
Dua hari kemudian Aisyah sudah sadar dari kecelakaan itu, tatapan matanya menatap tempat keberadaannya.
"Dimana aku!" tanya Aisyah kepada salah satu perawat yang merawatnya.
Tentu saja Aisyah ingat dengan kejadian kecelakaan itu, sebuah kecelakaan yang membuat dirinya harus masuk ke dalam situasi yang begitu menakutkan.
"Lebih baik kalian memanggil orang yang menemukan gadis ini!" seru para perawat kepada temannya.
Aisyah menatap di sekililing, tidak ada suaminya di sana.
"Suster, aku di mana?" tanya Aisyah.
"Di rumah sakit nyonya, anda mengalami kecelakaan." jawab seorang suster kepada Aisyah.
"Lalu di mana suamiku?" tanya Aisyah. terlihat dua suster itu tidak tahu, karena pria yang menolong Aisyah hanya membawa wanita itu sendiri.
"Suami, Suami yang Mana Nyonya?" tanya si perawat.
"Tentu saja seorang pria yang bersamaku, suamiku." jawab Aisyah.
"Kami tidak tahu Nyonya, karena anda dibawa kemari sendirian." jawab si perawat.
"Tidak mungkin, Coba kalian cari di salah satu ruangan pasien dengan teliti, ciri akhirnya...." Aisyah mengatakan pada salah satu perawat tentang ciri-ciri suaminya. dia berharap suaminya berada di satu rumah sakit dengannya, Tak lama kemudian seorang pria tua memasuki ruangan tersebut.
Tatapan mata Aisyah menatap pria tua itu, seorang pria yang bisa dikatakan sebagai penolong bohongan Aisyah.
"Kau sudah sadar nak?" tanya si pria tua.
__ADS_1
"Anda Siapa?" tanya Aisyah.
"Aku adalah orang yang telah menolongmu waktu kecelakaan." jawab pria tua.
"Lalu di mana suamiku?" tanya Aisyah.
Tentu saja pria itu terdiam tanpa bisa menjawab perkataan Aisyah, sesaat kemudian terlihat pria tua itu menundukkan kepalanya sembari berakting menangis.
"Maafkan bapak ya nak, bapak tidak bisa menolong suamimu. mobil suamimu dan suamimu masuk ke jurang, bapak pak tidak bisa menolong suamimu." jawab si pria tua.
Tatapan mata Aisyah terkunci pada si pria tua.
"Apa maksud bapak?" tanya Aisyah.
"Maafkan bapak, mobil suamimu dan suamimu masuk ke jurang dan mobil itu sudah meledak." jawab si pria tua, tentu saja Aisyah tidak bisa menahan debaran jantungnya.
"Maafkan bapak nak, bapak tidak bisa menolong suamimu." jawab si pria tua.
"Tidak! pasti bapak berbohong, suamiku masih hidup!!" seru Aisyah dengan sangat histeris. terlihat wanita itu menangis sejadi-jadinya dan berteriak begitu keras, tidak mungkin Aisyah kehilangan suaminya. wanita itu terus berteriak hingga membuat para perawat menyuntik Aisyah dengan obat penenang.
"Sebaiknya kita suntik wanita ini dengan obat penenang, Kalau tidak dia akan berteriak histeris lagi!" seru salah satu perawat.
Aisyah disuntik dengan obat penenang Karena Wanita itu itu sudah kehilangan kendali, dia terus berteriak dan membuat kegaduhan di ruangannya. sebuah kabar yang tidak mungkin akan dia terima, kehilangan suami? Aisyah.. dia benar-benar tidak akan percaya hal itu.
Keesokan hari terlihat beberapa anggota Rumah sakit Dokter Syah sudah mendatangi Aisyah yang ada di Bandung.
"Bagaimana ini bisa terjadi!" seru Firdaus yang mendapat kabar Kalau mobil Aisyah dan Mahfud mengalami kecelakaan di Bandung.
__ADS_1
Tentu saja Maaf Firdaus dan sang istri langsung meluncur ke tempat itu, mereka tidak akan membiarkan Aisyah sendirian dan membuat wanita itu semakin kehilangan.
Firdaus harus menempuh jarak sekitar 2 jam lebih untuk sampai ke tempat tujuan di Bandung. di salah satu rumah sakit yang sedikit kecil dengan fasilitas yang tidak terlalu memadai, Firdaus, Jonathan dan Kikan berlari begitu kencang untuk menemui Aisyah.
Mereka berharap tidak ada yang terjadi kepada sepasang suami istri itu, Kikan bertanya kepada salah satu resepsionis Rumah sakit tempat keberadaan Aisyah.
Sesaat kemudian salah satu perawat mengantar mereka bertiga keruangan Aisyah. saat berada di ruangan itu, betapa terkejutnya mereka saat melihat Aisyah harus diikat.
"Apa yang terjadi!!" seru Kikan yang tidak terima saat melihat kondisi Aisyah yang begitu memprihatinkan.
"Maaf kalian ini siapa?!" seru para perawat.
"Kami adalah keluarganya." jawab Kikan.
"Maaf Nyonya, kami harus mengikat Nyonya Aisyah karena dia terus berteriak dan mencoba melukai dirinya." jawab si perawat. tatapan mata ketiga orang itu melihat Aisyah yang kondisinya sangat memprihatinkan.
"Di mana suaminya?!" seru Firdaus.
Sesaat kemudian si pria tua pembohong itu keluar, dia menceritakan semua cerita bohongnya kepada Jonathan dan Firdaus. Kikan yang mendengar hal itu wanita itu langsung berteriak histeris dan terduduk di lantai, Kikan diam terus menutup mulutnya karena tidak percaya jika Mahfud telah meninggal dunia. Kikan menatap Aisyah, terlihat wanita itu seperti seorang wanita yang yang kehilangan jiwanya, sudah 2 hari Aisyah berada di rumah sakit.
"Sebaiknya kita bawa Aisyah ke Jakarta dan kita rawat dia di rumah sakit kita, kasihan anak-anak kalau harus melihat ibunya ke Bandung." seru Jonathan.
Akhirnya Firdaus melunasi pembayaran di rumah sakit kemudian mengajak Aisyah kembali ke Jakarta, tatapan mata Aisyah kosong karena dia harus menerima kenyataan yang begitu pahit. kenyataan yang tidak akan pernah ada di pikirannya, menjadi janda muda di usianya yang masih 29 tahun.
Lia telah mendengar mengenai kabar Aisyah kecelakaan dan Mahfud telah meninggal dunia. dengan segera wanita itu langsung ke rumah sakit untuk menjenguk saudara ipar suaminya itu, Lia baru beberapa hari melahirkan. Namun karena dia begitu khawatir dengan Aisyah wanita itu memilih untuk segera ke rumah sakit.
** bersambung **
__ADS_1