kerah baju Iqbal.
Terlihat Iqbal Diam tidak bisa mengatakan satu kata apapun, karena benar apa yang dikatakan oleh Jonathan. kalau rumah itu adalah rumahnya, Jonathan hanya mempercayakan rumah serta bisnisnya kepada Iqbal.. namun yang terlihat sekarang.. malah keponakannya itu terus membuat ulah hingga membuat Jonathan begitu geram.
"Paman jangan ikut campur dengan urusan ku!" seru Iqbal kembali.
"Berapa uang yang harus aku bayar untuk membeli wanita ini kembali!" seru Jonathan yang terlihat sudah begitu marah.
Tidak pernah sekalipun Jonathan memperlakukan seorang wanita dengan begitu kejam, bahkan walau ada wanita yang pernah menyakiti dirinya sekalipun.. Jonathan tidak pernah membalas melukai wanita tersebut.
"Aku tidak akan membiarkan gadis ini terlepas dari ku, akan kubuat dia membayar semua perbuatannya hingga membuat istriku Karmila meninggal dunia!" seru Iqbal.
"Kau tidak ada ubahnya dengan para iblis yang ada di neraka, Iqbal!" seru Jonathan.
"Aku tidak peduli paman." jawab Iqbal.
Buk..
Jonathan langsung melayangkan satu pukulan di wajah Iqbal, Tak lama kemudian pria itu meninggalkan keponakannya dan menuju tempat Aisyah.
"Maafkan aku, Tuan. maaf karena telah membuat Anda bertengkar dengan keponakan Anda." ucap Aisyah dengan tubuh yang bergetar. terlihat gadis itu meneteskan air matanya.
"Kenapa kau harus menangis, Memangnya Apa yang telah kau perbuat?" tanya Jonathan kembali.
Aisyah menatap wajah Jonathan, pria yang begitu matang itu terlihat begitu bersahaja. hingga membuat Aisyah langsung menundukkan kepalanya saat melihat pria itu.
"Kau tidak perlu takut padanya, aku akan membantumu untuk terlepas dari jeratan pria Brengsek itu!" seru Jonathan.
"Tapi saya mempunyai hutang yang begitu banyak, tuan." ucap Aisyah sambil terbata.
"Aku akan membayarnya." jawab Jonathan.
"Tapi Tuan..." ucap Aisyah kembali.
"Jangan khawatir, aku tidak akan meminta kau untuk membayar hutang hutang yang telah ku bayar kepada Iqbal." ucap Jonathan.
__ADS_1
Aisyah menundukkan kepalanya, Tak ada kata yang bisa diucapkan oleh gadis itu. hanya air mata yang terus berlinang hingga membuat Jonathan begitu ibah kepada sosok gadis yang ada di depannya itu.
"Berapa usiamu?" tanya Jonathan.
"20 tahun, Tuan." jawab Aisyah.
"Baiklah kalau begitu, Sebaiknya kau istirahat di kamarku. kalau kau beristirahat di sini aku yakin keponakanku itu akan menyakitimu kembali." ucap Jonathan yang kemudian menggendong tubuh Aisyah dan membawanya ke kamar pria itu.
"Tidak Tuan, Lebih baik saya berada di tempat ini." ucap Aisyah.
"Apakah kau ingin mati?" tanya Jonathan.
Aisyah menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu Diamlah, aku akan membawamu ke kamarku." ucap Jonathan yang kemudian menggendong Aisyah dan membawa Gadis itu ke kamarnya.
"Sekarang kau tidurlah dan tidak usah memikirkan apapun." ucap Jonathan yang kemudian menelpon salah satu dokter kenalanya untuk memeriksa tubuh Aisyah.
"Aku akan keluar sebentar untuk mengambil air dingin dan makanan." ucap Jonathan yang kemudian meninggalkan Aisyah dan menuju dapur rumahnya.
Aisyah menghela nafasnya Gadis itu menatap seorang pria yang begitu baik padanya seorang pria yang barusan datang malah menjadi penolong hidupnya.
Jonathan telah kembali dengan membawa baskom yang berisi air dingin dan membawakan Aisyah makanan dan minuman.
Terlihat Aisyah telah terlelap, tubuhnya terasa tidak bisa menahan lelah dan rasa kantuknya.
"Rupanya kau sudah tertidur." guman Jonathan.
Pria itu terus menatap seorang gadis muda yang tubuhnya penuh luka, bahkan terlihat wajahnya pucat karena menahan seluruh siksaan yang diberikan oleh Iqbal.
"Malang sekali nasibmu, harus menerima kesalahan yang tidak pernah kau lakukan." ucap Jonathan.
tak lama kemudian akhirnya teman Jonathan setelah sampai di rumah itu.
"Hai bro, g mana kabarmu?" tanya seorang dokter teman Jonathan.
"Hai, kabarku baik." jawab Jonathan.
__ADS_1
"Siapa wanita itu, bro?" tanya teman Jonathan yang bernama firdaus.
"Dia adalah istri bayaran dari keponakanku." jawab Jonathan.
"Maksud lo?" tanya dokter firdaus kepada Jonathan.
"Sudah, Jangan banyak bertanya. Lebih baik kau kau periksa dia dulu setelah itu nanti akan ku ceritakan semuanya." jawab Jonathan yang kemudian meminta dokter firdaus untuk memeriksa Aisyah.
"Untung saja aku membawa perawat, kalau aku memeriksanya bisa-bisa telingaku di jewer Sama istriku." jawab dokter firdaus yang membuat Jonathan hanya tersenyum.
"Ternyata kau takut sama istrimu juga ya." ucap Jonathan kepada dokter firdaus.
"Jangan suka menggodaku ya, Jonathan. karena kau belum tahu apa namanya cinta dan bagaimana kalau kau benar-benar mencintai seorang wanita." jawab dokter firdaus.
"Sudah jangan banyak bicara, Lebih baik kau periksa Gadis itu."Jonathan memerintahkan temannya itu untuk memeriksa Aisyah. terlihat tubuh Aisyah begitu lemah hingga membuat Dokter firdaus sedikit kebingungan.
"Dokter, kelihatannya gadis ini perlu dibawa ke rumah sakit." lapor perawat yang dibawa oleh dr firdaus.
"Memangnya kenapa?" tanya dokter firdaus kepada perawatnya.
"Gadis ini mengalami penganiayaan dokter." jawab perawat yang bersama dokter firdaus. terlihat dokter firdaus menatap kedua tangan Aisyah, terlihat disana kedua tangan itu banyak mengalami pukulan dan Sulutan dari rokok.
"Ada apa dengan gadis ini?" tanya dokter firdaus kepada Jonathan.
"Sudahlah nanti akan aku ceritakan." jawab Jonathan.
"Lebih baik kita segera membawanya ke rumah sakit, karena terlihat gadis ini tubuhnya begitu lemas dan dipenuhi begitu banyak luka." ucap dokter firdaus yang kemudian meminta Jonathan untuk membawa Aisyah ke rumah sakit.
"Baiklah kalau begitu, aku akan membawanya. kau ikut bersamaku dengan perawatmu!" seru Jonathan yang kemudian meminta dokter firdaus untuk satu mobil dengannya.
"Memangnya apa yang terjadi dengan gadis ini?" tanya Dokter firdaus.
"Ini semua ulah keponakanku Yang gila itu." jawab Jonathan.
"Iqbal." ucap dokter firdaus.
"Tentu saja, siapa lagi." jawab Jonathan.
__ADS_1
** bersambung **