MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Lebih baik kita mencari aman saja


__ADS_3

"Sarmi Apa yang kau lakukan disini?" tanya salah satu petugas kebersihan teman Sarmi.


"Memangnya kenapa aku tidak boleh disini?" tanya Sarmi.


"Kita itu bekerja bukan untuk berjalan-jalan saja, nanti kalau pemilik Rumah Sakit tahu kita kerja teledor bisa-bisa kita dipecat." ucap salah satu pekerja yang ada Rumah Sakit tersebut.


"Dengarkan aku, aku mau kemanapun itu urusanku.. kau tidak usah ikut campur dengan semua yang aku lakukan." jawab Sarmi.


"Aku kan cuma memberitahumu, Kenapa kau malah berkata seperti itu?" tanya Ani.


"Apakah kau tahu tidak dengar, salah satu wanita yang memegang rumah sakit ini?" tanya Sarmi kepada Ani.


"Memangnya kenapa?" tanya Ani balik.


"Mereka berdua itu sok banget ya, tampang juga tidak terlalu cantik tapi pekerjaan mereka itu sok-sokan berkuasa di rumah sakit ini." ucap Sarmi yang mulai berbicara dan menjelek-jelekkan Aisyah dan Kikan.


"Mbak Kikan dan mbak Aisyah?" tanya Ani.


"Siapa lagi wanita yang sok-sokan cantik sukanya menyuruh nyuruh itu." jawab Sarmi yang kemudian membicarakan sesuatu yang mungkin akan membuat jika Aisyah dan Kikan mendengarnya akan sangat murka.


"Jangan berbicara yang tidak-tidak Sarmi, nanti kalau Mbak Kikan dan Mbak Aisyah tahu bisa-bisa kau malah dipecat." ucap Ani yang malah mendapatkan pukulan dari Sarmi.

__ADS_1


"Biarin aja dipecat, Memangnya mereka itu jabatannya apa sih cuma meneliti berkas-berkas aja hidup mereka itu sok-sokan ikut campur, sok tidak memperbolehkan yang lain bergaul sama bawahannya." cerocos Sarmi.


"Kenapa sih kamu membenci Mbak Aisyah dan Mbak Kikan?" tanya Ani.


"Mereka itu sukanya mengganggu aku saat aku berbicara dengan Dokter Mahfud dan Dokter Firdaus. mereka selalu saja menyuruhku untuk pergi bekerja." jawab Sarmi.


"Tentu saja mereka akan menyuruhmu bekerja, kita itu disini bekerja bukan untuk bermain!" seru Ani yang kemudian membiarkan Sarmi untuk terus berbicara panjang lebar.


"Memang kau belum tau aja siapa Mbak Kikan, kalau dia sudah marah... liat aja, pasti kau akan kena siraman rohani hingga kau tidak bisa berkutik sama sekali." ucap Ani dalam hati.


Hari ini Syahila datang ke rumah sakit untuk meminta tanda tangan Papa dan Mamanya, karena Gadis itu harus menyelesaikan beberapa proposal pengajuan di salah satu hotel yang ada di Indonesia.


"Hi Mam!" seru Syahila yang baru datang ke tempat Mamanya,


"Papa di mana Mam?" tanya Syahila kepada Mamanya.


"Papa lagi memeriksa salah satu pasien." jawab Aisyah.


"Oh ya Mam, aku sama Emilia mau meminta tanda tangan untuk pengajuan di salah satu hotel tempat kami akan bekerja." jawab Syahila.


"Memangnya kenapa?" tanya Aisyah.

__ADS_1


"Mama tahu kan, kalau kami membutuhkan tanda tangan dari orang tua kami untuk mengajukan proposal study di salah satu Hotel itu." jawab Syahila.


"Lalu Emilia di mana?" tanya Aisyah kepada salah satu putrinya.


"Emilia masih membeli makanan di kantin Mam." jawab Syahila.


"Ya udah kalau gitu, kalian tunggu aja di sini sebentar lagi Papa juga balik ke sini. nanti sekalian Mama dan Papa tanda tangan, oke!" Aisyah yang membuat Syahila menganggukkan kepalanya.


"Oh ya kemungkinan besar Kalau kami jadi dibawa ke salah satu tempat yang ada di Singapura boleh tidak?" tanya Syahila.


"Memangnya Kalian mau berada di sana?" tanya Aisyah.


"Tentu saja mau mam." jawab Syahila.


Tak lama kemudian akhirnya Emilia sudah datang bersama dengan beberapa makanan yang sudah dia pesan di kantin rumah sakit.


Saat Emilia berada di kantin rumah sakit, tanpa sengaja wanita itu mendengar percakapan dari Sarmi.


"Sebenarnya aku sangat kesal sekali dengan salah satu wanita yang ada di rumah sakit ini, Aisyah..seorang wanita yang bernama Aisyah itu selalu membuatku sangat membencinya. Memangnya Apa sih yang dia punya di rumah sakit ini, hingga dirinya selalu berfikir kalau dia itu adalah pemilik Rumah Sakit ini." ucap Sarmi kepada salah satu temannya.


"Kamu jangan berbicara seperti itu, Mbak Aisyah itu orang penting di sini loh." jawab sesama petugas office boy.

__ADS_1


"Lihat aja.. entah apa yang dilihat oleh Dokter Mahfud pada wanita yang bernama Aisyah itu, bahkan wajahnya tidak secantik wajah ku." ucap Sarmi.


** bersambung **


__ADS_2