
"Nyonya, ijinkan saya untuk tinggal di tempat Anda..." ucap Sarmi.
"Aku akan membantumu berkerja di rumah sakit, bukan di rumah." ucap Aisyah.
"Tapi saya ingin bekerja di rumah Anda nyonya." ucap Sarmi.
"Tapi maafkan aku, karena aku benar-benar tidak membutuhkan pekerja di rumahku. Kalau kau mau silakan bekerja di Rumah Sakit bersamaku," ucap Aisyah.
"Mengapa berbicara dengan wanita ini sangat susah sekali, untuk tinggal di rumahnya saja sangat sulit. aku yakin kalau aku bisa tinggal di rumah wanita ini aku yakin aku akan bisa menggoda pria tampan tadi." ucap Sarmi dalam hati.
Ternyata wanita itu benar-benar mempunyai pemikiran Yang licik, tentu saja anak-anak dari Aisyah tidak akan pernah melepaskan wanita itu.
"Setelah ini lihat saja, aku pasti akan bisa menjadi wanita kaya, aku tidak mau miskin seumur hidupku. aku akan melakukan segala cara untuk menjadi wanita kaya, menjadi kaya adalah cita-citaku." ucap Sarmi dalam hati sambil menatap begitu indah rumah dari Aisyah.
"Kalau kau bersikeras ingin bekerja disini, Maafkan aku tapi aku akan memberikanmu uang untuk kau pergi dari sini. kami tidak menerima pekerja ataupun apapun, Kalau kau mau bekerja di Rumah Sakit tempatku dan suamiku bekerja maka silakan. aku akan membawamu ke sana di sana ada beberapa mes karyawan jika kau mau.." ucap Aisyah.
Saat mendengar Kalau pria tampan yang dia lihat tadi juga bekerja di Rumah Sakit itu, dengan segera Sarmi menerima permintaan Aisyah.
"Baiklah kalau begitu Nyonya, Saya akan bekerja di rumah sakit tempat anda bekerja Saya mau!" seru Sarmi yang kemudian menerima permintaan Aisyah.
Tentu saja wanita itu menerima dengan senang hati, karena Sarmi adalah seorang wanita miskin namun dia terlalu menghayal untuk menjadi orang kaya dan wanita yang terpelajar.
2 hari kemudian
__ADS_1
Sarmi sudah bekerja di Rumah Sakit Aisyah dan Mahfud.
"Oh ya Mama, boleh berbicara sebentar tidak?" tanya Syahila.
"Memangnya ada apa Sayang?" tanya Aisyah.
"Aku benar-benar tidak suka tatapan mata wanita itu sama Papa, kalau dia mencoba mendekati Papa sebaiknya Mama mengusir wanita itu!" seru Syahila.
"Tenang aja sayang, Mama juga bisa melihatnya." jawab Aisyah yang kemudian memberikan kecupan kepada anaknya.
"Ya udah kalau gitu Mama, aku sama Emilia dan Radit berangkat sekolah dulu. Mama hati-hati ya!" seru Syahila yang kemudian mencium pucuk kepala Mamanya dan pergi untuk sekolah. Aisyah juga bisa melihat tatapan mata Sarmi saat melihat suaminya.
Sudah dua hari Sarmi bekerja di Rumah Sakit sebagai office girl, wanita itu selalu mondar-mandir untuk mencari keberadaan Mahfud. karena dia tidak tahu di mana tempat keberadaan Mahfud.
"Hai Aisyah.." jawab Kikan.
"Katanya kemarin kamu masukkan salah satu pekerja?" tanya Kikan.
"Iya Mbak." jawab Aisyah.
"Syahila bilang wanita itu mempunyai pikiran jelek kepada Papanya, Apakah benar?" tanya Kikan.
"Syahila menelpon Mbak Kikan ya?" tanya Aisyah. Kikan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Jangan khawatir Mbak, aku tidak akan melepaskan kebahagiaanku lagi, apa lagi kau tahu kan kebahagiaanku sudah sangat sempurna seperti ini." ucap Aisyah.
Tak berselang lama terlihat Jonathan sudah memasuki kantor Kikan dan Aisyah.
"Hai Aisyah, Kikan!" seru Jonathan.
"Mas lagi ngapain disini?" tanya Aisyah.
"Memangnya Mas Nathan nggak boleh ke sini ya?" tanya Jonathan.
"Ya nggak gitu, tumben aja Mas ke sini paling-paling kalau Mas kesini kan mencari suamiku dan Mas Firdaus untuk ngerumpi." jawab Aisyah.
"Pikiranmu jelek sekali.." Aisyah ucap Jonatha.
"Bukannya pikiran Aisyah yang jelek Jonathan, tapi pikiranmu yang selalu pusing dengan pemikiran perusahaan. lalu kamu pasti ke sini untuk mencari pelampiasan dan mengajak suamiku dan Mahfud untuk bergosip Ria!" seru Kikan yang membuat Jonathan langsung diam tanpa bisa menyangkal perkataan dari Kikan.
"Kau tahu sendiri kan, kalau Mas Nathan ini nggak punya teman Aisyah masa Mas Nathan Nggak boleh curhat-curhat begitu." jawab Jonathan.
"Ya boleh Mas, tapi kalau enggak kerja gitu loh jawab Aisyah. Iqbal masih ngajar di sini tidak?" tanya Jonathan.
"Ya tentu saja masih mengajar di sini Mas Memangnya kenapa?" tanya Aisyah.
"Tentu saja aku mau lihat, Apakah dia bekerja dengan baik atau tidak..kalau dia tidak bekerja dengan baik maka akan kupukul kepalanya dengan menggunakan penggaris ini." ucap Jonathan yang membuat Kikan langsung memukul Jonathan dengan salah satu buku yang ada di ruangannya.
__ADS_1
** bersambung **