MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Para penggemar si kembar


__ADS_3

Sebuah kado ditunjukkan oleh beberapa wanita untuk Malik dan Yusuf.



Visual Malik dan Yusuf



visual Emilia dan Syahila



Visual Raditya


"Apa yang sedang kalian lakukan disini?" tanya Aisyah kepada dua putranya.


"Tidak apa-apa Ma, Kami cuma sedang mengerjakan soal-soal latihan dari sekolah." jawab Malik.


"Lalu kenapa tidak dibuka kadonya?" tanya Aisyah kepada dua putranya.


Sesaat kemudian Emilia dan Syahila sudah datang ke kamar dua saudara kembarnya itu.


"Ada apa Ma?" tanya Syahila.


"Oh ya, sekarang kalian bahwa semua surat cinta yang kalian dapat dan kado-kado kumpulkan di sini!" seru Aisyah yang membuat keempat anaknya itu sangat terkejut. Bagaimana tidak, ternyata Mamanya tahu kalau mereka mendapatkan sebuah kado dan surat cinta.


"Cepat mama tunggu dalam 10 menit, Jika tidak Mama akan menggeledah kamar kalian. Oh ya Raditya Sayang, sekarang bawa kado-kado kakak kalian itu kemari?" seru Aisyah kepada Putra terkecilnya.


Raditya menganggukkan kepalanya.


"Tapi banyak banget lho Mam, Raditya kan nggak kuat." jawab Raditya yang membuat Aisyah menghela nafasnya dan mengikuti putranya untuk membantunya mengambil kado-kado saudara-saudaranya yang disembunyikan di dalam kamarnya.


10 menit kemudian.


Terlihat jelas kado dan surat cinta yang begitu banyak yang ditunjukkan oleh keempat anaknya.


"Kunci pintunya!" seru Aisyah.


Emilia langsung mengunci kamar saudaranya itu.


"Sekarang kalian buka seluruh kado itu, lalu kumpulkan di sini." pinta Aisyah kepada anak-anaknya. sekitar 10 menit kemudian akhirnya kado-kado itu telah terbuka.

__ADS_1


Kado-kado yang berjumlah lebih dari 100 itu benar-benar membuat Aisyah menggelengkan kepalanya,


"Ini kalian dapat kado dari mana saja sih?" tanya Aisyah, tentu saja mereka semua tidak berani membuka mulutnya sama sekali.


"Kado kado yang didapat dari para penggemar si kembar itu bervarian, mulai dari boneka jam tangan, liontin, gelang, cincin, gelas dan lain sebagainya.


Aisyah benar-benar sangat terkejut, ternyata anak-anaknya mempunyai penggemar yang begitu banyak.


"Kalian ini kan berbeda sekolah, lalu Mengapa kalian mempunyai kado sebanyak ini?" tanya Aisyah.


"Bahkan Radit aja yang masih kecil sudah dapat kado loh Mam." ucap Emilia yang membuat Raditya menatap kakaknya.


"Apa benar Raditya?" tanya Aisyah.


Raditya dapat banyak coklat." jawab Raditya.


"Lalu dapat apa lagi?" tanya Aisyah.


"Radit juga dapat buku bacaan sama buku kamus Ma." jawab Raditya.


"Aduh kalau kalian seperti ini terus..jika Papa kalian tahu bisa-bisa Mama yang kena semprot." ucap Aisyah.


"Pada hal kado-kado itu sama sekali tidak mengganggu kami." ucap Yusuf.


"Ya.. nggak mungkin Mam, Masak kami cowok mau menyimpan boneka." jawab Malik.


"Ambil barang-barang yang kalian perlukan dari kado-kado itu, sehabis itu biarkan kado-kado itu disini atau berikan kepada saudara kalian!" seru Aisyah yang membuat Yusuf dan Malik langsung mengambil beberapa kado yang menurut mereka lumayan cocok mereka pakai.


"Emilia, Syahila kado mana yang kalian mau?" tanya Aisyah.


"Aku mau buku masak sama gelang ini saja Mam." jawab Emilia.


"Aku panduan menjadi desainer sama beberapa barang itu." jawab Syahila yang membuat keempat anak Aisyah akhirnya pergi.


"Apa yang sedang kau lakukan sayang tanya Mahfud kepada istrinya


"Tidak apa-apa Mas, tadi cuma berbicara sama anak-anak saja." jawab Aisyah.


"Apakah mereka membuat keributan?" tanya Mahfud.


"Tidak Mas." jawab Aisyah.

__ADS_1


Mahfud menatap istrinya, seorang wanita yang selalu bersamanya disaat suka dan duka.


"Apakah kau ingin mengatakan sesuatu?" tanya Mahfud.


"Mas, sebaiknya Mas jangan terlalu keras kepada anak-anak. Apakah Mas ingin kalau anak-anak kita semuanya pada lari Karena Mas terlalu keras pada mereka." ucap Aisyah.


"Memangnya ada apa?" tanya Mahfud.


"Tidak apa-apa Mas, hanya saja aku tidak ingin anak-anak merasa tertekan karena mas selalu meminta sesuatu yang tidak mereka inginkan." jawab Aisyah.


"Aku tidak ingin anak-anak menjadi sesuatu yang tidak berguna sayang, kau tahu sendiri kan dunia seperti ini benar-benar dunia yang begitu keras. Aku tidak ingin anak-anak terjebak pada pergaulan bebas yang akan membuat mereka menyesal." jawab Mahfud l.


"Tapi caranya tidak seperti itu juga kan, Mas." jawab Aisyah.


Mahfud menganggukan kepalanya.


"Apa yang tadi kau lakukan sama anak-anak?" tanya Mahfud.


"Tadi aku membongkar kado kado yang diberikan oleh penggemar anak-anakmu itu." jawab Aisyah.


"Lalu?" tanya Mahfud.


"Ya tentu saja cuma itu." jawab Aisyah.


"Seberapa banyak kado itu?" tanya Mahfud.


"Sangat banyak, lebih dari 100." jawab Aisyah.


Mahfud langsung terbelalak, ternyata anak-anaknya adalah anak-anak yang sangat terkenal di kalangan sekolah mereka.


"Pantas saja salah satu anak Dokter yang ada di rumah sakit selalu bertanya padaku mengenai Malik." jawab Mahfud.


"Benarkah?" tanya Aisyah.


Mahfud menganggukkan kepalanya.


"Aku sampai sangat kesal saat pekerjaanku selalu diganggu oleh nya yang datang bertanya mengenai Putra kita." jawab Mahfud.


"Mas tidak boleh melakukan sesuatu yang membuat anak-anak menjadi tertekan, biarkan mereka bebas dengan keinginan mereka sendiri. biarkan mereka bebas dengan semua apa yang ingin mereka lakukan." jawab Aisyah.


"Kalau menurutmu itu yang terbaik, aku akan melakukannya Sayang. aku tidak ingin anak-anak membenciku karena aku selalu memaksa mereka dengan semua kehendakku." jawab Mahfud yang kemudian memeluk istrinya. Mahfud sangat bersyukur karena dirinya mendapatkan seorang istri yang begitu luar biasa.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2