
1 bulan kemudian..
Dari hari ke hari kondisi Aisyah semakin terpuruk, terpuruk pada kehilangan yang membuatnya sedikit frustasi. ke empat anak kembar Aisyah dibawa ke rumah sakit untuk menenangkan Mama mereka.
Satu minggu kemudian, di sebuah ruangan yang super mewah di rumah sakit Dokter Syah. Aisyah dan keempat anaknya berada di sana wanita itu harus mengembalikan kondisi pikirannya seperti semula.
"Mama!!" seru si kembar.
Aisyah tersenyum sembari menatap ke 4 anaknya yang sudah berusia 6tahun lebih.
saat melihat keempat anaknya, Aisyah langsung meneteskan air matanya. Wanita itu kembali teringat pada suaminya yang meninggal pada kecelakaan yang begitu memilukan.
"Sebentar lagi Mama pasti pulang." jawab Aisyah. saat melihat keempat anaknya itu Aisyah sudah memutuskan untuk membesarkan anak-anak, dia tidak ingin terus-menerus terpuruk dan membuat keempat anaknya semakin menderita sudah kehilangan Papa mereka. Apakah mereka harus kehilangan Mamanya juga, hari ini Aisyah akan melakukan tes kesehatan, karena dia tidak ingin jiwanya terganggu karena kematian sang suami.
Satu minggu kemudian terlihat Aisyah sudah segar bugar dan pikirannya sudah sangat sehat. langkah kaki Husein sudah memasuki ruangan Aisyah,
"Hai cantik, Bagaimana keadaanmu hari ini?" tanya Husein kepada Aisyah.
"Saya baik-baik saja." Jawab Aisyah.
"Bagaimana, Apakah kau akan pulang hari ini?" tanya Husein kembali.
"Iya Pak, saya akan kembali Hari ini. saya tidak ingin terus terpuruk dan membuat keempat anak saya menderita, mereka telah kehilangan Papa mereka aku tidak ingin mereka juga kehilangan Mama mereka." jawab Aisyah.
__ADS_1
"Aku senang jika seperti itu." jawab Husein.
Hari ini Aisyah akan kembali ke rumahnya, rumah yang begitu banyak kenangan antara dirinya dan sang suami.
"Aisyah Lebih baik kau tidak usah kembali ke rumah itu, lebih baik kau tinggal di salah satu apartemen milikku bersama anak-anakmu." pinta Husein kepada Aisyah
"Terima kasih pak, Tapi saya akan pulang ke rumah saya. ke rumah kami." jawab Aisyah.
"Bukan seperti itu cantik, Jika kau terus tinggal di rumah itu kau akan semakin terpuruk." jawab Husein.
"Kenangan adalah sesuatu yang terindah yang harus saya ingat selalu, kenangan saya dan suami saya. kehidupan saya dan suami saya, kehidupan saya bersama keluarga saya. saya akan tetap tinggal di sana tinggal bersama kenangan saya dan suami saya." jawab Aisyah yang kemudian menatap keempat putranya.
Terlihat keempat anak-anak Aisyah begitu bahagia karena hari ini Mama mereka akan kembali ke rumah.
Aisyah begitu bahagia Aisyah saat dia mendengar kembali suara dari 4 anak kembarnya.
"Ya sudah kalau begitu, jika itu keputusanmu kalian tinggal saja di sana. nanti aku dan yang lain akan sering-sering menjenguk kalian." ucap Husein yang kemudian memegang satu-persatu anak Aisyah.
"Ingat ya, Kalian harus menjaga Mama kalian baik-baik. kalian tidak boleh meninggalkan Mama kalian walau satu detik pun, oke!" seru Husein yang kemudian memberikan janji kelingking kepada 4 anak Aisyah.
Tentu saja si kembar itu langsung memberikan jari kelingking mereka, sebuah janji yang mungkin akan membawa mereka ke suatu jalan yang tidak akan mereka percayai. akhirnya Aisyah hari ini pulang dari rumah sakit menuju rumahnya. Sebuah rumah yang memberikan kehangatan dan janji yang begitu indah, Firdaus dan Kikan menjemput Aisyah, sepasang suami istri itu benar-benar akan menjadi satu-satunya keluarga yang dimiliki Aisyah selain Lia dan Jonathan.
Beberapa jam kemudian akhirnya Aisyah kembali kerumahnya, Wanita itu meneteskan matanya, dia kembali teringat dengan semua kenangan masa lalunya. kehidupannya yang begitu indah, kebahagiaan yang begitu besar.
__ADS_1
"Aisyah, kau tidak boleh terus terpuruk seperti ini. kita harus berjalan ke depan, karena kehidupan kita harus terus berjalan." ucap Kikan yang kemudian memeluk Aisyah.
Sesaat kemudian wanita itu terus melihat keempat anaknya, Kikan benar Aisyah harus menata hidupnya kembali Dia tidak boleh terpuruk dan terus-menerus pada jalan yang gelap. Dia telah kehilangan suaminya, dia tidak ingin anak-anaknya kehilangan sosok ibu yang melindungi mereka.
Dua bulan kemudian
Aisyah telah kembali menata hidupnya, dia selalu membawa foto Mahfud di liontin kalung yang dia pakai. wanita itu terus membawa kenangan suaminya. sebuah kenangan yang akan membawa Aisyah pada kebahagiaannya.
Hari ini Husein sudah mendatangi Aisyah di rumahnya, pria itu sudah merencanakan untuk mengambil hati anak-anak Aisyah terlebih dahulu. dia tidak peduli berapa lama waktu yang akan dia habiskan untuk merebut hati anak-anak saudara kembarnya itu, jadi Husen sudah menetapkan hatinya untuk mendekati Aisyah dan anak-anaknya.
Dia tidak perduli kalau ke empat anak Mahfud bukanlah anaknya, karena pria itu ingin merasakan kebahagiaan bersama seorang wanita yang sebaik Aisyah dia ingin dipanggil Ayah. walaupun pria itu telah mempunyai anak dari ayah angkatnya, Namun ternyata anak itu telah meninggal beberapa tahun yang lalu.
"Paman!!" seru Yusuf dan Malik saat melihat Husein sudah datang ke tempat mereka. tatapan mata Aisyah menatap Husen yang sudah ada di rumahnya, ternyata di tempat itu Husein melihat ada Jonathan bersama sang istri, Firdaus bersama sang istri.
"Kau datang ke sini juga!!" seru Firdaus kepada Husein.
"Memangnya tidak boleh ya?" tanya Husein balik.
"Ya boleh saja, siapa yang tidak memperbolehkan." jawab Firdaus.
"Sudah-sudah, sebaiknya kita ke ruang makan dan kita makan." ucap Aisyah yang meminta orang-orang yang ada di sana untuk makan bersama.
** bersambung **
__ADS_1