MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Suara yang begitu dirindukan


__ADS_3

2 hari kemudian


"Mama, mama!!" seru Emilia dan Syahila.


"Memangnya di Bandung ada apa?" tanya Husein.


"Tentu saja di sana ada rumah Jonathan, pamannya si kembar." Jawab Kikan.


"Ngapain jauh-jauh ke Bandung, kita ke taman Mini aja yuk untuk jalan-jalan." pinta Husein yang membuat Emilia dan Syahila.


Terlihat dua gadis kembar itu menggelengkan kepalanya, kedua gadis kembar itu benar-benar sangat tidak menyukai kehadiran Husein. karena mereka berdua tidak ingin ada pria lain yang menggantikan posisi Papa mereka.


"Enggak mau, lebih baik kami jalan-jalan sama kakek Syah!" jawab Emilia.


"Iya Lebih baik aku sekolah daripada jalan-jalan sama Paman." jawab Emilia dan Syahila secara bersamaan. terkadang Malik dan Yusuf merindukan sosok ayahnya, sosok seorang pria yang selalu memberikan mereka kehangatan sebagai seorang ayah, namun yang terjadi mereka harus kehilangan sosok yang begitu mereka cintai.


"Mama, kapan-kapan ke makam Papa yuk!" ajak Yusuf dan Malik.


"Kapan-kapan saja, nanti sekalian sama Tante Kikan." jawab Aisyah.


"Kalau kalian mau ke makam Ayah kalian, Paman antar aja. gimana?" tanya Husein kepada Yusuf dan Malik.


"Boleh Om!" seru Malik yang membuat Emilia dan Syahila mencibir kedua saudara kembarnya itu.


"Dasar kalian penghianat!" seru Emilia dan Syahila yang meninggalkan Malik dan Yusuf.


Memang Malik dan Yusuf tidak terlalu dekat dengan Husein, Namun karena Firdaus dan Jonathan membuat mereka mencari sosok pria yang menjadi penopang kedua bocah kembar itu.


1 bulan kemudian


Dari hari kehari Yusuf dan Malik sangat dekat dengan Husen, sedangkan Emilia dan Syahila sangat tidak menyukai kehadiran pria itu.


"Yusuf, Malik. jika Paman mengatakan sesuatu kalian Jawab dengan jujur ya." pinta Husein.

__ADS_1


"Ada apa Paman?" tanya Malik dan Yusuf.


"Sebenarnya kalau Paman menjadi suami Mama kalian dan menjadi Papa kalian, kalian mau nggak?" tanya Husein tentu saja kedua bocah kembar itu nampak saling menatap satu sama lain.


"Kenapa kalian diam saja?" tanya Husein.


"Hami tidak tahu Paman." jawab Malik.


"Kenapa kalian tidak tahu?" tanya Husein kembali.


"Soalnya kami tidak mau menyakiti Mama, jika kami suka tapi mama tidak suka sama paman..kami juga tidak bisa menerima Paman." jawab Yusuf dan Malik.


Dua jagoan kembar itu ternyata bisa diandalkan untuk mengulur waktu.


* Vila Jonathan *


Dari hari ke hari dan dari minggu ke minggu akhirnya Mahfud benar-benar bisa memulihkan dirinya seperti semula, sudah tiga bulan ini pria itu mencoba untuk membuat dirinya lebih percaya diri dan bisa menerima keadaannya. dia benar-benar ingin bertemu dengan istrinya, dia ingin melihat wajah cantik Aisyah yang begitu dia rindukan.


"Apakah jika aku bertemu dengan Aisyah, Apakah Istriku itu akan menerima kondisiku yang seperti ini?" tanya Mahfud kepada Firdaus.


"Lalu Bagaimana jika istriku tidak menerima kondisi ku?" tanya Mahfud.


"Tidak mungkin, Aisyah tidak mungkin melakukan hal itu. karena aku yakin Aisyah adalah wanita yang begitu mencintaimu." jawab Firdaus.


"Apakah aku boleh menelponnya?" tanya Mahfud kepada ada Firdaus.


"Tentu saja boleh, aku akan menelepon Kikan dan memintanya memberikan kepada istrimu." jawab Firdaus yang kemudian meminta Jonathan untuk menelpon Kikan.


Tak Berapa lama kemudian akhirnya sambungan telepon itu telah tersambung, terdengar disana seorang wanita bersama beberapa anak saling berteriak satu sama lain.


"Sayang jangan lari-lari seperti itu, Nanti kalian jatuh!" seru Aisyah yang berteriak kepada anak-anaknya.


"Dengar, kalau kalian tidak mendengar perkataan Mama kalian, Tante yang bakal menjewer telinga kalian!" seru Kikan yang kemudian mengangkat ponselnya.

__ADS_1


"Halo!!!" seru Kikan yang berteriak.


"Kikan berikan ponselnya sama Aisyah!" seru Jonathan di seberang sana.


"Tentu saja Kikan yang mengetahui hal itu langsung memberikan ponselnya kepada Aisyah.


"Ada apa Mbak?" tanya Aisyah.


"Nggak tahu, Jonathan mau berbicara." jawab Kikan.


"Memangnya ada apa?" tanya Aisyah kembali.


"Tidak usah banyak bertanya, cepat kamu jawab teleponnya!" seru Kikan yang kemudian memberikan ponselnya kepada Aisyah.


"Halo, assalamualaikum Mas Nathan. ada apa?" tanya Aisyah kepada Jonathan.


"Ada seseorang yang ingin berbicara denganmu." jawab Jonathan.


Deg..


Tiba-tiba hati Aisyah langsung bergetar tidak karuan saat mendengar perkataan dari Jonathan.


"Apakah Mas Mahfud sudah bisa berbicara, Mas?" tanya Aisyah terlihat Wanita itu sudah meneteskan air matanya.


"Tentu saja dia sudah bisa berbicara, karena itu dia ingin mengatakan sesuatu padamu." jawab Jonathan yang kemudian memberikan ponselnya kepada Aisyah.


"Heh..."


Suara hembusan dari nafas sepasang suami istri itu, terlihat mereka berdua nampak terdiam membisu saat ponsel itu sudah berada di telinga mereka masing-masing.


"Mas Apakah Mas Mahfud bisa mendengar Ku." ucap Aisyah yang mendahului pembicaraannya.


Tentu saja Mahfud langsung meneteskan air matanya, pria itu menyentuh jantungnya yang berdebar tidak karuan. debaran jantung seorang pria yang begitu merindukan sosok istrinya, seorang wanita yang berbulan-bulan lamanya tidak dia temui.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2