
Plakk...
Satu tamparan telah mendarat di pipi Iqbal.
"Mengapa Paman menamparku!" seru Iqbal.
"Mengapa kamu melakukan hal itu, walaupun kau telah pembelinya dia itu seorang wanita, Iqbal!" seru Jonathan kepada keponakannya.
"Dia berhak mendapatkan semua perasaan kesal ku." jawab Iqbal.
"Namun tidak seperti itu, walaupun kau telah membelinya hargailah dia. istrimu meninggal bukan karena kesalahannya!" seru Jonathan.
"Paman tidak tahu apa-apa, jadi Paman tidak usah ikut campur." jawab Iqbal. Iqbal terus menampak dan menjambak rambut Iqbal.
"Kau jangan pernah melakukan itu, Iqbal!" seru Jonathan yang kemudian menarik paksa keponakannya. yang terus mengejar seorang wanita yang ternyata adalah istri bayarannya.
"Kalau Paman tetap membelanya, jangan salahkan aku untuk memberikan Paman hantaman!" seru Iqbal.
"Coba saja, kalau kau berani!" seru Jonathan. Iqbal terlihat melayangkan tangannya kepada Jonathan, namun keponakannya itu sangat salah.. karena Jonathan adalah pria yang sangat pandai ilmu bela diri.
Buk..
Buk..
Buk..
Jonathan memberikan beberapa pukulan di wajah Iqbal keponakannya, pria itu sangat marah saat melihat seorang wanita dianiaya dan dilecehkan seperti itu.
"Kalau kau berani melakukan hal itu, Paman akan melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan pada wanita ini!" seru Jonathan yang kemudian menolong Aisyah.
"Aku tidak menyangka Paman akan menolong wanita itu!" seru Iqbal.
"Aku juga tidak menyangka, kalau aku punya keponakan yang seberengsek dirimu." jawab Jonathan yang kemudian menggendong Aisyah ke suatu tempat.
Seorang gadis muda yang wajahnya sudah babak belur dan tubuh yang penuh dengan luka.
"Berikan aku es batu sama air hangat!" seru Jonathan yang meminta kepada para pelayan yang ada di rumah Jonatan untuk membawakan permintaan pria itu.
__ADS_1
Begitu miris hati Jonathan saat melihat seorang wanita diperlakukan seperti hewan, begitu kejam keponakannya itu..
"Apakah kau baik-baik saja?" tanya Jonathan.
Tak ada kata lain selain perkataan itu, karena Jonathan tahu kalau dia tidak mengenal wanita itu. namun Entah mengapa Jonathan malah menolong wanita asing yang telah diperlakukan secara keji oleh keponakannya.
"Tidak seharusnya anda menolong saya, Tuan. biarkan saja pria itu menghabisi saya." ucap Aisyah yang membuat Jonathan menatap wanita itu.
"Mengapa kau mengatakan hal itu?" tanya Jonathan.
"Karena saya telah membunuh istri pria itu." jawab Aisyah.
"Lalu apakah kau membunuhnya?" tanya Jonathan Aisyah diam saja.
"Kalau kau tidak membunuhnya, lalu Mengapa kau menyalahkan dirimu sendiri. Memang Wanita itu sudah lama sakit dan Iqbal sering bolak-balik ke luar negeri untuk mengobati istrinya itu, bahkan Iqbal juga tahu kalau istrinya itu nyawanya tidak akan lama lagi." jawab Jonathan.
"Jika dia tahu kalau istrinya tidak akan lama lagi, lalu mengapa dia terus saja menyiksa saya?" tanya Aisyah kepada Jonathan.
"Dia telah membayar mu, maka dari itu kau akan dijadikan pria itu pelampiasan karena dia tidak bisa menyelamatkan istrinya." jawab Jonathan.
Aisyah nampak sangat sedih saat mendengar jawaban dari Jonathan.
"Terima kasih Tuan, karena menolong saya." ucap Aisyah. Jonathan menganggukkan kepalanya, menatap seorang wanita muda yang begitu lembut dan wajah yang begitu Ayu apabila tidak ada luka luka di wajahnya.
"Jangan khawatir, aku akan mengobati mu. jadi kok diam saja." ucap Jonathan yang terus mengobati wajah dan tangan Aisyah yang penuh luka.
"Terima kasih Tuan, karena Tuan telah menolong saya dan terima kasih karena Tuan adalah pria yang baik yang menolong saya.' ucap Aisyah. Jonathan menatap wajah Aisyah dengan tatapan yang begitu sendu.
"Siapa namamu?" tanya Jonathan.
"Aisyah." jawab Aisyah.
"Namamu cantik." ucap Jonathan.
"Terima kasih, Tuan." jawab Aisyah.
"Segeralah kau tidur dan istirahatlah, jika pria itu memanggilmu jangan keluar!" seru Jonathan.
Aisyah berdiri sambil menatap seorang pria yang umurnya sedikit lebih tua darinya.
__ADS_1
"Kalau saya tidak datang, bisa-bisa tuan Iqbal akan membunuh saya, tuan." ucap Aisyah.
"Kalau dia berani melakukan hal itu, maka aku yang akan membunuhnya." jawab Jonathan.
"Aisyah memasuki tempat dia berada selama ini, sedangkan Jonathan pria itu menatap kemana arah Aisyah masuk.
"Gudang, Mengapa gadis itu memasuki gudang." ucap Jonathan yang kemudian mengikuti Aisyah dari belakang. Gadis itu memasuki gudang tempat dia berada.
Criett..
Jonathan membuka pintu gudang, terlihat di sana wanita muda itu membaringkan tubuhnya di lantai gudang rumah Jonathan.
"Kenapa kau disini?" tanya Jonathan.
Aisyah menatap wajah pria yang menolongnya itu.
"Saya tinggal di sini, Tuan." jawab Aisyah.
"Kamar para pembantu itu banyak, lalu Mengapa kau tidur di gudang?" tanya Jonathan.
"Sudah lama Saya tinggal di gudang ini, Tuan." jawab Aisyah sembari duduk dan menatap pria yang ada di hadapannya.
"Miris" itu adalah kata yang ada di hati Jonatan, saat melihat gadis muda yang ada di hadapannya itu tidur di lantai hanya beralaskan selimut tipis.
"Baiklah kalau begitu aku akan keluar sebentar, kau beristirahatlah." ucap Jonathan yang kemudian menutup pintu gudang tempat Aisyah.
Entah mengapa Jonathan hatinya merasa sakit saat melihat beberapa luka yang ada di wajah Aisyah.
"Apa yang sedang Paman lakukan di sana?!" seru Iqbal.
"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu, Mengapa kau menaruh wanita itu di sana tanya Jonathan.
"Wanita gembel itu lebih pantas disana." Jawab Iqbal.
"Kau benar-benar bukan manusia, Iqbal!" seru Jonathan.
"Sebaiknya Paman tidak usah ikut campur!" seru Iqbal.
"Rumah ini adalah milikku, Iqbal. dan aku lebih berhak daripada dirimu." jawab Jonathan yang kemudian menarik kerah baju Iqbal.
__ADS_1
** bersambung **