
Entah mengapa semenjak Aisyah bekerja bersama Kikan, terlihat Jonathan selalu memperhatikan gadis itu. entah merasa iba atau kasihan.. namun Jonathan tidak bisa mengungkapkan perasaan itu, terlihat pria itu selalu memberikan perhatian khusus kepada Aisyah.
Hari ini mereka berempat akan makan malam di sebuah restoran yang ada di Jakarta.
"Kalian memesan makanan dahulu, karena aku dan Firdaus akan bertemu dengan salah satu teman kami yang ada di luar." ucap Jonathan kepada Kikan dan Aisyah. kedua wanita itu menganggukkan kepalanya, kemudian terlihat tatapan mata Kikan menatap Jonathan yang terus tersenyum kepada Aisyah.
"Segeralah bukan hatimu untuk gadis ini, daripada kau menanti seorang wanita murahan seperti istrimu." ucap Kikan dalam hati sembari menatap Aisyah yang sedang melihat menu makanan.
Aisyah tidak pernah tahu kalau Jonathan sudah mempunyai istri. Gadis itu hanya tahu kalau Jonathan adalah pria sendiri dan seorang pria yang begitu baik, Aisyah memang tidak mempunyai perasaan apapun kepada Jonathan. karena Gadis itu sangat berterima kasih kepada pria yang telah menolongnya.
"Kau memesan makanan apa?" tanya Kikan kepada Aisyah.
"Entahlah, aku bingung." jawab Aisyah.
"Lebih baik Kakak pesankan makanan seperti kakak aja." ucap Kikan. Aisyah menganggukkan kepalanya, karena terlihat Gadis itu tidak pernah makan makanan luar negeri yang seperti ada dihadapannya itu.
15 menit kemudian
Makanan yang dipesan oleh kedua Wanita itu sudah datang dan terlihat pula dua pria Jonathan dan Firdaus juga datang ke meja kedua wanita itu.
"Kalian sudah memesan makanan?" tanya Dokter Firdaus.
"Sudah Sayang." jawab Kikan.
"Makanan apa?" tanya Firdaus.
"Semua makanan aku pesan ini kan gratis, soalnya Jonathan yang membayarnya." jawab Kikan sambil tersenyum kepada suaminya.
__ADS_1
"Dasar matre!" seru Jonathan.
"Biarin." Jawab Kikan yang kemudian menarik sang suami untuk segera duduk di sampingnya.
"Kau sudah memesan makanan?" tanya Jonathan kepada Aisyah.
"Sudah Mas, mbak Kikan yang memesan makanan itu." jawab Aisyah. Firdaus menatap Jonathan, tatapan matanya seolah nggak mengejek Jonathan yang dipanggil Aisyah dengan sebutan Mas.
"Jangan melotot terus, bakal ku colok matamu itu!" seru Jonathan yang membuat Aisyah kebingungan.
"Sudah sudah, cepat kita makan.. jangan bawel suamiku, diam saja!" seru Kikan yang kemudian mencubit pinggang sang suami dan memberinya pelototan. Hal itu membuat Firdaus langsung diam Karena itu adalah kode akan sesuatu yang membuatnya harus mengikuti apa kata istrinya.
Hari demi hari melalui keempat orang itu dengan seluruh kesibukan mereka, keesokan hari keempat orang itu akhirnya berangkat ke Batam untuk melakukan perjalanan bisnis sebelum ke tempat perusahaan Jonathan yang lain.
Jonathan Kikan dan Aisyah pergi ke sebuah rumah sakit yang dibuka oleh dokter Syah. dokter yang begitu terkenal karena sudah menyembuhkan begitu banyak pasien depresi karena kasus pemerkosaan atau kasus KDRT.
"Hai." balas Kikan.
Tak lama kemudian terlihat dokter Syah datang untuk menemui Aisyah.
"Hai gadis kuat!" seru Dokter Syah kepada Aisyah.
"Hai Paman!" seru Aisyah yang kemudian mencium tangan Dokter Syah. pria tua itu sangat suka dengan sikap sopan santun yang dimiliki Aisyah, apalagi wanita itu walaupun tidak memakai hijab terlihat Aisyah begitu membuat orang lain sangat menyukainya.
"Selamat siang dokter Syah!" seru salah seorang Dokter muda yang menyapa dokter Syah.
"Hai Dokter Mahfud!" seru dokter Syah kepada dokter Mahfud. dokter Mahfud adalah seorang dokter lulusan dari universitas kedokteran yang begitu ternama di kawasan Eropa.
__ADS_1
"Oh ya Dokter, perkenalkan dia adalah gadis yang selalu aku ceritakan padamu!" seru dokter Syah kepada dokter Mahfud sembari menunjuk Aisyah.
Tatapan mata Dokter Mahfud terlihat menatap seorang gadis muda yang ditunjuk oleh Dokter Syah, sebuah senyum terukir saat melihat seorang gadis muda yang begitu lembut dan sangat cantik.
"Hai, perkenalkan namaku adalah dokter Mahfudz. teman dari Dokter Syah." ucap Dokter Mahfud yang kemudian menjabat tangan Aisyah. terlihat Jonathan langsung menjabat tangan dokter Mahfudz yang hendak meraih tangan Aisyah.
"Nama saya Jonathan." ucap Jonathan yang telah menjabat tangan Dokter Mahfud. terlihat orang-orang yang ada di sana sedikit kebingungan dengan tingkah laku Jonathan.
"Kau ini apa-apaan Jonathan. Dokter muda ini ingin berkenalan dengan Aisyah, bukan berkenalan denganmu." ucap Dokter Syah yang kemudian menarik tangan Aisyah dan menjabat tangan wanita itu kepada Dokter Mahfud.
"Pria tua kok menjengkelkan sekali ya." guman Jonathan dalam hati sembari menatap seorang pria muda yang sudah menjadi dokter tersebut.
"Papamu itu sangat menjengkelkan, Sudah berapa kali kita menjodohkan teman kita ini pada Aisyah. malah Sekarang Papamu itu malah mengganggu." bisik Kikan di telinga sang suami.
"Jangan salahkan aku, sayang. Aku tidak tahu apa-apa." jawab Firdaus.
Tak lama kemudian akhirnya Kikan menarik Aisyah untuk bersama dengannya dan keluar ke sebuah tempat agar mertuanya itu tidak menjodohkan Aisyah dengan pria lain.
"Aku akan mengajaknya keluar dari tempat ini, sedangkan kau.. cari cara untuk mengatasi papamu itu." ucap Kikan yang kemudian mengedipkan mata kepada sang suami. Firdaus menganggukkan kepalanya, karena dia jelas ingin Jonathan bahagia bersama Aisyah daripada bersama dengan istrinya yang murahan itu, apalagi entah ke mana batang hidungnya sekarang.
"Kikan, kau mau kemana.. acaranya akan segera dibuka!" seru Dokter Syah kepada Kikan.
"Ada urusan mendadak Pa!" jawab Kikan yang mengajak Aisyah berlari keluar dari rumah sakit tersebut. Sedangkan Jonathan... terlihat pria itu masih berada di rumah sakit Dokter Syah.
Jonathan tersenyum seraya berterima kasih kepada temannya itu.
"Terima kasih Kikan, karena kau membawanya keluar dari tempat mertua mu ini." guman Jonathan dalam hati yang melihat Kikan telah membawa Aisyah menjauh dari Dokter muda yang ingin berkenalan dengan Aisyah.
__ADS_1
** bersambung **