MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Husein tidak bisa mengenali Mahfud


__ADS_3

"Aku pasti akan membuat pria itu menanggung segala apa yang dilakukan padaku." ucap Mahfud yang sudah memantapkan dirinya untuk memenjarakan saudara kembarnya itu.


"Kau benar, kita harus segera memanjat memenjarakan Brian. kalau tidak pria itu semakin lama akan membuat kita dalam bahaya, obsesinya untuk mendapatkan Aisyah begitu besar, dia seperti seorang pria yang kehilangan harga diri dan pemikirannya." ucap Firdaus.


"Kau benar Firdaus, jika aku tidak membuatnya masuk penjara maka dia akan terus-menerus meneror hidupku." jawab Mahfud yang kemudian meminta saudara iparnya itu untuk membawanya kembali ke Jakarta.


"Apakah kau yakin?" tanya Firdaus.


"Aku yakin, aku akan membuka seluruh kejahatan pria itu." jawab Mahfud.


"Dengarlah, jika pria itu masuk penjara Kita pastikan dia masuk penjara dengan waktu yang lama." ucap Firdaus yang kemudian mengajak Mahfud untuk mengemasi pakaiannya.


"Apakah kau sudah membelikan aku jaket?" tanya Mahfud.


"Sudah, aku sudah memberikanmu 3 jaket. katanya kamu minta jumper." jawab Firdaus.


Mahfud menganggukkan kepalanya.


"Baguslah kalau begitu, lebih baik kita segera kembali ke Jakarta untuk membuka kedok pria itu." jawab Mahfud.


"Baiklah kalau begitu, setelah ini segera kita mengemasi seluruh pakaian dan kita akan segera kembali ke Jakarta. Aku yakin pria itu sudah mempersiapkan banyak persiapan untuk mencoba mendekati Aisyah." Firdaus memang sangat membenci Brian. seorang pria yang telah membunuh Tuan Husein yang asli, seorang pria kejam dengan obsesi yang sangat menakutkan.


"Sebaiknya kita segera mengirimkan bukti-bukti itu kepada polisi, dengan begitu polisi akan melacak keberadaan para suruhan Brian." terlihat Mahfud benar-benar harus mencoba untuk membuat istrinya tidak terlalu dekat dengan saudara kembarnya itu. saudara kembar yang mempunyai jiwa yang begitu kejam, jiwa yang kejam dan ingin mendapatkan apa yang dimiliki oleh Mahfud.

__ADS_1


Aisyah dan Kikan sudah mendapatkan kabar mengenai Mahfud yang akan kembali ke Jakarta, dua wanita itu benar-benar bahagia. Jonathan pun telah mempersiapkan semua keperluan saudaranya itu.


Keesokan hari..


Mahfud sudah berada di Jakarta, di sebuah rumah yang sengaja dikontrak oleh Firdaus dan Jonathan. sebuah rumah yang sangat sederhana agar Brian tidak mencurigai keberadaan saudara kembarnya itu. wajah Mahfud yang benar-benar sangat menakutkan membuat pria itu tidak berani keluar. di sebuah tempat yang ada di rumah sakit milik Dokter Syah.. Mahfud sengaja mendatangi rumah sakit itu, dia ingin melihat Apakah Brian bisa mengenalinya atau tidak. Wajah Mahfud yang benar-benar sudah berubah.


"Sayang!" seru Aisyah yang sudah melihat suaminya berada di rumah sakit.


"Aku sengaja kemari karena aku ingin melihat Apakah pria itu bisa mengenali ku." ucap Mahfud.


"Lalu?" tanya Aisyah. kelihatannya dia tidak mengenaliku, tadi dia berpapasan denganku di salah satu ruangan yang ada di rumah sakit ini." jawab Mahfud.


"Kau harus berhati-hati Mahfud, karena pria itu adalah pria yang sangat kejam." ucap Kikan yang kemudian memberikan kursi untuk pria itu duduk.


"Apa yang kau lakukan di sini?!" seru Kikan.


"Aku kan kemari karena aku ingin melihat Aisyah.." jawab Husein dengan nada yang juga songong seperti Kikan.


"Kau tidak punya pekerjaan Ya, selain mondar-mandir ke sini!" seru Kikan.


"Memangnya kenapa aku tidak boleh kesini?" jawab Husein. tatapan mata Husein menatap seorang pria yang memakai jaket jumper dan berada di ruangan kedua wanita itu.


"Siapa dia?" tunjuk Husein kepada Mahfud.

__ADS_1


Dia adalah salah satu orang tidak mampu yang ingin berobat di sini, tentu saja jika dia berobat di sini dia harus menemui kami. Apa kau ingin dia diusir dari tempat ini karena dia tidak mampu membayar." jawab Kikan.


Husein menatap wajah seorang pria yang sudah tidak bisa dikenali.


"Apa yang terjadi denganmu?" tanya Husein kepada Mahfud.


Tentu saja pria itu menggelengkan kepalanya,


"Dia tidak begitu bisa berbicara, tahu! kau mau mengajaknya bicara apa Memangnya?!" seru Kikan.


"Dia bisu?" tanya Husein.


"Dia tidak terlalu lancar bicara, dia bukannya bisu! Dia sedikit tidak bisa bicara karena kecelakaan. Apakah kau tidak tahu dan tidak mengerti!" seru Kikan dengan suara yang begitu murka.


"Tidak usah berteriak-teriak seperti itu kali, aku juga mengerti." jawab Husein.


"Kalau kau mengerti kenapa kau dari tadi tanya dia tidak bisa berbicara, dia bisu!" seru Kikan.


Mahfud menatap Husein saudara kembarnya. ternyata pria itu sudah melakukan operasi plastik dan mengambil identitas orang lain.


"Ma-af sa-ya mau ber-obat kar-rena sa-ya...."perkataan Mahfud langsung disela oleh Husein. karena pria itu benar-benar capek mendengarkan kata-katanya Yang dipotong-potong.


"Ya udah kalau begitu, aku pergi dulu.. kalian lanjutkan saja menanyakan identitasnya. kalau aku menunggunya berbicara disini bisa-bisa aku tidak punya waktu untuk berbicara dengan Aisyah." ucap Husein yang kemudian pergi meninggalkan kan tempat Aisyah dan Kikan.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2