MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Shamila wanita murahan


__ADS_3

Hari ini Aisyah dan Kikan pergi ke rumah sakit. 2 wanita itu akan membantu kedua suami mereka untuk meneliti beberapa data pasien.


"Di mana suamimu?" tanya Kikan kepada Aisyah.


"Lagi ngecek kondisi pasien, mbak." jawab Aisyah.


"Lalu, apakah wanita murahan itu.. suamimu juga yang memeriksanya?" tanya Kikan kepada Aisyah.


"Entahlah, aku tidak tahu." jawab Aisyah.


"Lebih baik kau ikuti suamimu kemana saja dia pergi, karena aku yakin kalau wanita itu adalah wanita brengsek. aku berdoa semoga wanita itu terkena penyakit yang mematikan, biar sekalian mati!" seru yang terlihat begitu murka.


"ya Nggak boleh begitu juga kali, Mbak." ucap Aisyah.


"Memangnya kau mau, Kalau suamimu itu digoda oleh wanita murahan itu. kalau aku sih ogah!" seru Kikan yang kemudian mengambil beberapa berkas mengenai para pasien Dokter Firdaus dan dokter Mahfud.


Tatapan mata Kikan langsung terhenti ketika wanita itu menatap sebuah berkas yang isinya mengenai beberapa orang yang sudah di ada di mejanya.


"Ada apa Mbak?" tanya Aisyah kepada Kikan.


"Lihatlah, ternyata wanita ini mengalami kelainan ****, sama dia habis overdosis karena obat terlarang." jawab Kikan yang kemudian menunjukkan berkas milik Shamila.


"Siapa?" tanya Aisyah.


"Maka dari itu ke sini, Jangan tanya terus!" seru Kikan yang kemudian menarik tubuh Aisyah dan memperlihatkan berkas mengenai Shamila. ternyata Shamila mempunyai sebuah gangguan hiperseksual(seseorang yang kecanduan berhubungan badan)


"Ternyata mantan istri mas Nathan Itu sangat menjijikkan ya, Mbak." ucap Aisyah kepada Kikan.

__ADS_1


"Tentu saja, Bahkan di malam pernikahannya wanita itu langsung mengajak salah satu tamu untuk melakukan hubungan terlarang itu di kamar pengantin mereka." jawab Kikan sambil mencibir tidak karuan.


"Wanita itu benar-benar mengerikan." ucap Aisyah.


"Tentu saja mengerikan, kalau dia tidak mengerikan namanya bukan wanita sundel bolong." jawab Kikan yang kemudian mengajak Aisyah untuk meneliti satu-persatu berkas para pasien.


Di tempat lain tatapan mata Shamila yang sudah terbangun, wanita itu menatap dirinya yang sudah berada di rumah sakit. seorang Dokter tampan sedang berdiri di sampingnya.


"Tampan sekali." ucap Kikan saat melihat wajah Dokter Firdaus dan Dokter Mahfud serta dokter Jodi. ketiga pria itu sedang meneliti kasus mengenai Shamila dan 1 orang yang bersama wanita itu.


"Kelihatannya wanita ini sudah terbangun." ucap Dokter Jodi kepada Firdaus dan Mahfud.


"Biarkan saja, dia tidak mengalami apa-apa cuma overdosis." jawab Firdaus yang kemudian menyuntikkan suatu obat ke dalam infus.


Wanita itu tersenyum saat melihat Dokter yang sedang merawatnya itu, wajahnya bila bisa dibilang tampan-tampan.


"Kalian jangan sampai menyentuh wanita ini sedikit pun, jika kalian menyentuhnya penyakit kelamin nya akan menular pada kalian!" seru Firdaus yang membuat Shamila langsung melotot.


"Apa maksudmu?!" seru Shamila kepada Firdaus.


Auch...


rintih Shamil yang berpura-pura saat dirinya menatap salah satu pria tersebut.


"Apakah kita saling mengenal?" tanya Shamila kepada Firdaus.


Pria itu tidak ingin mengeluarkan sepatah kata pun, apalagi wanita murahan ini adalah wanita yang sangat Dia benci bersama sang istri.

__ADS_1


"Aku tanya padamu Dokter, apakah kita saling mengenal?" tanya Shamila kembali.


Tetap saja Firdaus tidak ingin menjawab pertanyaan dari Shamila, pria itu benar-benar sangat muak melihat wanita sundel itu berada di sana.


Sesaat kemudian, terlihat Shamila ingin menarik salah satu dokter agar mendekat padanya.


"Kau itu punya penyakit kelamin, jangan macam-macam ya sama kedua temanku ini. dasar wanita murahan!" seru Firdaus yang sudah begitu marah. terlihat pria itu benar-benar tidak bisa mengontrol emosinya saat melihat Shamila.


"Akan ku tuntut rumah sakit ini, karena kau telah menghinaku!" seru Shamila kepada Firdaus.


"Tuntut saja, bakal kuntutut kau karena telah melecehkan salah satu dokter di tempat ini." jawab Firdaus sambil melotot kepada Shamila. wanita itu sedikit kebingungan, nampak tatapan matanya menatap Firdaus yang begitu tidak menyukainya.


"Apa maksudmu?!" seru Shamila.


"Aku telah mendapat bukti bahwa kau berusaha melecehkan salah satu Dokter ditempat ini, Lihatlah tanganmu itu hendak menyentuh alat vital salah satu dokter ini!" seru Firdaus yang begitu murka.


Ternyata tangan Shamila sudah ingin meraih alat vital dokter jodii Hal itu membuat Firdaus sangat marah.


"Aaa...!!"


seru Dokter Jodi saat melihat salah satu tangan Shamila ingin menyentuh alat vitalnya.


Hal itu membuat Dokter Jodi langsung berteriak, sedangkan Shamila, wanita itu mukanya langsung memerah karena malu. benar-benar wanita itu adalah wanita sundel bolong seperti yang dikatakan oleh Kikan.


"Sebaiknya kita suruh para dokter wanita, karena jika kita yang merawat wanita ini bisa-bisa kita bertiga akan di perkosa wanita sundel bolong ini!" seru Firdaus yang kemudian mengajak kedua temannya itu keluar dari ruangan Shamila.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2