
"Dengar Iqbal, kau harus dirawat dahulu. Kau tidak boleh seperti ini." ucap Aisyah sambil menenangkan Iqbal.
"Tidak, aku mau meminta maaf padamu. Sudah lama aku ingin meminta maaf padamu tapi aku sangat takut jika kau menolak permintaan maaf ku." jawab Iqbal yang masih berada di kondisi yang begitu mengenaskan.
"Tenanglah, semuanya akan baik-baik saja. Lebih baik kau dirawat dahulu setelah kau sembuh aku akan menelepon suamiku dan Mas Nathan."
Aisyah menatap wajah Iqbal yang sangat memilukan, wajahnya penuh dengan darah dan lebam di sekujur tubuhnya karena sesuatu,
"Memangnya apa yang terjadi denganmu?" tanya Aisyah.
Iqbal diam saja, pria itu tidak ingin menjawab pertanyaan Aisyah sama sekali.
"Kalau kau tidak menjawab pertanyaanku.. tidak apa-apa." jawab Aisyah yang kemudian mengajak Iqbal untuk melakukan pengecekan pada dirinya. tubuhnya yang mempunyai luka yang begitu banyak, hal itu membuat Aisyah benar kenal merasa kasihan.
"Aisyah, Kamu kemana?!" seru Iqbal
"Tenang saja, aku tidak mau kemana-mana aku hanya ingin menelepon suamiku dan Mas Nathan." jawab Aisyah.
Aisyah menelpon suami dan kakak iparnya, sedangkan Iqbal pria itu mendapatkan begitu banyak perawatan di rumah sakit Dokter Syah.
30 menit kemudian
__ADS_1
Jonathan dan Mahfud sudah berada di ruangan rumah sakit,
"Ada apa Sayang?" tanya Mahfud kepada istrinya.
"Tidak apa-apa, lebih baik kau duduk di sini karena aku ingin mengatakan sesuatu." jawab Aisyah.
langkah kaki Aisyah berhenti di suatu ruang, Jonathan menatap seorang pria yang sekarang sedang dirawat oleh para suster.
"Lihatlah siapa pria itu." ucap Aisyah yang membuat Jonatan dan Mahfud melihat orang yang sedang dirawat oleh para perawat dan Jonathan.
Seketika Mahfud dan Jonathan langsung emosi saat melihat Iqbal sudah keluar dari penjara, mereka berdua berjalan hendak meraih tubuh Iqbal.
"Kamu mau apa mas Nathan!" seru Aisyah.
"Apa maksudmu!" seru Aisyah.
"Aku yakin kalau dia mau menyakitimu." jawab Jonathan.
"Tenanglah Mas, semuanya tidak seperti itu." jawab Aisyah.
"Lalu apa yang dia lakukan di sini?!" seru Jonathan.
__ADS_1
"Dia telah menebus semua kesalahannya, Mas. Iqbal sudah bertaubat atas semua kesalahannya. kita adalah makhluk yang lemah kita tidak bisa memberikan hukuman kepada orang yang bersalah, Kita adalah makhluk ciptaan tuhan yang harusnya bisa memaafkan segala kesalahan, aku memang membencinya tapi aku yakin suatu saat Iqbal akan berubah.saat dia dipenjara. 15 tahun bukan waktu yang sedikit mas untuk merenungi semua kesalahannya." jawab Aisyah dengan begitu lembut.
Mahfud menatap istrinya, pria itu benar-benar sangat bahagia karena mendapatkan seorang wanita yang begitu luar biasa,
"Aku masih tidak yakin kalau dia sudah berubah Aisyah!!" seru Jonathan.
"Kenapa Mas tidak yakin?" tanya Aisyah.
"Karena aku yakin kalau dia hanyalah seorang pria yang selalu berbohong dia akan terus melakukan kesalahan demi menutupi kesalahannya yang lain." jawab Jonathan.
"Mas dulu juga melakukan kesalahan padaku, berulang kali tapi aku juga memberikan Mas Maaf kan, aku tidak membenci Mas kan? Begitu juga dengan Iqbal, Mengapa aku tidak boleh memberikannya maaf?" tanya Aisyah.
Tatapan sendu dari Aisyah membuat Jonathan menghela nafasnya begitu kasa.
"Aku tidak pernah mengira wanita sepertimu sangat lapang dada Aisyah, bisa memberikan maaf pada seorang pria yang telah melukaimu dengan memberikanmu luka hingga luka itu tidak bisa dikatakan sebagai luka biasa." ucap Jonathan.
"Biarkan dia diobati Mas, Setelah itu kita akan bertanya padanya. Jangan melakukan ini jika kau melakukan kesalahan maka aku juga akan minta totalan padamu. kesalahan yang kau perbuat padaku juga tidak ringan lho Mas ucap Aisyah yang membuat Jonatan menundukkan kepalanya, tiba-tiba Jonathan ingat dengan semua kelicikannya dahulu untuk mendapatkan Aisyah. berulangkali, bahkan Aisyah juga memaafkannya.
"kau benar sayang, kata maaf adalah sesuatu yang sangat indah. Kau bisa memaafkannya dan hal itu bisa membuat Iqbal merasa tenang." ucap Mahfudz yang kemudian memeluk erat istrinya.
Setelah 30 menit kemudian akhirnya Iqbal sudah disuntik obat tidur, karena Iqbal membutuhkan istirahat.
__ADS_1
** bersambung **