
"Met pagi paman!!" seru Raditya.
"Pagi..." jawab Jonathan dengan nada suara yang begitu memilukan.
"Ngapain Mas pagi-pagi ke rumahku?!" seru Mahfud kepada Jonathan.
"Kamu ini benar-benar adik yang kurang ajar ya, masa Kakak mu ke sini malah perkataanmu seperti itu padaku?!" seru Jonathan
"Lagi pula ngapain pagi-pagi buta seperti ini kau sudah berada di rumahku, Apakah kau diusir oleh Mbak Lia?" tanya Mahfud.
Tak Ada jawaban dari Jonathan, pria itu hanya menghela nafasnya secara kasar karena dia tidak ingin diolok-olok oleh saudaranya.
"Mas Nathan ngapain pagi-pagi buta di rumahku?!" seru Aisyah.
"Kau itu sama saja dengan suamimu, ada saudara ke sini malah pertanyaanmu seperti itu?!" seru Jonathan yang kemudian menidurkan tubuhnya di sofa ruang tamu.
"Ada apa Sayang?!" tanya Aisyah kepada suaminya.
"Aku tidak tahu, paling-paling dia bertengkar sama Mbak Lia setelah itu diusir." jawab Mahfud yang membuat Jonathan melotot.
__ADS_1
"Kenapa pikiranmu selalu jelek padaku, Mahfud. kalau aku pagi-pagi ke rumahmu berarti aku diusir oleh istriku, lalu kalau aku ke sini berarti aku tidak diinginkan oleh istriku?!" seru Mahfud dengan nada suara yang sangat marah kepada saudaranya itu.
"Kalau gitu ngapain Mas Nathan pagi-pagi buta kerumah ku, Apakah mas tidak punya pekerjaan lain selain mengganggu di rumahku?" tanya Mahfud.
"Aku ini sedang silaturahmi ke rumahmu, Mahfud. Mengapa kau mengatakan kalau aku itu sukanya mengganggumu, Apakah aku selalu mengganggumu hingga nada suaramu seperti itu padaku.." ucap Jonathan dengan menampilkan wajah yang begitu menyayat hati.
"Dari dulu sampai sekarang ternyata Mas Nathan itu pandai akting ya, Masa kami bertanya seperti itu saja Ada suaramu sudah menggelegar seperti mau menembak kami!!" seru Aisyah yang membuat Mahfud langsung tertawa geli dengan kata-kata yang diucapkan oleh istrinya tersebut.
"Jangan berkata seperti itu, nanti Paman Nathan bunuh diri gara-gara perkataan Mama!" seru Yusuf.
"Kau ini sama saja dengan Papamu, suka sekali mengganggu Paman bahkan Paman ini sangat sedih.. sedih.. sedih sekali.." ucap Jonathan yang membuat Mahfud dan anak-anaknya ingin tertawa dengan perkataan yang diucapkan oleh pria tersebut.
"Kalian ini benar-benar membuat Paman patah hati, lihat saja cantik-cantik tapi cara berbicara kalian itu sangat membakar hati Paman!!" seru Jonathan.
"Ya udah kalau gitu, jangan banyak bertengkar. lebih baik Mas Nathan ikut makan kalau Mas mata tidak mau silakan mas Nathan pulang!!" seru Mahfud yang membuat Jonathan langsung berdiri pria itu bergegas ke ruang makan.
"Paman ke rumah kami pagi-pagi buta Apakah sudah mandi apakah sudah cuci muka?!" seru Malik yang membuat Jonathan menetap keponakannya tersebut.
"Kamu itu punya mulut seperti perempuan, selalu saja menyakiti hati Paman!!" seru Jonathan.
__ADS_1
Tentu saja orang-orang yang ada di rumah Mahfud tertawa terbahak-bahak dengan perkataan yang diucapkan oleh Jonathan, tak berselang lama ternyata 2 anak Jonathan sudah menyusul papa Mereka.
"Papa, kenapa dari tadi tidak pulang!!" seru Fara.
"Papa dari tadi tidak pulang-pulang bahkan katanya membeli makanan!!" seru Rizky.
"Papa kan juga mau istirahat, dari tadi kalian selalu mengganggu Papa." jawab Jonathan.
"Papa..Papa mau makan sendiri di rumah Tante Aisyah dan Paman Mahfud!!" seru Rizky.
Tatapan mata Jonathan menatap kedua anaknya,
"Kalian ke sini pakai alasan apa?" tanya Aisyah.
"Mama kan tidak ada di rumah Tante, Mama sedang ada di Bandung. Mama mau istirahat gara-gara bertengkar sama Papa, eh malah Papa mencari makan sendiri ke sini dan tidak menghiraukan kami!" seru anak-anak Jonathan.
Tatapan mata keluarga Mahfud menatap Jonathan,
"Ternyata kau seorang ayah yang tidak bertanggung jawab ya, masa kau kesini ingin makan sendiri sedangkan anak-anakmu kau telantarkan." cibir Mahfud yang membuat Jonathan menghela nafasnya secara kasar.
__ADS_1
** bersambung **