MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Jonathan yang membuat rese anak-anak Mahfud


__ADS_3

Hari ini Jonathan datang bersama dengan kedua anaknya ke rumah saudaranya.


"Aisyah!" seru Jonathan yang sudah memasuki rumah Aisyah.


"Aisyah!!" seru Jonathan yang berteriak dari ruang tamu rumah Aisyah.


"Ada apa sih Paman, teriak-teriak melulu!!" seru Malik yang melihat pamannya sudah ada di rumahnya.


"Sambutan kalian ini tidak enak sekali sih, Paman ke sini tentu saja Paman ingin melihat keponakan Paman." jawab Jonathan.


"Tumben banget paman." jawab Yusuf yang sudah datang di belakang Malik.


"Dimana Raditya?" tanya Jonathan kepada Malik.


"Paman tahu sendiri kan kalau Adik tersayang kami itu sukanya belajar, belajar dan belajar. Tentu saja dia ada di kamar sedang belajar." jawab Yusuf.


"Bahkan jika Paman nilai dari segi menghormati orang tua, Raditya paling bisa menghormati Paman. sedangkan kalian suka sekali mencibir Paman Jika datang." ucap Jonathan.


"Paman saja suka mencibir kami, Kenapa kami tidak boleh mencibir Paman." jawab Yusuf.


Kedua gadis kembar Aisyah turun ke ruang tamu, karena mendengar suara teriakan pamannya itu.


"Hai Paman!" seru Emilia dan Syahila.


"Halo gadis cantik paman!" seru Jonathan yang melambaikan tangannya kepada Emilia dan Syahila.


"Hai kakak cantik!" seru Riski dan Fara Aisyah.


"Kenapa Paman sore-sore gini ke tempat kami?" tanya Emilia kepada Jonathan.


"Sebenarnya Paman mau minta bantuan sama kalian." jawab Jonathan.


"Memangnya ada apa paman?" tanya Emilia

__ADS_1


"Sebenarnya Dua saudara kalian ini tidak bisa mengerjakan PR nya, jadi Paman minta tolong kalian bantu mengerjakan PR Dua saudara kalian ini ya." pinta Jonathan kepada Emilia dan Syahila.


"Paman ini, benar-benar.. masak paman meminta hal itu pada kami." ucap Emilia.


"Paman pusing sama pekerjaan mereka banyak banget." jawab Jonathan.


"Kenapa tidak minta tolong sama Raditya saja?" tanya Syahila.


"Adik kalian kan lagi sibuk, jadi Paman tidak mau mengganggunya." jawab Jonathan.


Rizky sekarang sudah berumur 14 tahun Sedangkan Fara Aisyah sudah berumur 10 tahun.


"Papa, apa Papa tidak malu meminta dedek Raditya yang menjawab pertanyaan kami, sedangkan dedek Raditya aja masih SD!" seru Fara Aisyah yang membuat Jonathan menelan ludahnya.


"Bahkan dedek Raditya otaknya lebih encer dari pada otak Papa." jawab Jonathan.


"Ya udah kalau gitu, aku mau ke kamar dedek Raditya saja, Mas Rizki minta tolong saja sama adik Sahila sama adik Emilia!" seru Fara Aisyah yang kemudian berlari menuju kamar Raditya.


"Paman mau kemana?!" seru Malik yang melihat Jonathan malah tidur di sofa.


"Enak banget Paman tidur-tiduran seperti itu, Sedangkan kami mengerjakan PR Mas Rizki!" seru Syahila yang tidak terima karena pamannya malah tidur-tiduran dan tidak mau membantu anak-anaknya.


"Paman capek Syahila, tolong Paman ya." pinta Jonathan yang kemudian tertidur.


Akhirnya sore itu anak-anak Jonathan dibantu oleh anak-anak Aisyah, tak lama kemudian terlihat Aisyah sudah pulang bersama suaminya. tatapan mata Mahfud dan Aisyah menatap saudaranya yang sedang tertidur di sofa, sedangkan anak-anak Jonathan mengerjakan PR bersama anak-anaknya.


"Apa yang dilakukan Mas Nathan disini?" tanya Mahfud kepada istrinya.


"Biasanya kan kalau pria itu datang kemari bersama anak-anaknya, Berarti dia ingin meminta bantuan kepada anak-anak kita." jawab Aisyah.


"Pinter banget dia tidak mau menggunakan pikirannya malah meminta tolong kepada anak-anak kita." cibir Mahfud yang kemudian mendatangi saudaranya.


"Mas mau apa?" tanya Aisyah.

__ADS_1


"Mau ngebangunin dia lah, enak banget anak-anakku disuruh berfikir sedangkan dia tidur di sofa seperti itu." jawab Mahfud yang kemudian mendatangi Jonathan.


"Biarin aja lah Mas, lagian Mas Mahfud tidak usah melakukan hal itu. memang kan Mas Nathan sangat pandai dalam ilmu perusahaan sedangkan dalam pelajaran Mas Nathan itu orangnya pendek pikirannya lo." jawab Aisyah.


Sesaat kemudian Aisyah langsung menarik tangan suaminya dan berlalu kekamar mereka, dia tidak ingin suaminya itu membuat kegaduhan gara-gara Jonathan yang meminta anak-anaknya untuk mengerjakan PR PR anak-anak Jonathan


30 menit kemudian


Akhirnya Aisyah dan Mahfud sudah turun ke lantai 1. Aisyah langsung menuju dapur untuk memasak, Emilia yang melihat ibunya ke dapur gadis itu langsung bergegas untuk membantu ibunya memasak. cita-cita Emilia memang ingin menjadi seorang koki sedangkan Syahila menjadi designer.


"Mau masak apa, Ma?" tanya Emilia.


"Masak bahan-bahan seadanya, Sayang." jawab Aisyah.


"Aku bantu ya Ma!" seru Emilia.


"Boleh.." jawab Aisyah


Satu jam kemudian


Akhirnya masakan telah selesai, Jonathan membuka matanya karena dia dari tadi sudah tidur.


"Enak banget ya Mas tidur di sofa sedangkan anak-anakku yang mengerjakan PR anak-anakmu!" seru Mahfud yang tidak terima.


"Jangan gitu dong Mahfud, Mas kan nggak terlalu bisa menjawab pertanyaan dari PR mereka." jawab Jonathan dengan wajah begitu melas.


"Alah alasan Mas aja, bilang aja Mas nggak bisa gitu." ucap Mahfud yang membuat Jonathan menganggukkan kepalanya.


"Udah udah jangan banyak bertengkar, Ayo cepat makan!" seru Aisyah yang membuat anak-anaknya dan anak-anak Jonathan langsung bergegas ke meja makan.


"Aku enggak diajak!" seru Jonathan.


"Memangnya Mas nggak lapar." jawab Aisyah.

__ADS_1


"Ya lapar." ucap Jonathan yang kemudian ikut duduk di kursi meja makan tersebut.


** bersambung **


__ADS_2