
Sekarang usia keempat bayi Aisyah dan Mahfud sudah 2 tahun. tentu saja mereka benar-benar sungguh aktif hingga membuat sepasang suami istri itu kebingungan saat mereka terkadang ngumpet di salah satu rumah dan yang lainnya di tempat lain. Mahfud begitu heboh ketika salah satu dari keempat anak-anaknya tiba-tiba hilang.
"Sayang Syahila sama Yusuf hilang!" seru Mahfud yang dari tadi Mencari kedua anak kembarnya masih belum dapat juga. barusan mendapatkan Malik dan Emily sekarang malah Syahila dan Yusuf Yang tiba-tiba ngumpet entah kemana. bocah berusia 2 tahun itu benar-benar membuat Mahfud sampai pusing tujuh keliling.
"Ada apa sih Mas?" tanya Aisyah.
"Itu dua bocah itu hilang lagi..." jawab Mahfud sambil mencari di kolong tempat tidur.
"Memangnya Mas mau mencari apa di sana?" tanya Aisyah kembali.
"Tentu saja Mencari kedua bocah itu.." jawab Mahfud.
"Kau kira mereka itu tikus dicari di kolong tempat tidur." jawab Aisyah yang kemudian mencari kedua anak kembarnya itu di dalam lemari pakaian. tentu saja kedua bocah itu benar-benar ngumpet di dalam lemari pakaian orang tuanya.
"Nih yang dicari.." ucap Aisyah sambil menunjuk dua bocah yang sudah tertidur di dalam lemari pakaian. Mahfud menepuk jidatnya, dia benar-benar tidak habis pikir karena keempat anaknya itu benar-benar membuatnya nya spot jantung ketika salah satu dari ke-4 nya hilang ataupun suka ngumpet di mana saja.
"Kok kamu bisa tahu sayang?" tanya Mahfud.
"Tentu saja aku tahu Mas, kau itu kan jarang ada di rumah, sedangkan aku setiap hari ada di rumah karena terkadang aku membawa pekerjaan ke rumah. seperti inilah kehidupan ibu-ibu yang sering mencari anaknya jika tiba-tiba mereka menghilang entah kemana." jawab Aisyah yang membuat sang suami benar-benar mengelus dada.
Hari ini Mahfud benar-benar dibuat kelelahan karena harus naik turun dari lantai 1 naik ke lantai 2 hingga ke lantai 3. pria itu harus melihat satu per satu ruangan di rumahnya karena keempat anaknya itu benar-benar sangat sangat aktif.
Malik Si biang kerok.
__ADS_1
Yusuf suka ngumpet
Emeli suka jahil
Syahila suka menghilang tiba-tiba.
"Huaaaaa... Papa Papa Alik ukul Hila!!" suara tangis dari Syahila dan Yusuf. dua bocah kembar anak Mahfud yang lain benar-benar merepotkan.
"Istriku benar-benar luar biasa, lihat saja keempat anak-anakku ini benar-benar membuat jantungku serasa mau copot." ucap Mahfud yang kemudian meminta sang istri memberikan dia air dingin, sesaat kemudian terlihat Mahfud menelpon saudaranya. siapa lagi kalau bukan Jonathan. Mahfud sedang kebingungan dengan 4 bocah kembar nya sedangkan Jonathan pria itu malah tertidur pulas dengan 1 bayi kecilnya nya.
"Halo Mas!" seru Mahfud kepada Jonathan.
"Mas bisa ke rumah nggak?" tanya Mahfud.
"Memangnya ada apa?" tanya Jonathan kepada Mahfud.
"Bisa minta tolong merawat bayi ku enggak?" tanya Mahfud.
"Boleh, kau mau bawa kesini atau aku yang ke sana?" tanya Jonathan kepada Mahfud.
"Aku ke sana aja deh.. aku mau nitip anak-anak sekitar 3 atau 4 jam-an." jawab Mahfud yang kemudian menutup teleponnya.
"Jangankan 4 jam, disuruh nginep di sini selamanya pun boleh aja." jawab Jonathan yang kemudian menaruh ponselnya di saku bajunya.
__ADS_1
Sekitar 40 menit kemudian, akhirnya Mahfud benar-benar sudah sampai di rumah Jonathan.
pria itu membawa ke-4 anaknya menuju rumah Jonathan.
"Mas, mas!!" seru Mahfud yang sudah memasuki rumah Jonathan. tentu saja pria itu dengan segera membawa keempat putranya bersama dua pengasuhnya.
Jonathan yang mendengar suara teriakan Mahfud dia langsung turun dari lantai dua rumahnya, tatapan matanya menatap keempat keponakannya yang sudah berusia 2 tahun. sedangkan putra dari Mahfud masih berusia sekitar beberapa bulan saja.
"Halo keponakan Paman!" seru Jonathan yang kemudian turun sembari merentangkan kedua tangannya kepada 4 bocah yang sudah digandeng oleh Mahfud.
Tatapan mata ke-4 anak Mahfud benar-benar menatap Jonathan, keempat bocah itu melihat Jonathan seperti melihat mainan yang akan mereka mainkan.
"Aman Atan!!" seru Emili yang sudah berlari ke pelukan Jonathan. tentu saja bocah kecil itu sudah menempel erat di tubuh Jonathan, sedangkan ketiga bayi Mahfud yang lain malah mereka berhamburan ke segala arah di rumah Jonathan. Jonathan yang kebingungan dengan ketiga anak Mahfud yang lain.
"Dengar ya Mas, aku titip anakku sekitar 5 jam. mereka Jangan diantar ke rumah kalau bukan aku yang menjemput mereka sendiri oke!" seru Mahfud yang kemudian meninggalkan keempat anaknya serta 2 pengasuh baru dari anak-anak Mahfud.
Jonathan memang belum mengerti sepenuhnya Bagaimana sifat dari keempat bayi kembar itu. dia diam saja namun sekitar satu jam kemudian... kepala Jonathan benar-benar mulai pusing, ketika keempat bayi kembar itu menghilang satu demi satu di seluruh rumah Jonathan. bayangkan Jonathan sampai meminum obat pusing saat melihat kelakuan ke-4 bayi kembar dari saudaranya itu.
"Benar-benar Mahfud ini kurang ajar banget, masa ketik ke-4 anaknya ditaruh di sini dia ke rumah sakit. Lihatlah sekarang aku harus pusing sendiri mencari keberadaan 4 balita itu." gerutu Jonathan yang kemudian berlari naik turun ke lantai 1 hingga lantai 2 untuk mencari keberadaan ke-4 anak Mahfud dan Aisyah.
Jonathan benar-benar dibuat pening kepalanya dengan kelakuan 4 balita tersebut.
"Ampun, ampun.. aku udah nggak kuat momong 4 balita kembar ini..." ucap Jonathan yang kemudian menarik salah satu kakinya karena sudah tidak sanggup berjalan naik turun tangga rumahnya untuk mencari keempat balita kembar itu.
** bersambung **
__ADS_1