MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Maaf untukmu


__ADS_3

Berita mengenai Brian sudah di dengar oleh Mahfud dan yang lain. pria itu sudah di rawat di rumah sakit Dokter Syah.


"Bagaimana kondisinya?" tanya Mahfud.


"Dia mengalami gangguan mental yang lumayan besar." jawab Firdaus.


"Lalu, bagaimana dengan fisiknya?" tanya Mahfud.


"Fisiknya penuh luka, mungkin karena dia terus menerus melukai badannya sendiri." jawab Firdaus.


"Aku merasa kasihan saat melihatnya seperti ini." ucap Mahfud.


"Ini semua karena ulahnya sendiri." jawab Firdaus.


"Tapi, apakah dia masih bisa sembuh?" tanya Mahfud.


"Entahlah, namun yang jelas Jika dia masih melakukan sesuatu seperti itu kemungkinan besar dia yang akan mengalami kegagalan di dalam reaksi tubuhnya." jawab Firdaus.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Mahfud.


"Mau tidak mau kita harus membuat sesuatu agar bisa melakukan sesuatu yang lebih baik terhadap saudaramu itu." jawab Firdaus.

__ADS_1


"Entahlah, aku tidak tahu. di sisi lain aku takut kalau dia akan melakukan sesuatu, di sisi lain juga aku sangat khawatir padanya apalagi jika dia melakukan sesuatu yang sangat berbahaya seperti itu." jawab Mahfud.


Akhirnya Firdaus dan Mahfud sudah sepakat untuk membawa Brian ke rumah sakit tempat mereka berada, umur mereka sudah tidak muda lagi bahkan sekarang Mahfud sudah berumur 50 tahun walaupun tubuhnya masih tetap fit dan bugar,


Namun pria itu ingin memberikan kesempatan kedua untuk saudara kembarnya walaupun sekarang wajah mereka sudah tidak sama lagi.


8 hari kemudian


Akhirnya Brian sudah berada di rumah sakit Dokter Syah, pria itu dirawat dengan baik oleh Mahfud dan Firdaus.


Keadaan Brian memang benar-benar sangat mengkhawatirkan, bahkan keadaan pria itu depresi hingga 90 derajat, tidak ada keinginan hidup di dalam hati Brian. tidak ada keinginan untuk memperjuangkan kehidupannya.


Hari ini Jonathan datang kerumah sakit melihat saudaranya dengan kondisi yang begitu memilukan.


"Bagaimana kondisinya Mahfud?" tanya Jonathan kepada Mahfud.


"Kondisinya sangat buruk Mas, apalagi dia sudah berulang kali mencoba mengakhiri hidupnya." jawab Mahfud.


Pria brensek seperti dia ternyata takut hidup di penjara juga ya.." ucap Jonathan yang membuat Mahfud menghela nafasnya.


"Entahlah, kemungkinan besar dia merasa bersalah atau dia menginginkan sesuatu karena dia selama ini sendirian." jawab Mahfud.

__ADS_1


"Bagaimanapun juga dia adalah saudara kembarmu yang berarti dia juga saudaraku, kau rawatlah dia dengan baik aku akan membantu kalau ada sesuatu yang kau butuhkan." ucap Jonathan yang kemudian meninggalkan ruangan tersebut.


Tidak pernah sekalipun Jonathan membenci Mahfud ataupun Brian, namun perjalanan hidup membuat mereka berdua saling membenci satu sama lain. bahkan Brian yang notabene adalah saudara kembar Mahfud pria itu benar-benar sangat membenci saudaranya, karena walaupun kehidupan Mahfud sangat susah namun dia dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya. sedangkan Brian Pria itu selalu sendiri dan selalu disiksa oleh ayah angkatnya.


"Dari mana Mas?" tanya Aisyah yang melihat Jonathan baru keluar dari ruangan Brian.


"Aku tadi melihat kondisi Brian, kelihatannya kondisinya sangat parah.." jawab Jonathan.


"Kondisinya benar-benar sangat parah Mas, dia tidak mempunyai keinginan untuk hidup bahkan di tubuhnya sudah begitu banyak tanda percobaan pembunuhan yang dia lakukan. kemungkinan besar akan membutuhkan waktu yang lama jika dia benar-benar ingin hidup."jawab Aisyah.


"Kau tau Aisyah, satu persatu keluargaku sekarang telah berkumpul. Aku harap Brian bisa mengubah hidupnya, bisa menerima semua keburukan dan kebaikan dirinya sendiri agar dia bisa bersama dengan kita." ucap Jonathan sambil menghela nafasnya secara kasar.


"Aku tidak menyangka kalau Mas Nathan sekarang semakin dewasa." ucap Aisyah.


"Kau menyindirku ya Aisyah, Tentu saja aku sekarang sudah dewasa. Lihatlah umur kita berdua ini sudah hampir 50 tahun loh.." jawab Jonathan.


"Ya Mas Nathan kali umurnya sampai 50, aku sih belum.." jawab Aisyah Sambil tertawa.


"Aku sudah 53 lho Aisyah.." jawab Jonathan yang tertawa terbahak-bahak saat melihat saudari iparnya itu.


** bersambung *9

__ADS_1


__ADS_2