
Akhirnya Aisyah, Lia dan Kikan pergi ke tempat Bu Maryati, Untung saja tempat Bu Mariati dan tempat Jonathan tidak terlalu jauh hanya berjalan kaki saja mereka sudah sampai. mungkin cuma 15 menit.
"Kita jalan-jalan di sini yuk!": seru ikan yang mengajak anak kembar dari Aisyah.
"Boleh Tante." jawab Malik dan Yusuf yang begitu bersemangat untuk melakukan pendakian di tempat mereka.
"enggak usah lari-lari sayang!" seru Aisyah Aisyah tolong kau gendong Aisyah kecil ya pintal Iya Memangnya kenapa Mbak tanya Aisyah.
"Aku mau merentangkan tanganku Sebentar aku capek jawab Lia yang membuat Aisyah tersenyum. Memangnya Mas Nathan jarang sekali membantu ya Mbak?" tanya Aisyah.
Mas mu itu kalau sedang dirumah urusannya itu pekerjaan pekerjaan dan pekerjaan! disuruh mengurus anaknya bilangnya sebentar.
"Sayang, sibuk sebentar Sayang sibuk gerutu Lia yang membuat Kikan dan Aisyah tersenyum .
"Mas Nathan itu memang seperti itu Mbak ucap Aisyah Ya nggak gitu juga sih Aisyah kau tahu sendiri kan dulu aja dia minta anak kembar biar rame, biar suasana di rumah semakin hidup. giliran dia sekarang sudah punya dua anak malah tidak diurus sama sekali, sekarang ini kalau ditelepon .. kalau aku mau main ke Bandung bilangnya gimana nanti anak-anak merepotkan ." jawab lia.Lia... begitulah hidup Jonathan, terus saja membuat Lia terkadang sampai emosi
15 menit kemudian ternyata Aisyah dan yang lain sudah sampai di rumah Bu Maryati
"Nenek seru si kembar yang sudah mendatangi rumah Bu Maryati dan Pak Ruslan.
"Sayang, cucu nenek." jawab Bu Maryati yang kemudian mendatangi 4 anak kembarn dan seorang anak kecil yang berusia hampir 3 tahun.
"Selamat pagi Bu!" seru Aisyah dan yang lain.
"Selamat pagi, ayo masuk sini!" seru Bu Maryati yang mengajak keluarga Mahfud untuk segera masuk ke rumahnya.
sebuah rumah yang begitu asri, sebuah sungai kecil berada di depan rumah Bu Maryati. Hal itu membuat keasrian bertambah merasuk kedalam para orang-orang kota itu.
__ADS_1
"Mama ayo renang yuk!" seru anak-anak Aisyah.
"Jangan nanti kalian kecebur." jawab Aisyah.
"Airnya dangkal kok Aisyah." ucap Bu Maryati.
"Benarkah Bu?" tanya Aisyah. .
"Benar mungkin cuma selutut anak-anak." jawab Bu Maryati.
Akhirnya Aisyah memperbolehkan ke 4 anak kembarnya untuk berenang di sungai yang hanya berkedalaman selutut. anak-anak tentu saja putra dari Lia langsung berlari dan tidak mau kalah.
"Kalian main aja di sungai, sini berikan bayi kecil itu sama ibu." pinta Bu Maryati yang membuat Lia begitu bahagia.
"Boleh ya Bu!" seru Lia.
Akhirnya ketiga wanita dewasa itu seperti anak kecil, mereka langsung menceburkan diri mereka ke dalam sungai padahal mereka lupa kalau mereka itu tidak membawa pakaian ganti sama sekali.
"Jangan lupa nanti kalau mau pulang telepon salah satu suami kalian, minta untuk diambilkan pakaian!" seru Bu Maryati yang membuat ketiga wanita dewasa itu baru mengingat kalau mereka tidak membawa pakaian ganti.
"Ya biarin aja, ke tanggung basah!";seru Kikan yang kemudian bermain air. Bu Maryati sangat bahagia ketika keluarga dari orang yang dia temukan kini berada di rumahnya.
"Nek mana kakek?"" seru Yusuf kepada bu Mariati.
"Kakek lagi ada di sawah." jawab Bu Maryati.
"Boleh tidak kami ke sana?" tanya Malik dan Yusuf.
__ADS_1
"Boleh." jawab Bu Maryati yang membuat Aisyah dan yang lain nampak ingin mengikuti kemana kelima bocah-bocah mereka akan pergi.
Hari itu dia dihabiskan oleh Aisyah dan yang lain bersenang-senang di rumah Bu Maryati. sore telah menjelang, ternyata Jonathan sudah membawakan pakaian ganti untuk istrinya dan yang lain.
"Ayo sini makan dulu, kalian tidak lapar apa!" seru Jonathan yang sudah memesan begitu banyak makanan untuk di makan di rumah Bu Maryati. suasana pedesaan memang membuat nafsu makan mereka semua semakin berlipat ganda.
"Mas kapan-kapan buatin kolam pancing di dekat sini ya." pinta Lia kepada sang suami.
"Memangnya Buat apa?" tanya Jonathan.
"Buat mancing." jawab Lia.
Di pasar kan banyak ikan.." ucap Jonathan yang membuat ketiga wanita dewasa itu langsung melotot ke arahnya.
"Iya kalau Bu Maryati memperbolehkan akan kubuatkan kolam yang tidak terlalu dalam." jawab Jonathan yang mengalah dengan permintaan istrinya. Bu Maryati senang terlihat Pak Ruslan juga begitu bahagia saat rumahnya yang begitu sepi kini berganti menjadi sangat ramai, ramai dengan suara anak-anak juga ramai dengan suara hiruk-pikuk teriakan.
"Pak.. bapak hari ini panen apa?" tanya Aiyah.
Pak Ruslan begitu senang saat Aisyah dan yang lain sudah menganggapnya sebagai orang tua mereka.
"Tadi itu bapak menanam beberapa tanaman baru, tapi bapak juga bawa pulang pisang sudah matang." jawab Pak Ruslan.
"Kita buat pisang goreng ya! seru Kikan yang menatap Bu Maryati dengan penuh permohonan.
"Tentu boleh." jawab Bu Maryati hari memang sudah berjalan begitu cepat, Aisyah dan yang lain harus kembali ke kota agar Husein tidak curiga kepada mereka. Lia juga kembali ke tempatnya, pada kesibukannya yang selalu membuatnya marah-marah karena suaminya baru kembali tiga bulan kemudian.
Di rumah sakit itu Aisyah dan Kikan sudah mempersiapkan segala rencana mereka untuk menjebak Husein KW yang sebenarnya adalah Brian. seorang psikopat yang benar-benar sangat berbahaya.
__ADS_1
** bersambung **