MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Hidup itu anugerah, ngidam juga anugerah


__ADS_3

Perjalanan masa ngidam dari Aisyah membuat Mahfud terkadang harus merasakan susahnya menjadi seorang pria yang ngidam terkadang melihat sesuatu langsung muntah bahkan mencium bau sesuatu yang sangat dibenci pun dia akan muntah.


"Kenapa wajahmu begitulah suram?" tanya Firdaus yang melihat Mahfud begitu tidak berdaya. rasanya nyawanya tidak berada di dalam raganya.


"Aku tanya sekali lagi, ada apa denganmu?" tanya Firdaus kembali.


"Aku tadi melihat seorang pria habis olahraga...." ucap Mahfud yang tidak dilanjutkan karena dia harus menghirup udara dan mencoba untuk membebaskannya.


"Memangnya kau melihat orang olahraga Kenapa?" tanya Firdaus.


"Habis..habis olahraga dia.. keringatnya bercucuran, setelah itu baunya Ya ampun...." jawab Mahfud yang membuat Firdaus langsung melongo. biasanya di masa ngidam seperti itu yang merasakan perasaan seperti itu adalah seorang wanita, namun ini berbeda.. seorang Dokter spesialis penyakit dalam harus merasakannya.dia begitu benci dengan bau badan seseorang, namun sangat menyukai makanan asam Entah di mana jalurnya itu.


"Nih tadi aku melihat manisan ini di jalan, kamu mau tidak?" tanya Firdaus kepada Mahfud. tentu saja pria itu langsung menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian menatap saudara angkat istrinya itu kau benar-benar seperti malaikat.


"Firdaus, kenapa kau itu memang berbeda dengan istrimu yang seperti iblis neraka." jawab Mahfud yang kemudian langsung merampas manisan yang diberikan oleh Firdaus. tentu saja pria itu langsung menyindir dengan kata-kata yang begitu pedas.


"Kau itu diberi sesuatu tidak berterima kasih malah langsung mengambilnya, Terima kasih sedikit gitu kek." ucap Firdaus yang membuat Mahfud langsung menghentikan makannya.


"Iya lupa kali...Terima kasih ya saudaraku, kakak iparku yang baik beda sama istrinya yang seperti nenek sihir." jawab Mahfud yang membuat Firdaus langsung menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Entah mengapa semenjak Aisyah hamil malah kelakuan konyol itu beralih kepada sang suami, dan sering sekali membuat Mahfud bertengkar dengan Kikan bahkan mereka saling beradu mulut Jika bertemu.


"Istrimu di mana?" tanya Firdaus.


"Sama istrimu." jawab Mahfud.


"Mereka lagi ngapain?" tanya Firdaus kembali.


"Nggak tahu, Aku nggak mau bertemu sama istrimu. nanti kami bertengkar lagi." jawab Mahfud.


"Kalian itu seperti kucing dan tikus, dia itu kakak iparmu tahu!" seru Firdaus yang membuat Mahfud mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Kau dulu ketemu dimana wanita seperti itu, bahkan mulut dan lidahnya itu seperti tidak ada tulang sama sekali." ucap Mahfud yang membuat Firdaus langsung memukul pundak temannya itu.


"Kau itu main angguk angguk kepala saja, nggak ada kerjaan lain apa?!" seru Firdaus


"Ada, sebentar lagi kan kita ada operasi pada salah satu pasien kita." jawab Mahfud.


"Iya tahu kalau kita itu banyak pekerjaan yang mengnggu, tapi aku tanya itu kau angguk-angguk kepala terus tidak punya pekerjaan lain, selain menganggukkan kepala?" tanya Firdaus.

__ADS_1


"Sudah, sudah.. lebih baik kita langsung ke tempat pasien itu. katanya pasien itu mengalami serangan jantung dan tiba-tiba jantungnya langsung membengkak." ucap Mahfudz yang kemudian mengajak Firdaus keruangan salah satu pasiennya.


Terlihat di sana pria tua itu seperti sekarat bahkan nadinya pun sangat lemah.


"Katanya pria ini jantungnya sudah bengkak, bahkan beberapa urat nadi nya langsung menonjol. terlihat Mahfud terus meneliti bagian-bagian tubuh pria yang sedang tidak sadarkan diri. Tidak mungkin kan kalau tiba-tiba jantung yang membengkak kalau tidak karena sesuatu." ucap Firdaus.


"Karena itu kita harus melakukan penelitian lebih dahulu kepada pria tua Ini. kemungkinan besar cuma ada 2, serangan jantung itu berasal dari obat yang tidak cocok pada tubuhnya yang kedua kemungkinan besar ada suatu racun yang diminum oleh pria ini." jawab Mahfud.


"Entahlah, namun jika benar-benar sesuatu itu yang berasal dari suatu percobaan.. kemungkinan besar hal ini akan masuk ke dalam laporan kepolisian." ucap Firdaus.


"Tentu saja ini akan menjadi masalah yang cukup rumit." jawab Mahfud.


"Sebaiknya kita melakukan penelitian dan pemeriksaan lebih teliti kepada pria ini secara diam-diam, jangan sampai ada orang lain yang tahu. Setelah itu kita baru mengetahui Kenapa pria ini mengalami pembengkakan jantung secara tiba-tiba. padahal beberapa waktu yang lalu waktu ini memeriksakan dirinya, dia baik-baik saja." ucap Firdaus.


"Apakah kamu mengenal pria ini?" tanya Mahfud kepada Firdaus.


"Tentu saja aku mengenal pria ini, karena waktu dia melakukan check up di rumah sakit aku yang yang sedang memeriksanya." jawab Firdaus.


"Kalau begitu kita harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada pria ini, jangan sampai ada Dokter lain Yang tahu. cukup kau aku dan Ayah Syah." ucap Mahfud.

__ADS_1


Akhirnya Firdaus menceritakan permasalahan salah satu pasien kepada Papanya, karena kemungkinan besar pria ini mengalami percobaan pembunuhan.


** bersambung **


__ADS_2