MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Rencana Lia


__ADS_3

Hari ini Aisyah terasa bagaikan bom yang sudah meledak kan satu wilayah sekaligus. Jonathan begitu terkejut dengan semua sifat baru dari Aisyah, entah apa yang terjadi dengan gadis itu. namun kenyataan yang terlihat.. ada sebuah luka yang telah ditorehkan oleh Iqbal dan Jonathan hingga membuat wanita itu benar-benar berubah.


"Apa yang sedang kau lakukan disini?" tanya Kikan kepada Aisyah.


"Sedang lihat bintang Mbak, kemungkinan bintangnya itu akan turun dan berubah menjadi Mas Mahfud." jawab Aisyah yang membuat Kikan langsung tertawa terbahak-bahak.


"Ha-ha-ha... Kau kira Mahfud itu bintang yang sedang kelap-kelip gitu!" seru Kikan yang membuat Aisyah mencibir karena dihina oleh wanita itu.


"Mbak Kikan jangan bilang seperti itu dong, aku ini sedang menghayal masa dihancurkan dengan begitu mudahnya." jawab Aisyah.


"Kamu sih sukanya menghayal terlalu aneh." jawab Kikan.


"Mbak Kikan jangan terlalu mengkhawatirkan Aisyah, karena Aisyah tidak akan membiarkan mereka terus menyakiti Aisyah." ucap Aisyah sembari menatap bintang-bintang yang ada di langit. Entah mengapa perasaannya kini semakin in keras, Hal itu membuat Aisyah sudah menjadi wanita yang hebat.


"Mbak Kikan sangat senang saat kau menunjukkan Siapa dirimu yang sekarang, karena jika kau terus saja diam mereka akan membuatmu menjadi sampah dan menginjak-injak mu." ucap Kikan yang kemudian mengelus pucuk kepala Aisyah.


"Tentu saja Aisyah tidak ingin dipermainkan terus-menerus oleh mereka." jawab Aisyah.


Terlihat di luar sana suara gemerisik dari orang-orang membuat Aisyah dan Kikan langsung keluar.

__ADS_1


"Ada apa ini?" tanya Kikan kepada para model yang sedang ke kamar mereka.


"Ayo kita minum jus orange ini sebagai tanda kalau kita adalah kelompok model yang sangat sangat bagus!" seru Ririn yang kemudian memberikan segelas jus orange kepada Kikan dan Aisyah.


Sedangkan ke empat model lain mereka juga langsung tos untuk merayakan 1 hari pemotretan mereka di Bandung.


"Besok kan masih ada waktu, malah dua hari lagi kita masih berada disini." ucap Kikan.


"Ktidak apa-apa kan Mbak, masa' kita harus dikurung terus di tempat ini." ucap Ririn yang kemudian memberikan minuman lain kepada Aisyah dan Kikan.


"Apakah kalian membutuhkan bantuan ku?" tanya seorang pria yang sekarang sedang menyamar menjadi salah satu pelayan di villa tersebut.


Pria itu menatap Aisyah, sosok wanita cantik yang 2 tahun yang lalu telah dia nikahi secara pura-pura. mungkin 2 tahun lebih... terlihat Aisyah tersenyum kepada pria itu. ternyata dia adalah Iqbal yang sedang menyamar menjadi salah satu pelayan yang ada di sana.


Tatapan mata Iqbal terus menatap para wanita yang sedang minum itu, Iqbaal tersenyum karena dia merasa rencananya akan berhasil. karena salah satu minuman itu telah dicampur obat perangsang oleh Iqbal.


Tatapan mata Iqbal menatap gelas yang yang dipegang oleh Aisyah, dan gelas itu adalah gelas yang sudah diberi tanda oleh Iqbal. pria itu tersenyum dalam pikirannya dia begitu gembira karena dia yakin minuman itu sudah dia beri obat.


"Sebentar lagi kau akan menjadi milikku dan tidak akan ada pria lain yang bisa memilikimu." guman Iqbal dalam hati yang kemudian melihat para wanita yang sudah mulai teler.

__ADS_1


Terlihat para wanita itu kepalanya sudah merasa pusing karena Iqbal sudah memberikan minuman yang ada obat bius kepada seluruh penghuni tempat ini.


Begitu pula dengan Lia, Ternyata wanita itu sudah mencampurkan obat ke seluruh minuman yang ada di ruangan Jonathan.


Apa yang terjadi kepada Jonathan setelah ini, pria itu sudah berada di kamarnya. nafasnya seperti memburu tubuhnya sudah merasa panas.


"Ada apa dengan tubuhku ini, kenapa jantungku berdebar seperti ini? tubuhku berkeringat dan kenapa tiba-tiba aku merasa bergairah." ucap Jonathan yang merasakan perbedaan pada dirinya.


Terlihat pria itu seperti pria yang tidak bisa mengendalikan hasratnya.


"Aku yakin ada seseorang yang mencampurkan sesuatu ke dalam minuman Ku." ucap Jonathan yang kemudian membuka seluruh pakaiannya. Jonathan sekarang sudah begitu pandai, karena sudah dua kali Shamila berusaha untuk menjebak suaminya itu.


"Aku yakin ada seseorang yang memasukkan obat Brengsek itu ke dalam minuman Ku." ucap Jonathan yang kemudian masuk ke dalam kamar mandi dan mencoba untuk mendinginkan tubuhnya. gairah yang ada di dalam dirinya tidak bisa terbendung, hasratnya begitu membarah. bahkan pria itu harus mendinginkan tubuhnya di dalam kamar mandi pada suasana kota Bandung yang begitu dingin.


"Aku yakin Jonathan sekarang seperti cacing yang menggeliat, sebentar lagi aku akan masuk dan dia akan langsung memaksaku saat melihatku. setelah pagi menjelang Aku yakin dia tidak akan bisa menolak ku lagi." ucap Lia yang sudah mempunyai rencana begitu buruk. terlihat wanita itu memang benar-benar tidak ingin melepaskan Jonathan untuk siapapun.


"Sekarang kau adalah milikku, setelah ini aku yakin kau tidak akan bisa menolak ku. karena kau telah menghancurkan kehormatanku." ucap Lia yang kemudian mendekati kamar Jonathan. Gadis itu sudah berada di depan kamar Jonatan, Dia mengira pria itu tidak akan mengunci kamarnya. namun yang terjadi... ternyata Lia salah, Jonathan mengunci pintunya dengan kunci ganda, kunci pintu dan kunci pengaman. Lia sangat geram, ternyata pria itu benar-benar pria yang sangat hati-hati, Lia serasa mengamuk saat dia tidak bisa membuka pintu kamar Jonathan.


"Brengsek, Brengsek! brengsek! Kenapa dia malah mengunci pintunya, Bagaimana aku bisa memasuki kamar ini jika pintu ini terkunci!" seru Lia yang begitu marah saat dia tidak bisa memasuki kamar Jonatan. dan membuat pria itu bertekuk lutut di bawah kaki Lia. rencananya ingin menjebak Jonathan seketika langsung hancur saat pintu kamar Jonathan ternyata dikunci.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2