
2 hari kemudian
"Bagaimana hasil dari pemeriksaan kalian terhadap pria tua itu?" tanya Dokter Syah kepada Firdaus dan Mahfud.
"Kelihatannya ada senyawa racun yang masuk ke dalam jantung pria itu, Ayah." jawab Mahfud.
"Kami sudah meneliti di laboratorium dan menemukan sampel darah dari pria itu memiliki kadar racun yang cukup besar," jawab Firdaus.
"Berarti semua yang kalian pikirkan itu benar, kalau seperti itu lebih baik kalian bicarakan dengan salah satu itu pihak berwenang." terlihat Dokter Syah tidak ingin kedua anaknya dalam bahaya.
Apalagi pria yang sedang mereka tangani adalah salah satu pengusaha kaya raya yang memiliki begitu banyak harta yang melimpah.
"Apakah kita berbicara dengan salah satu itu kepala polisi kenalan Ayah itu?" tanya Mahfud.
"Tentu, lebih baik kalian menangani segala sesuatu yang berhubungan dengan masalah ini." jawab Dokter Syah sambil menatap Putra dan menantunya.
"Apakah ada yang Ayah takut kan?" tanya Firdaus.
"Tentu saja Ayah sangat takut jika sesuatu terjadi pada kalian, apalagi salah satu putra dari pria ini memiliki perusahaan yang bisa membuat rumah sakit kita dalam bahaya." jawab Dokter Syah.
"Maksud ayah?" tanya Firdaus.
"Tentu saja kali yang tidak tahu siapa pria itu, karena pria itu adalah salah satu pengusaha yang paling berkuasa di Indonesia. dia mempunyai begitu banyak perusahaan di bidang properti, jasa pengiriman barang, konstruksi dll." jawab Dokter Syah.
"Kalau begitu, berarti pria itu adalah orang yang paling berkuasa, Ayah?" tanya Firdaus.
__ADS_1
"Bisa dibilang begitu." jawab Dokter Syah.
"Kalau begitu bisa dibilang kalau pria itu adalah orang yang yang bisa membuat rumah sakit ini ditutup?" tanya Mahfud.
"Tentu saja, jika kita tidak memiliki kesalahan dengan pria itu dia tidak bakal membuat kita dalam bahaya. namun yang Papa takutkan adalah jika putranya ingin melakukan sesuatu kepada kita, maka kita harus bersiap-siap. Jika benar kalau ini adalah kasus perencanaan pembunuhan berarti kita harus bersiap-siap dengan segala resiko dan apa yang akan terjadi." jawab Dokter Syah.
Akhirnya nya Dokter Syah, Firdaus dan Mahfud membawa pria itu ke suatu tempat agar tidak ada orang yang bisa masuk ke ruangan itu. hanya 3 dokter itulah yang bisa masuk ke sana untuk membuat penyelidikan mereka tidak sia-sia.
Keesokan hari Dokter Syah dan yang lain mendatangi pria itu, setelah mereka melakukan operasi pada jantung seorang pengusaha yang bernama Herman.
"Bagaimana, Apakah anda sudah merasa lebih baik?" tanya Firdaus.
"Saya sudah merasa lebih baik, Dokter." jawab Tuan Herman.
"Apakah kalian mengisolasi tempat ini?" tanya Tuan Herman.
Ketiga dokter itu menganggukkan kepalanya, dia menghela nafasnya sembari memegang jantungnya.
"Apakah anda sekalian yang telah menolongku?" tanya Tuan Herman.
Dokter Syah menganggukkan kepalanya, pria itu duduk di samping seorang pria yang lebih tua darinya.
"Terima kasih karena kalian telah menolongku, entah apa yang terjadi jika Kalian bertiga tidak menolong. mungkin nyawa Ku akan berakhir hari ini juga." ucap Tuan Herman.
Firdaus menatap pria itu sembari mendekat keranjangnya bersama Mahfud.
__ADS_1
"Bolehkah saya bertanya?" tanya Firdaus. Tuan Herman menganggukkan kepalanya sembari menatap Firdaus dan Mahfud.
"Apakah kalian mau bertanya kenapa kondisiku seperti ini?" tanya tuan Herman.
Firdaus dan Mahfud menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kepada mereka.
"Sebenarnya para anak-anak ku mencoba untuk membunuh ku. Entah mengapa mereka begitu berinisiatif untuk membunuh ayahnya." ucap tuan Herman.
"Apakah ini semua mengenai kekayaan Anda?" tanya Dokter Syah.
Sebagai orangtua Dokter Syah juga tahu bagaimana sifat dari seorang anak, apalagi Tuan Herman adalah pria kaya yang mempunyai kekayaan yang begitu menakjubkan.
"Kau benar Dokter, ini semua mengenai kekayaan." jawab Tuan Herman.
"Lalu Siapa yang Anda curigai?" tanya Firdaus.
"Aku tidak tahu, karena kedua Putraku dan kedua putriku mereka semua sama-sama ingin memiliki seluruh kekayaanku. Bahkan aku pun yakin kalau mereka akan saling membunuh satu sama lain jika aku telah meninggal dunia." jawab Tuan Herman.
Bagaimana tidak sebagai orang tua Dokter Syah pasti tahu bagaimana rasanya jika seorang anak mempunyai niat untuk membunuh orang tuanya, terasa kehidupan Mahfud dan yang lain seperti cerita dalam telenovela yang selalu berputar-putar.
Akhirnya Dokter Syah dan yang lain memutuskan untuk membantu Tuan Herman untuk menyelesaikan permasalahan ini. sebuah permasalahan yang mungkin akan menghancurkan Rumah sakit Dokter Syah. Dokter Syah mengambil resiko untuk salah satu pasiennya itu agar anak-anak dari tuan Herman tidak menjadi pembunuh.
Dokter Syah dan Mahfud serta Firdaus mengumpulkan beberapa bukti dan hasil laboratorium dari hasil pemeriksaan Tuan Herman. dengan begitu Tuan Herman akan bisa membawa bukti-bukti itu ke polisi dan menjerat salah satu anaknya yang ingin membunuh ayahnya. sebuah percobaan pembunuhan yang begitu sadis kepada orang tuanya, hanya karena ingin menguasai seluruh hartanya.
** bersambung **
__ADS_1