
Sarah benar-benar seperti seorang tokoh antagonis dalam drama televisi. wanita itu benar-benar ingin memiliki Mahfud secara utuh, Bahkan dia rela menggelontorkan uang yang banyak untuk mencari keberadaan Brian saudara kembar dari Mahfud.
Dokter Sarah membayar salah satu detektif untuk mencari tempat keberadaan Brian, dia benar-benar begitu terobsesi dengan Mahfud.
"Aku akan membayar kalian dengan nominal yang tidak akan pernah kalian harapkan, jadi sebaiknya kalian benar-benar menjalankan perintah yang telah aku berikan pada kalian." pinta Dokter Sarah kepada salah satu orang kepercayaan Dokter Sarah.
"Apa yang kau lakukan, Mengapa kau berani berbuat kejahatan seperti itu. Bagaimana jika mereka sampai ditangkap polisi dan masuk penjara!" seru seorang Dokter yang ternyata ayah dari Dokter Sarah, Dokter Ilyas adalah teman dari Dokter Syah.
"Aku tidak peduli, Ayah! aku tidak akan membiarkan Mahfud lepas dari tanganku. aku benar-benar mencintai pria itu!" seru Dokter Sarah.
"Tapi seluruh apapun yang kau lakukan itu adalah kebodohan, Sarah!" seru Dokter Ilyas.
"Aku tidak peduli Ayah, yang penting aku bisa mendapatkan pria itu." jawab Dokter Sarah.
"Jika kau berani melakukan hal itu, maka jangan salahkan jika ayah akan melakukan sesuatu untuk menghentikan seluruh kelakuanmu itu!" seru Dokter Ilyas yang benar-benar tidak akan mau melihat putrinya masuk ke dalam penjara.
"Aku tidak peduli Ayah, jika ayah melakukan hal itu maka ayah akan menjadi musuhku!" seru Dokter Sarah.
"Kalau kau benar-benar memilih jalan yang salah, maka Ayah tidak akan mau untuk mendukung seluruh kelakuanmu!" terlihat Dokter Ilyas telah mengukuhkan hatinya untuk melawan putrinya agar putrinya itu tidak terjerumus pada lembah kesalahan. seorang ayah yang akan melakukan apapun dan seorang ayah yang tidak akan mau melihat putrinya menjadi seorang penjahat.
2 Minggu kemudian
Usia kandungan Aisyah kini sudah 6 bulan. wanita itu selalu menjaga dirinya dan menjaga seluruh aktivitasnya agar tidak mengganggu bayi yang ada di kandungannya. terkadang Aisyah merasa begitu kelelahan saat anak yang ada di kandungannya itu semakin hari semakin membesar.
Hari ini Aisyah bersama sang suami berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta, wanita itu bahkan harus sering menghentikan langkah kakinya karena selalu merasa kecapean.
"Ada apa Sayang tanya Mahfud kepada sang istri nafasnya sembari terus memijit kedua kakinya kakiku capek, mas."jawab Aisyah.
Mahfud langsung menggendong sang istri dan membiarkan wanita yang sedang mengandung itu duduk manis di gendongannya.
__ADS_1
"Capek tidak?" tanya Mahfud. Aisyah menggelengkan kepalanya.
"Turunin aja Mas Nanti kamu kamu malah kecapean sendiri." ucap Aisyah.
"Mas bakal lakuin apapun demi istri dan anak-anak Mas." jawab Mahfud. Aisyah tersenyum sembari memberikan kecupan di pipi sang suami.
Di sebuah toko Aisyah menatap pakaian yang ada ada di depannya.
"Mas kita masuk ke sini yuk." ucap Aisyah.
"Mau beli apa?" tanya Mahfud.
"Mau beli pakaian." jawab Aisyah. Mahfud menganggukkan kepalanya, pria itu menuruti apa kemauan sama aku toh kemauan itu kan kemauan jabang bayi yang ada di kandungan istrinya itu.
"Kau mau beli apa, Sayang?" tanya Mahfud.
"Aku mau beli pakaian ini semua, Mas bawa uang tidak?" tanya Aisyah. Mahfudz membuka dompetnya, sesaat kemudian dia tersenyum kepada sang istri.
"Kartu debit ada kan Mas?" tanya Aisyah.
"Ada Sayang." jawab Mahfud.
"Ya udah kalau gitu nanti Mas bayar ya belanjanya." pinta Aisyah.
Akhirnya hari itu Aisyah memborong belanjaan begitu banyak, sebenarnya wanita itu tidak tahu kalau anak yang dia kandung itu laki-laki atau perempuan karena Aisyah tidak ingin melihat hal itu dan membiarkan menjadi sebuah kejutan ketika dia melahirkan, yang dia yang Aisyah tahu adalah anaknya kembar lebih dari 3 itu berarti kemungkinan 4-5.
Mahfud begitu terperangah saat sang istri membeli membeli belanjaan begitu banyak.
"Kau memborong seluruh isi toko ini ya, sayang?" tanya Mahfud.
__ADS_1
"Memangnya tidak boleh ya Mas?" tanya Aisyah.
"Ya boleh saja sih, Jawab Mahfud kembali.
"Aku suka semua ini Mas, entah mengapa aku beli banyak banget." jawab Aisyah.
"Kalau beli terlalu banyak nanti nggak ada tempatnya, belum lagi kalau dua kecebong itu memberikan hadiah padamu. mau ditaruh di mana?" tanya Mahfud kepada sang istri.
"Di rumah kan ada 7 kamar tidur Mas, ditaruh di sana saja." Jawab Aisyah.
Mahfud hanya menggelengkan kepalanya, sesaat kemudian pria itu berjalan-jalan disekitar tempat perbelanjaan.
"Kau mau beli apa Mas?" tanya Aisyah.
"Itu..." jawab Mahfud sambil menunjuk beberapa makanan yang ada di kedai makanan.
Aisyah berbelanja begitu banyak, ternyata ayah dari si jabang bayi membeli makanan begitu banyak. hingga membuat Aisyah langsung melongo ketika melihat sang suami membeli makanan hingga beberapa kantong plastik besar.
"Siapa yang makan ini semua Mas?" tanya Aisyah.
"Tentu saja aku..." jawab Mahfud.
"Kau ini gila ya mas, masa belanja tapi segini banyak sih..." Jawab Aisyah sambil melihat 5 kantong plastik makanan yang sudah dibawa Mahfud hingga membuat Aisyah benar-benar tidak percaya.
Saat mereka berdua telah selesai berbelanja langkah kaki mereka berjalan ke sebuah tempat, ternyata dengan tidak sengaja Mahfud menabrak seorang pria setengah tua yang tidak lain adalah Ayah dari Dokter Sarah,
"Dokter Ilyas." ucap Mahfud saat melihat Dokter Ilyas berada di depannya.
"Mahfud senang sekali bertemu denganmu." jawab Dokter Ilyas yang kemudian mengajak sepasang suami istri itu duduk di suatu tempat. tatapan mata Dokter Ilyas menatap Aisyah, istri dari Mahfud. seorang wanita yang begitu cantik dengan perut yang sudah membuncit.
__ADS_1
** bersambung **
** bersambung **