MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Jonathan vs Dokter Mahfud


__ADS_3

Terasa waktu berlalu dengan sangat cepat, setiap pagi Aisyah mendapat bunga yang di kirim oleh Dokter Mahfud untuknya.


"Nona Aisyah, tadi ada kiriman buket bunga dari Dokter Mahfud." ucap salah satu pekerja.


"Heh...ngapain juga pria itu tiap pagi kasih bunga melulu, sedangkan yang satunya malah begok banget." gerutu Kikan yang kemudian mengambil bunga dari tangan Aisyah.


Saat kita hendak membuang bunga itu, malah Jonathan datang dengan wajah yang tidak bersalah sama sekali. hingga membuat Kikan mempunyai niat licik untuk membuat sahabatnya itu kebakaran lahan hutan.


"Oh ya Aisyah....bunga ini harum banget loooo!!" seru Kikan dengan suara yang di buat sekeras mungkin. agar Jonathan mendengarnya.


"Mbak, jangan keras-keras dong." ucap Aisyah.


Jelas saja Jonathan mendengar perkataan dari Kikan, bagaimana tidak..suara wanita itu sekeras mikrofon masjid.


"Bunga dari siapa?" tanya Jonathan.


"Hai, Jo..ini Aisyah dapat buket bunga setiap pagi." jawab Kikan sambil menunjukkan bunga yang tadi di bawa Kikan.


"Memangnya bunga dari siapa?" tanya Jonathan kembali..


"Itu tuh dari dokter Mahfud, murit mertuaku." jawab Kikan yang terus memanas-manasi Jonathan.

__ADS_1


"Dasar pria itu, sudah dibilangin masih tetap kirim bunga." gerutu Jonathan.


Kikan tersenyum saat melihat Jonathan begitu marah saat Aisyah mendapat bunga dari seorang pria.


"Kenapa mukamu seperti itu, Jo?" tanya Kikan kepada temannya.


"Kau ini membuat orang tambah panas saja." ucap Jonathan yang kemudian mengambil bunga yang ada di tangan Kikan dan membuangnya.


"Ha-ha-ha ternyata kau kebakaran juga." ucap Kikan yang kemudian mengajak Aisyah ke kantornya.


"Mbak Kikan ini selalu membuat masalah deh," jawab Aisyah.


Dari hari kehari waktu berjalan, perasaan Jonathan semakin hari semakin dalam kepada Aisyah. namun terlihat Jonathan masih takut untuk mengungkapkan perasaannya kepada Aisyah.


Sedangkan Aisyah, Gadis itu sebenarnya dia sudah memiliki perasaan kepada Jonathan. namun Aisyah takut kalau Jonathan hanya menganggapnya sebagai seorang wanita yang pantas dikasihani karena telah disakiti oleh keponakannya.


Sudah hampir 4 bulan lamanya mereka berada di Batam, setiap hari Jonathan selalu memberikan perhatiannya kepada Aisyah.


"Ayo kita keluar, nanti restorannya sudah tutup." terlihat hari ini Jonathan mengajak Aisyah untuk keluar makan malam. pria itu sudah memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya kepada Aisyah.


Sebuah restoran telah dipilih oleh Jonathan untuk mengungkapkan perasaannya kepada Aisyah.

__ADS_1


"Iya Mas." jawab Aisyah.


"Tadi, Kikan udah tau belum kalau kita akan keluar!" tanya Jonathan. Aisyah menganggukkan kepalanya.


"Sudah Mas, tadi aku sudah bilang kepada mbak Kikan Kalau hari ini Mas Nathan mau mengajakku keluar." jawab Aisyah.


"Ya sudah kalau begitu, kalau dia tidak dipamiti bisa-bisa nyerocos tidak ada henti-hentinya." ucap Jonathan yang kemudian mengajak Aisyah keluar dari kantor untuk melakukan makan malam di sebuah restoran.


"Aisyah kapan-kapan mau nggak ikut Mas ke Singapura?" tanya Jonathan kepada Aisyah.


"Memangnya kita mau apa ke sana, Mas?" tanya Aisyah.


"Tentu saja untuk jalan-jalan." jawab Jonathan.


"Memangnya Mas Natan mau ngajak Aisyah ke sana, Apalagi Aisyah kan tidak bisa berbahasa Inggris." ucap Aisyah sambil menatap wajah Jonathan.


"Nanti mas Nathan akan mengajarimu berbahasa Inggris sedikit demi sedikit, biar nanti kalau kita jalan-jalan kamu sudah fasih berbahasa Inggris." ucap Jonathan yang kemudian mengajak Aisyah masuk ke dalam restoran.


Terlihat di restoran itu nuansanya begitu romantis, Jonathan memang memesan untuk malam ini agar dirinya bisa mengungkapkan perasaan kepada ada Aisyah.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2