MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Wanita yang selalu mengganggu


__ADS_3

* RUMAH SAKIT WANEA SYAH *


Sebuah rumah sakit yang bernama Rumah sakit Wanea Syah, rumah sakit itu Rumah sakit milik dokter Syah warna yang adalah istri dari Dokter Syah yang meninggal setelah melahirkan kan dokter Firdaus.


Dokter Syah tidak pernah menikah lagi setelah kematian istrinya, rasa cintanya kepada sang istri membuatnya tidak mau menghianati cinta yang selalu mereka pupuk semenjak mereka masih muda.


Hari ini Aisyah akan ke rumah sakit untuk menemani dokter Mahfud. karena pria itu meminta istrinya untuk membantu beberapa pekerjaan yang ada di sana, Aisyah menyetujuinya.. karena waktu itu sebenarnya Dokter Syam meminta Aisyah untuk menjadi direktur di salah satu rumah sakit yang dia miliki, namun Aisyah tidak ingin seperti parasit yang selalu dibicarakan oleh orang-orang.


Salah seorang Dokter yang melihat Mahfud baru memasuki pintu masuk rumah sakit yang begitu besar itu. tatapan matanya langsung tertuju pada pria itu, seorang wanita yang bernama Dokter Sarah.


"Dokter Mahfud, sebaiknya kau ikut denganku. karena ada pasien yang mengalami gagal jantung!" seru Dokter Sarah yang kemudian langsung menarik tangan pria itu.


Mahfud langsung menarik tangannya dari tangan Sarah yang berusaha menariknya, pria itu tidak ingin istrinya mempunyai pemikiran yang salah terhadapnya.


"Baiklah Dokter Sarah, lebih baik kau langsung ke tempat itu. aku akan kesana setelah mengantarkan istriku ke ruanganku." jawab Mahfud yang kemudian membawa sang istri keruangannya. terlihat sekali tatapan mata Sarah menatap seorang wanita yang kini menjadi istri dari pria yang begitu dia idam-idamkan.


"Tapi, ini sangat mendadak!" seru Sarah.


"Kau bisa menanganinya dulu, lalu Mengapa kau harus menemuiku? apalagi yang aku tahu kau adalah Dokter yang terbaik untuk menangani gagal jantung itu, jika kau tetap disini aku yakin pasien itu tidak akan bisa tertolong!" seru Mahfud yang kemudian membawa sang istri ke ruangannya.


Sarah selalu mencari cara agar dia bisa dekat dengan Mahfud. Karena Wanita itu adalah tipe wanita pengganggu seperti Lia.


Terlihat Mahfud wajahnya begitu kesal karena kehadiran wanita itu, pria tidak ingin istrinya mempunyai pemikiran kalau dia adalah pria brengsek sama dengan pria-pria yang ada di luar sana.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Aisyah kepada Mahfud. pria itu menatap sang istri sembari tersenyum.


"Aku tidak ingin kamu mempunyai pikiran kalau aku ini adalah pria brengsek yang akan meninggalkan istrinya untuk wanita lain." jawab Mahfud yang kemudian membuka pintu kantornya dan meminta istrinya itu untuk duduk.


"Kau tidak usah khawatir seperti itu, Aku tidak akan mempunyai pikiran seperti itu. apalagi aku tahu kalau kau mencintaiku, Jadi kalau kau berani berbuat macam-macam di belakangku.. siap-siap saja kau akan menerima balasan yang setimpal atas perbuatan mau." jawab Aisyah yang membuat Mahfud menarik kedua tangan sang istri dan menciumnya.


"Aku tidak akan pernah melukai hati wanita sebaik dirimu, sudah cukup luka yang dahulu mereka torehkan untukmu." jawab Mahfud yang kemudian membawa istrinya ke sebuah ruangan.


"Mau kemana?" tanya Aisyah kepada sang suami.


"Katanya ada pasien yang kemarin mengalami pelecehan seksual, jadi Dokter Syah ingin memintaku melihat pasien itu." jawab Mahfud.


"Memangnya apa yang terjadi dengan nya?" tanya Aisyah.


Aisyah menuruti kata suaminya, wanita itu masuk ke dalam ruangan yang ternyata di sana ada seorang wanita yang terbujur dengan kondisi yang mengenaskan tatapan matanya menatap wanita itu.


"Kenapa wajahnya tidak asing ya." Guman Aisyah dalam hati sambil menatap wanita itu. sesaat kemudian datanglah sang pengganggu kelas akhirat, Siapa lagi kalau bukan Kikan.


"Kamu lagi ngapain di sini?!" seru Kikan yang dari tadi sudah membuntuti Aisyah.


"Ya ampun Mbak KIka ngagetin aja sih seru Aisyah yang sudah ada di dalam sebuah ruangan sebuah ruangan pasien yang mengalami ketergantungan obat-obatan.


"Mbak, kayaknya aku pernah lihat wajah wanita ini deh." ucap Aisyah kepada Kikan.

__ADS_1


"Wanita itu menatap Aisyah, Sesaat kemudian tangannya menyingkirkan tubuh Aisyah dan menatap seorang wanita yang dikatakan oleh Aisyah.


Betapa terkejutnya Kikan saat melihat seorang wanita yang sudah ada di depan matanya, Ternyata wanita itu adalah Shamila istri dari Jonathan.


"Shamila." ucap Kikan yang melihat mantan istri Jonathan itu sudah terkapar di ranjang rumah sakit.


"Mbak mengenalnya?" tanya Aisyah kepada Kikan.


"Tentu saja aku mengenal wanita murahan ini, Apakah kau tidak ingat kalau dia adalah istri dari Jonathan Adhyaksa." ucap Kikan yang kemudian melihat tubuh wanita itu dari atas sampai ke bawah.


"Kau mengenalnya?" tanya Mahfud kepada Kikan.


"Tentu saja aku mengenal wanita ini, wanita murahan yang telah menikah dengan Jonathan. namun kelakuannya seperti wanita jalang yang selalu berselingkuh." jawab Kikan yang kemudian an menusuk-nusuk tubuh Kikan dengan jarinya.


"Apakah dia sudah mati?" tanya Kikan kepada Mahfud.


"Tentu saja dia belum mati, kalau dia sudah mati tidak mungkin dikasih infus sama bantuan oksigen kan." jawab Mahfud yang membuat Kikan menghela nafasnya.


"Karena inilah aku tidak suka berada di rumah sakit, baunya sungguh menyengat dan membuatku ingin muntah." ucap Kikan yang kemudian mengajak Aisyah keluar.


"Aku akan mengajak istrimu ini ke kantin, kepalaku pusing karena melihat pemandangan seperti ini." bisik Kikan di telinga Mahfud. kemudian mereka pergi meninggalkan pria itu, terlihat disana Shamila masih belum sadar karena pengaruh obat tidur yang disuntikkan oleh para dokter.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2