MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
BRIAN RYOSUKE


__ADS_3

Brian Ryosuke


Saat mendengar hal itu, betapa terkejutnya Aisyah dan Mahfud, pria itu tidak akan mengira Kalau saudara kembarnya itu akan melakukan hal itu. mereka berdua tidak pernah bertemu, bersama ataupun berbicara. namun entah Mengapa seolah pria yang bernama Brian itu mempunyai niat yang sangat jahat kepada Mahfud.


"Kenapa pria itu selalu mengganggu hidupku, bahkan kehidupannya lebih bahagia daripada aku." ucap Mahfud kepada Dokter Hilma.


Wanita itu tidak mengerti karena terkadang kecemburuan dan rasa iri seseorang itu tidak bisa digambarkan.


"Sebaiknya kau selalu berhati-hati, Jika benar pria itu berada di Indonesia. maka pasti dia akan membuat hidupmu seperti di neraka, karena yang aku tahu Ayah angkat dari kembaranmu itu adalah seorang mafia yang sangat disegani di Jepang. bahkan yang diketahui oleh suamiku kalau pria itu adalah seorang psikopat, dia akan bisa melakukan apapun kepada orang lain." ucap Dokter Hilma.


Aisyah dan Mahfud nampak saling memandang satu sama lain, baru Jonathan tidak pernah mengganggu mereka malah sekarang ada musuh lain yang ingin membuat kehidupan Mahfud hancur.


"Kenapa serasa Tuhan memberikan kita cobaan terus-menerus." ucap Aisyah.


"Tenanglah istriku, setiap ada cobaan pasti akan ada jalan keluarnya. aku yakin suamimu ini akan mendapatkan donor jantung itu." Mahfud terus berikan semangat kepada sang istri, agar wanita itu tidak terus ketakutan karena penyakit yang diderita oleh suaminya.


"Kalau begitu masalah beberapa tahun yang lalu, Apakah pria itu juga yang menggagalkan masalah donor jantung itu?" tanya Mahfud kepada Dokter Hilma.


"Masuklah dahulu, kita akan membicarakan semuanya karena tidak baik kita berbicara di lobi seperti ini." jawab Dokter Hilma yang mengajak Mahfud bersama sang istri.


Setelah pembicaraan itu akhirnya Mahfud mengajak sang istri untuk pulang, pria itu mengajak istrinya berjalan-jalan di sekitar pantai yang ada di Singapura. dia berharap istrinya tidak akan terlalu memikirkan masalah donor jantung itu, walaupun Mahfud sendiri selalu ketakutan jika nyawanya tidak akan mampu bertahan.


"Ya Allah.... berikanlah aku umur yang panjang, aku tidak ingin membiarkan wanita yang kucintai ini menderita karena kutinggalkan." ucap Mahfud dalam hati sambil memegang tangan sang istri dengan begitu erat.


Aisyah menatap wajah suaminya itu, dia berharap dan berdoa kepada sang pencipta untuk memberikan suaminya umur yang panjang dan tidak memisahkan mereka. sudah cukup pengorbanan Aisyah sudah cukup penderitaan Aisyah.


"Apakah kau suka pantai ini, Sayang?" tanya Mahfud kepada sang istri. wanita itu menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian dia mengajak suaminya itu untuk makan di sekitar pantai yang ada di Singapura.

__ADS_1


Bahagia, itu adalah yang selalu diinginkan oleh sepasang suami istri itu. Tak lama kemudian terlihat dari kejauhan ada sepasang suami-istri menyebalkan. yang tentu saja sudah dikenal oleh Mahfud dan Aisyah, Siapa lagi kalau bukan Firdaus dan Kikan.


"Katanya tidak mau kesini... malah tiba-tiba udah nongol di sini." sindir Kikan sambil menatap wajah Aisyah dan Firdaus.


"Sebenarnya kami tidak ingin lihat kesini sih, kami berdua barusan dari rumah sakit." jawab Mahfud. Firdaus dan Kikan langsung menatap pria itu.


"Apakah kau tidak apa-apa?" tanya Firdaus.


"Iya, aku tidak apa-apa. aku hanya menanyakan mengenai donor jantung itu." jawab Mahfud.


"Apakah kamu yakin?" tanya Kikan.


"Tentu saja aku yakin." jawab Mahfud.


"Dengar ya, jangan coba-coba kau menutupi sesuatu kepadaku dan istrimu. jika kau melakukan hal itu maka akan ku banting kau ke jalan raya yang ada di negara ini!" seru Kikan yang membuat Firdaus langsung menyuruh sang istri untuk diam.


Sore telah berjalan mendekati malam, sepasang suami istri itu sedang berjalan-jalan di sekitar tempat itu.


"Apa yang sudah kalian lakukan?" tanya Aisyah kepada Kikan dan Firdaus.


"Tentu saja aku harus membuntutinya dari sono ke pojok sono dan ke sono, sono." jawab Firdaus yang membuat Mahfud dan Aisyah nampak mengerutkan kedua alis mereka.


"Sono.. sono itu di mana?" tanya Mahfud.


"Ya pokoknya dari sana keliling ke sana ke sana ke sana dan kesana." jawab Firdaus sambil menunjukkan arah mata angin.


Akhirnya Aisyah dan Mahfud menyerah untuk tidak bertanya kepada pasangan suami istri itu, toh bertanya apapun jawabannya akan tetap sama.

__ADS_1


"Lalu apa yang kau dapat dari Dokter Hilma?" tanya Firdaus kepada Mahfud.


"Entahlah kata dokter Hilma aku harus berhati-hati karena Brian sudah berada di Jakarta." jawab Mahfud.


"Brian?" tanya Kikan.


"Bukankah nama itu nama saudara kembar mu?" tanya Firdaus.


Mahfud menganggukkan kepalanya,


"Lalu apa hubungannya dengan pria itu?" tanya Firdaus.


"Ternyata yang menggagalkan masalah pendonor jantung itu adalah Brian." jawab Mahfud.


Brakkk..


Saat mendengar hal itu, Firdaus spontan menggebrak meja. pria itu begitu murka.


"Berarti dua kali ini pria itu yang menggagalkan masalah pendonor jantung itu!" seru Firdaus. Mahfud menganggukkan kepalanya,


"Dasar pria sableng, Kenapa otaknya tetep aja sableng!" seru Firdaus kembali.


"Apakah kau pernah melihatnya?" tanya Kikan kepada sang suami.


"Wajahnya begitu mirip dengan Mahfud, jika kalian habis bertemu dengannya lalu keluar..dan bertemu pria itu lagi Mungkin kalian tidak akan bisa mengenalinya." jawab Firdaus


"Berarti sangat berbahaya ya, Mas?" tanya Aisyah kepada Mahfud. pria itu menganggukkan kepalanya sambil menatap wajah sang istri.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2