MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Ketika cinta di balas


__ADS_3


"Yes!!!"


Terlihat Mahfud begitu bahagia saat Aisyah menganggukkan kepala tanda dia menerima cinta pria itu.


"Apa yang kau lakukan, cepat duduk. Jangan bersikap seperti itu, malu tahu!" seru Aisyah yang kemudian menarik baju Mahfud untuk duduk kembali di kursi yang ada di cafe.


Terlihat Aisyah wajahnya sudah memerah karena semua kelakuan Mahfud. Bagaimana tidak, pria itu melompat-lompat kegirangan. seorang dokter yang berusia 35 tahun itu seperti seorang anak kecil yang habis mendapat hadiah.


"Cepat duduk!" seru Aisyah yang berteriak kepada Mahfud. pria itu langsung menatap Aisyah dan duduk kembali di kursi itu.


Mahfud memegang tangan Aisyah, pria itu tersenyum bahagia ketika Aisyah menerima semua perasaannya.


"Terima kasih." ucap Mahfud yang kemudian mencium tangan Aisyah. pria itu tidak akan menyangka kalau kehidupannya akan berjalan seindah ini.


"Pasti Dokter Syah akan senang kalau mendengar kabar Ini dariku." ucap Mahfud.


"Kau mau bilang apa?" tanya Aisyah.


"Tentu saja aku akan bilang kau sudah menerima cintaku." jawab Mahfud.


"Jangan bilang dulu!" seru Aisyah.


Mahfud menatap Aisyah, rona wajah bahagia itu tiba-tiba langsung memudar.


"Apakah kau malu jika aku mengatakannya? Apakah kau malu jika kau bersamaku?" tanya Mahfud.


"Bukan masalah malu atau tidak, masalahnya nya itu... kau harus meminangku melalui Mbak Kikan dan Mas Firdaus dulu. kalau kau langsung ke ayah Syah, bisa-bisa sepasang suami istri itu membuat kita batal menikah." ucap Aisyah.

__ADS_1


Dokter Mahfud menatap Gadis itu, sesaat kemudian kepalanya mengangguk tanda ia mengerti kemana arah pembicaraan Aisyah.


"Sesuatu yang membuat segalanya bertambah parah, jika kita melewati mereka berdua." jawab Aisyah yang membuat dokter Mahfud menganggukkan kepalanya kembali.


"Kau benar, Kikan itu tipe wanita yang sedikit ember. kalau dia sampai tahu kabar ini yang terakhir bisa-bisa kau dan aku akan mati kutu." jawab Mahfud.


"Kalau kau sudah tahu, maka dari itu jangan beritahu dulu ayah Syah.'' jawab Aisyah.


Akhirnya kedua orang itu sepakat untuk mengatakan dahulu kepada Kikan dan Firdaus. dan mereka juga akan menjalani hubungan itu sebaik mungkin. Apalagi Aisyah sedang menandatangani kontrak pemotretan kosmetiknya.


"Aku mengerti, tapi yang pasti kau adalah kekasihku mulai sekarang. calon istriku, aku akan segera mempersiapkan segala sesuatu untuk meminangmu." ucap Mahfud kepada Aisyah.


"Kalau kau ingin meminang ku, lalu kau ingin meminang ke siapa?" tanya Mahfud.


"Karena kau sudah menjadi anak angkat Dokter Syah, maka aku akan meminta dirimu kepada dokter Syah." jawab Mahfud.


Terasa semuanya seperti cerita dalam dongeng.


Aisyah telah kembali bekerja di perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan Jonathan. wanita itu selalu bersama Kikan untuk meng karir mereka.


Jonathan pria itu terus menatap Aisyah yang bersama Kikan, terlihat tatapan matanya tidak teralih ke sudut manapun. sedangkan Lia wanita itu hatinya merasa geram saat melihat Jonathan terus menatap Aisyah.


"Lihat saja, aku pasti akan membuat wanita itu itu tidak akan secantik itu." ucap Lia.


"Setelah ini kau ikut denganku, karena aku harus melihat salah satu tempat untuk pemotretan mu dan salah satu model." ucap Kikan.


"Memangnya kita mau kemana?" tanya Aisyah.


"Entahlah, mungkin di Bandung." jawab Kikan.

__ADS_1


"Pasti sangat sejuk kalau berada di sana, lihat saja di sana udaranya sangat segar." ucap Aisyah yang kemudian duduk di kursi ruang pemotretan itu.


"aku memang sangat bodoh telah melepaskanmu untuk wanita itu. Lihatlah sekarang kau begitu bahagia. mungkin saat itu jika aku bersamamu Kita akan sama-sama bahagia seperti saat ini." ucap Jonathan yang menatap Aisyah bersama dengan Kikan. terlihat tatapan mata kedua wanita itu beralih kepada Jonathan yang terus menatap mereka.


"Lihatlah lahan gersang itu menatap Aisyah terus-menerus, aku yakin kemarin dia sudah kebakaran lahan hutan saat melihat kebersamaan Aisyah dan Mahfud." ucap Kikan yang menatap Jonathan yang terus menatap Aisyah.


"Mbak Kikan sedang menatap apa sih?" tanya Aisyah kepada Kikan.


"Enggak apa-apa, Mbak gak lihat apa-apa kok jawab ikan yang berbohong padahal dia terus melihat Jonathan yang menatap Aisyah tanpa berkedip sama sekali.


"Mahfud kesini tidak?" tanya Kikan kepada Aisyah.


"Hari ini dia tidak bisa datang, Mbak. soalnya ada operasi darurat yang membuatnya harus terus mengontrol salah satu pasiennya yang sakit parah." jawab Aisyah.


"Pasti nanti kau mau ke rumah sakit Untuk mengantarkan makanan." ucap Kikan sambil menyindir adik angkatnya itu.


"Memangnya Mbak Kikan nggak mau ke rumah sakit? nggak mau ke tempat Mas Firdaus?" tanya Kikan.


"Aku tahu Kau pasti akan mengatakan hal itu, Tentu saja aku akan kesana. Memangnya kau saja yang mau menemui orang di rumah sakit itu!" seru Kikan yang membuat Aisyah tertawa lepas saat bersama.


"Kemarin aku dapat kabar dari suamiku, Mahfud sudah menyatakan cintanya padamu?" tanya Kikan kepada Aisyah. Hal itu membuat Aisyah langsung membeku di tempat.


"Memangnya Mas Mahfud mengatakan apa sama mas Firdaus?" tanya Aisyah kepada Kikan .


"Kau ini adik kurang ajar ya, masak pria itu mengatakannya kepada suamiku, sedangkan kau.. malah tidak mengatakannya padaku." ucap Kikan sambil cemberut. Hal itu membuat Aisyah langsung memeluk tubuh Kikan yang sedang duduk bersamanya.


Langkah kaki Jonathan semakin mendekat kepada dua wanita yang sedang bercanda itu. terlihat tatapan matanya terus menatap Aisyah yang begitu cantik, sudah 2 tahun lamanya pria itu terus mencari keberadaan Aisyah. namun sekarang Wanita itu sudah berada di depan matanya, bekerja sama dengannya sebagai seorang model perusahaanya.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2