MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Sebuah keyakinan


__ADS_3

Hari ini Aisyah, Firdaus, Kikan, Jonathan dan Lia berkumpul di ruangan kerja Mahfud yang biasa digunakan oleh pria itu. Sedangkan keempat anak-anak Aisyah sudah tertidur.


"Bagaimana Mas, Apakah Mas sudah mengetahui sesuatu mengenai kecelakaan itu?" tanya Aisyah kepada Firdaus dan Jonathan.


"Tenanglah Aisyah, Mas sudah mengetahui beberapa permasalahan yang terjadi pada waktu itu." jawab Firdaus.


"Kemungkinan besar kecelakaan mu adalah hasil sabotase dari seseorang." jawab Jonathan.


"Lalu?" tanya Aisyah.


"Ada seseorang yang telah berusaha untuk membunuhmu dan suamimu." jawab Firdaus.


Ternyata setelah kecelakaan itu Firdaus dan Jonathan mencari tahu mengenai kejadian itu. karena menurut Aisyah waktu mereka pergi kondisi mobil mereka baru keluar dari bengkel, namun yang terjadi saat mereka sudah pulang dari tempat itu malah kecelakaan itu menimpa Aisyah dan sang suami karena tiba-tiba saja rem mobil mereka blong.


"Sebaiknya kau tenang saja, kami akan mencari berita mengenai hal ini." jawab Jonathan.


"Lalu Bagaimana mengenai Tuan Husein itu mas?" tanya Lia kepada suaminya.


"Kalau mengenai Husein kami belum mendapat kabar jelas, namun beberapa orang yang kami sewa mengatakan kalau pria itu memang benar dari Jepang. bahkan yang aku dengar dari salah satu Dokter yang ada di sana kalau pria itu telah melakukan operasi plastik." jawab Jonathan.

__ADS_1


"Entah mengapa aku begitu tidak menyukai keberadaan pria itu, Mas." ucap Aisyah.


"Dengar Aisyah, Apapun yang terjadi kita berlima tidak boleh sampai mengeluarkan sepatah kata pun. semua hasil penyelidikan yang kita ketahui tidak boleh sampai terdengar orang lain, bahkan anak-anak pun tidak boleh mengetahui hal ini. karena kita harus menyelidiki mengenai kejadian beberapa bulan yang lalu." ucap Firdaus.


"Apakah mas Firdaus mempunyai pemikiran dan mencurigai sesuatu?" tanya Aisyah.


"Entahlah Aisyah, tapi aku dan Jonathan memiliki kecurigaan pada beberapa orang yang berhubungan dengan kita." jawab Firdaus.


"Dengar, Kalian bertiga adalah seorang wanita. jika kali membicarakan apapun di luar tempat ini jangan sampai kalian kelepasan berita ini." ucap Jonathan yang memberi peringatan kepada Aisyah, Kikan dan Lia.


"Tenanglah mas, karena ini adalah sesuatu yang fatal Kami tidak akan berani berbuat kesalahan." jawab Lia.


"kalau begitu Kami bertiga juga akan mencari tahu mengenai para dokter yang ada di rumah sakit juga tuan Husein." jawab Kikan yang kemudian mengambil air.


"Dengar, jika kalian mendapatkan sedikit saja kabar mengenai hal itu.. kalian segera beritahu aku." ucap di Firdaus.


"Kau benar Firdaus, jika memang kecelakaan waktu itu adalah hasil sabotase dari seseorang berarti dia akan mengincar Aisyah dan anak-anaknya." jawab Jonathan yang kemudian menghela nafasnya sambil memakan salah satu permen yang ada di sakunya.


"Mas Nathan sekarang tidak merokok ya?" tanya Aisyah.

__ADS_1


"Tidak Aisyah, sekarang Mas Nathan tidak merokok, kau tahukan bayi mas Nathan itu sangat rewel saat mencium bau rokok dari mulut Mas Nathan." jawab Jonathan.


"Itu lebih bagus Mas." jawab Aisyah. karena Firdaus dan Mahfud bukanlah tipe pria yang suka merokok, sesaat kemudian terlihat ketika memasuki ruangan tersebut dia membawa 5 gelas air mineral dan 2 gelas kopi.


"Kok banyak sekali sayang?" tanya Firdaus kepada istrinya.


"Mas kan kalau habis minum kopi suka mencari air dingin." jawab Kikan.


"Mungkin besok aku tidak bisa ke rumah sakit, karena kau tahu sendiri kan kedua anak kami harus melakukan beberapa Apa pelajaran terakhir untuk mereka lulus sekolah SMP." ucap Firdaus.


Di ruangan itu memang sering sekali kelima orang itu bertemu dan membicarakan mengenai kejadian Beberapa bulan yang lalu, kejadian yang begitu aneh yang dialami oleh Aisyah dan Mahfud. bukannya Aisyah ingin melupakan suaminya namun wanita itu merasa tidak tenang saat pemakaman. Entah mengapa Aisyah sangat yakin kalau pria yang dimakamkan di pemakaman itu bukanlah suaminya.


"Jika memang Mahfud masih hidup kita akan mencarinya keberadaan nya, Jika Tuhan berkehendak lain maka kita harus mengikhlaskannya." ucap Firdaus yang membuat Aisyah langsung meneteskan air matanya. Kikan dan Lia segera mendekati Aisyah, kedua wanita itu meluk Aisyah dengan sangat erat.


"Kita akan terus mencari keberadaan Mahfud, Aisyah. kau tidak boleh seperti ini karena kau harus yakin dan selalu berdoa kepada Tuhan. semoga secepat mungkin kita mengetahui kebenaran mengenai hal ini." ucap Kikan yang kemudian memberikan kecupan di kepala adik iparnya itu.


"Kau tahu Mbak, aku tidak pernah menerima kematian Mas Mahfud. karena hatiku selalu berkata kalau suamiku masih hidup, jika memang Tuhan telah mengambil suamiku mengapa hatiku tetap tidak ikhlas. aku benar-benar tidak ikhlas." ucap Aisyah yang kemudian menangis tersedu-sedu di pelukan Kikan.


Lia Begitu ter pukul sama seperti Kikan, saat mendengar kematian Mahfud. namun ketika wanita itu sangat yakin kalau hari esok yang indah akan didapatkan Aisyah kembali.

__ADS_1


"Kau harus kuat Aisyah, demi anak-anakmu. jika Mahfud masih hidup kita akan menunggunya bersama-sama, jika suamimu sudah tiada maka kami akan selalu bersamamu, mendukungmu dan menjadi pelindung mu." ucap Lia yang ikut memeluk Aisyah. Jonathan dan Firdaus benar-benar hatinya teriris, seorang wanita sebaik Aisyah Mengapa harus terus menerus diberi cobaan oleh Tuhan Yang maha esa.


** bersambung **


__ADS_2