MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Seperti drama televisi


__ADS_3

Setelah kejadian dua hari yang lalu, terlihat orang-orang yang ada di perusahaan kosmetik menatap Aisyah dan Kikan yang baru memasuki perusahaan. tatapan mata mereka menatap Aisyah yang mempunyai wajah cantik dan mempunyai sikap yang lemah lembut.


"Lihatlah model yang sudah bekerjasama dengan perusahaan ini, dia benar-benar cantik. benar saja kalau Tuan Jonathan menyukai dia." ucap salah satu pekerja yang ada di sana.


"Mereka sedang membicarakan siapa sih?" tanya Kikan kepada Aisyah.


"Aku juga tidak tahu Kak." jawab Aisyah.


"Tapi kenapa tatapan mereka menatap ke kita ya?" tanya Kikan yang baru memasuki kantornya.


Sesaat kemudian seorang model yang ada di perusahaan langsung berlari dengan begitu terburu-buru dan memasuki kantor Kikan hingga membuat Kikan langsung marah.


Brakkk...


Pintu kantor Kikan tiba-tiba dibuka secara kasar oleh Ririn


"Apa yang kau lakukan!" seru Kikan kepada Ririn.


"Maaf Mbak, maaf kelewatan bukannya." jawab Ririn yang terlihat nafasnya sudah ngos-ngosan karena berlari.


"Memangnya Apa yang kau lakukan?" tanya Kikan.


"Apakah Mbak Kikan dan Aisyah tidak melihat kabar yang ada di di media sosial?" tanya Ririn kepada Kikan dan Aisyah.


"Memangnya ada apa di media sosial?" tanya Kikan kepada Ririn.


"Kalian berdua ini orang-orang hebat tapi tidak pernah melihat media sosial!" seru Ririn kepada Kikan dan Aisyah."


"Memangnya ada apa di media sosial?" tanya Kikan kepada Ririn.


Akhirnya Ririn memberikan sebuah kabar dan memperlihatkan media sosialnya yang ada di sana, kejadian dua hari yang lalu menjadi viral dengan judul setelah dicampakkan ingin diraih lagi.


"Apa ini!" tanya Ki kan kepada Ririn.

__ADS_1


"Sebaiknya kita lihat sama-sama, setelah itu katakan menurut pendapat kalian." jawab Ririn.


Akhirnya ketiga wanita itu duduk bersama sambil menatap layar ponsel milik Ririn. yang terlihat disana media sosial itu memperlihatkan kejadian dua hari yang lalu mengenai lamaran dari Mahfud dan Jonathan.


"Wow.. aku tidak pernah mengira kalau wajah kita semua terpampang disini dan menjadi viral. gara-gara penerimaan dan penolakan seorang wanita." ucap Kikan sambil tersenyum. tatapan mata Aisyah menatap media sosial itu.


"Kenapa harus dimasukkan di sini sih?" tanya Aisyah.


"Kita benar-benar menjadi artis!" seru Ririn.


"Artis apaan?" tanya Kikan.


"Artis numpang lewat." jawab Ririn.


"Ha-ha-ha..pasti kalau suamiku lihat, pasti akan sangat terkejut." ucap Kikan.


Adegan yang terlihat begitu heboh hingga membuat media sosial milik seseorang langsung viral seketika. salah satu pengunjung kafe mengabadikan seluruh kejadian itu dan memposting ke media sosial.


"Lihatlah, dia dokter ganteng yang di terima cintanya itu kan. pantas saja dia diterima, Lihatlah sudah tampan kaya dan sangat menyenangkan." ucap salah satu pasien yang ada di rumah sakit.


Tatapan mata para perawat dan Dokter muda terus tersenyum menatap Mahfud yang ada di sana. Hal itu membuat Mahfud terkadang tidak begitu menyukai kondisi seperti itu.


"Ada apa?" tanya Aisyah yang sudah menerima panggilan dari Mahfud.


"Apakah kau sudah melihat media sosial itu?" tanya Mahfud melalui ponsel yang dia miliki.


"Iya aku sudah melihatnya." jawab Aisyah.


"Aku sampai kebingungan saat melihat orang-orang yang ada di rumah sakit, bahkan para pasien pun yang melihatnya mereka langsung menatapku dengan senyum senyum." ucap Mahfud.


"Lalu, apakah kau meresponnya?" tanya Aisyah.


"Tentu saja aku tidak meresponnya." jawab Mahfud.

__ADS_1


"Lalu apa yang membuatmu kebingungan seperti itu?" tanya Aisyah.


"Bukannya aku kebingungan, aku merasa risih saat melihat tatapan mereka pada aku." jawab Mahfud.


"Sama, bahkan di perusahaan ini seluruh karyawan yang bekerja di sini selalu menatapku bahkan berguman di belakangku." jawab Aisyah.


"Lebih baik aku mencari seseorang untuk menghapus menghapus video itu, di salah satu media sosial yang dimiliki seseorang." ucap Mahfud.


"Sudahlah, tidak usah.. biarkan saja." Jawab Aisyah.


"Memangnya kau tidak terganggu?" tanya Mahfud.


"Anggap saja itu juga menjadi salah satu promosi untuk aku dan kamu." jawab Aisyah.


Mahfud tersenyum, sesaat kemudian pria itu menundukkan kepalanya yang sudah tersenyum saat mendengarkan kata-kata Aisyah.


"Aku senang kalau kau tidak terganggu dengan kabar-kabar yang ada di media sosial itu." ucap Mahfud.


"Buat apa aku terganggu.'' jawab Aisyah.


"Aku takut kau akan marah saat melihat media sosial itu." ucap Mahfud.


"Tentu aku sangat senang saat orang-orang tahu kalau aku lebih memilih memilih cintamu daripada dia." jawab Aisyah.


Berbeda dengan sepasang kekasih itu, di lain tempat Jonathan begitu marah saat Lia memperlihatkan sebuah media sosial seseorang. terpampang jelas di media sosial itu, banyak orang mencibir semua kelakuan Jonathan yang terlalu memaksakan cintanya kepada seorang wanita..


"Cepat kau cari Siapa pemilik media sosial ini, kalau perlu akan ku tuntut dia!" seru Jonathan yang begitu murkah. antara malu dan kesal tentu saja Jonathan merasakan keduanya itu, bagaimana Tidak..sekarang yang terlihat jelas malah di media sosial itu mengatakan pria pemaksa.


Siapa yang tidak akan marah jika mendapat julukan seperti itu. Lia, wanita itu juga sangat geram karena merasa sakit hati dengan Aisyah. wanita itu semakin lama semakin terkenal karena semua kejadian-kejadian yang ada di sekitarnya.


"Kalau saja Iqbal tidak masuk penjara akan kupastikan aku akan meminta dia untuk menculikmu dan membawamu ke tempat yang sangat jauh." ucap Lia.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2