MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Pemuda misterius


__ADS_3

"To. Syahila.


Sebuah surat ditunjukkan oleh seorang pria untuk Syahila, namun yang sangat membuat geram kedua wanita itu adalah ternyata beberapa surat yang diberikan oleh para pria itu itu dari 1 orang pengiriman sama.


Tentu saja Syahila dan Emilia akan membuat sebuah perhitungan, karena pria itu berani membuat dirinya dan saudaranya seperti seorang wanita yang tidak laku karena memperebutkan seorang pria.


"Apakah kau sudah membalas surat itu?" tanya Emilia kepada Syahila.


"Tentu saja aku sudah membuat surat balasannya." jawab Syahila.


"Kau akan bertemu dengannya di mana?" tanya Emilia kepada Syahila.


"Seperti yang kau katakan kemarin, kita akan bertemu dengannya di salah satu tempat yang ada di pusat perbelanjaan. aku yakin pria itu tidak akan bisa mengenali kita satu sama lain." ucap Syahila yang membuat Emilia menganggukkan kepalanya.


"Berani sekali pria itu mempermainkan kita berdua, lihat saja kita akan membalas pria itu dengan 1000 kali luka yang tidak akan pernah dia lupakan!" seru Syahila yang membuat Emilia begitu bersemangat.


Raditya telah mengetahui rencana kedua kakaknya itu, tentu saja adik satu-satunya dari sikembar itu tentu akan membantu kedua kakaknya.


"Kakak, nanti aku boleh meminta apapun tidak?" tanya Raditya kepada Syahila.


"Tentu saja kau boleh memeras dia sampai habis." Jawab Syahila.

__ADS_1


"Nanti kalau keluar sama kak Emilia, aku boleh meminta sesuatu tidak?" tanya Raditya.


"Kau boleh meminta apapun, bahkan Kau mengambil rumahnya pun akan kuberikan untukmu adikku tersayang." jawab Emilia yang membuat Sahila tertawa terbahak-bahak.


"Baiklah kalau begitu nanti kita akan lihat Bagaimana pria itu kita permainkan!" seru Syahila yang membuat Raditya begitu bahagia. tentu saja bocah SMA itu sangat bahagia karena kedua kakaknya akan membalaskan dendam yang selama ini membuat mereka sangat marah.


"Tenang saja kak, Raditya akan selalu menjaga kalian berdua!" seru Raditya.


"Halah gombal kau ini..dasar bocah sukanya belajar belajar dan belajar tanpa melihat dunia luar!" seru Syahila yang membuat Emilia memeluk adiknya tersebut.


Malam ini rencana Syahila dan Emilia telah dilaksanakan, sepasang gadis kembar itu bersama Radit sudah datang ke salah satu pusat perbelanjaan itu. teruntuk Syahila namun yang datang Emilia, tentu saja pria itu tidak akan bisa membedakan antara Syahila dan Emilia. karena keempat anak kembar Aisyah merupakan kembar identik.


Seorang pria sudah menemui Emilia di suatu tempat, di sebuah cafe yang ada di pusat perbelanjaan itu.


"Halo Bagus.." jawab Emilia.


"Apakah kau ingin berjalan-jalan atau kau ingin langsung makan?" tanya bagus kepada Emilia.


"Tentu saja aku ingin jalan-jalan terlebih dahulu, karena aku datang tidak sendirian Aku bersama adikku!" seru Emilia.


Bagus menatap seorang pria tampan dengan perawakan yang begitu gagah.

__ADS_1


"Siapa dia?" tanya Bagus kepada Emilia.


"Dia adalah adikku, namanya Raditya. Dia anak SMA." jawab Emilia.


Tatapan mata bagus menatap Raditya, seorang pemuda tampan dengan karismatik yang sungguh luar biasa. beberapa wanita yang ada di pusat perbelanjaan itu menatap Raditya dengan Tatapan yang begitu terpesona, seorang pemuda yang mempunyai wajah begitu tampan tidak kalah dengan saudara-saudara kembarnya.


"Oh ya Kak, aku mau main Timezone dulu.. Minta uangnya dong!" seru Raditya.


Tak perlu menunggu akhirnya Bagus memberikan beberapa lembar uang lima puluhan ribu kepada Radit. anggap saja itu adalah uang sogokan agar Radit pergi meninggalkan dirinya dan Syahila.


"Ternyata pria ini pandai sekali bermain licik." ucap Emilia dalam hati saat melihat kelakuan dari Bagus.


"Kau datang sendiri?" tanya Emilia kepada Bagus.


"Aku tadi datang bersama beberapa temanku, mereka juga berbelanja Sebentar lagi mungkin mereka akan ke sini." jawab Bagus.


"Oh begitu ya.." jawab Emilia yang kemudian melihat kearah sekitar. tiba-tiba tatapan mata Emilia menatap seorang pria yang bekerja di salah satu toko yang ada di pusat perbelanjaan. tatapan matanya terus menatap pria itu seperti Emilia sudah mengenalnya sangat lama.


"Apa yang sedang kau lihat?" tanya bagus kepada Emilia.


"Tidak apa-apa cuma melihat-lihat saja." jawab Emilia yang kemudian memesan makanan.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2