
Terlihat sekali kalau hari ini terjalin hubungan pertemanan antara Aisyah dan Lia, Aisyah ingin membuat wanita itu tidak selalu mengganggunya dirinya. Jika dia memberikan bantuan kepada Lia mengenai Jonathan hal akan dia lakukan karena Jonathan juga berhak mendapatkan kebahagiaan.
Dengan begitu Jonathan tidak akan terus mengejar dirinya, maksud hati Aisyah adalah agar pria yang dulu menolongnya itu juga mendapatkan kebahagiaan dari wanita lain bukan dirinya.
"Jika aku meminta bantuan mengenai Jonathan, Apakah kau mau membantuku?" tanya Lia kepada Aisyah.
"Tentu saja aku akan membantumu." jawab Aisyah. akhirnya Lia berdiri sembari memeluk tubuh Aisyah.
"Baiklah kalau begitu aku harus pergi dulu, Nanti kalau dia sudah berada di perusahaan namun aku tidak ada nanti dia malah curiga padaku." ucap Lia yang kemudian berlari meninggalkan Rumah sakit tempat Aisyah berada.
Lia begitu bahagia saat mendapatkan dukungan dari wanita yang begitu dicintai oleh Jonathan, dia sudah tidak ingin lagi menyakiti Aisyah. dia ingin mencari tahu mengenai Jonathan lebih banyak dari Aisyah.
Langkah kaki Aisyah memasuki rumah sakit, karena tadi dia berada di kantin bersama dengan Lia. tatapan matanya tiba-tiba terhenti ketika tiba-tiba Brian sudah ada di depan Aisyah, pria itu tersenyum kepada Aisyah.
"Lo Mas ini gimana sih, kan tadi aku bilang masuk aja dahulu lalu ngapain Mas ada disini?" tanya Aisyah kepada Brian yang dikira adalah Mahfud.
"Tidak apa-apa, Mas tadi hanya ingin jalan-jalan di sekitar tempat ini. karena tadi mas nunggu kamu terlalu lama, jadi Mas ingin menjemputmu." jawab Bryan, pria itu tersenyum sangat manis bahkan begitu manis kepada Aisyah.
Tatapan mata Aisyah terlihat menatap pria itu, entah mengapa tiba-tiba Aisyah merasa ada yang berbeda dengan suaminya. padahal tadi di dia meminta sang suami untuk melanjutkan pekerjaannya.
"Lebih baik kita masuk aja lo Mas, nanti pasienmu itu nunggu." ucap Aisyah yang kemudian mengajak Brian yang dikira suaminya.
Langkah kaki Brian menyeimbangkan langkah kaki Mahfud yang tidak terlalu lebar, tatapan matanya terus menatap seorang wanita yang telah menjadi istri saudara kembarnya.
"Akan ku rebut kebahagiaanmu ini dan akan ku buat kau kehilangan nyawa." terlihat Brian sungguh-sungguh ingin membuat saudara kembarnya itu menghilang dari muka bumi ini. bagaimana tidak, Bahkan dia sudah merencanakan segala sesuatu agar Mahfud gagal mendapatkan donor jantung dan nyawanya tidak tertolong.
"Hari ini kamu cantik." ucap Rian kepada Aisyah. tatapan mata Aisyah menatap suaminya yang terlihat begitu aneh hari ini.
"Mas tadi makan apa sih, Kok kata-katanya aneh banget hari ini?" tanya Aisyah kepada pria yang begitu mirip dengan suaminya.
"Tentu saja aku habis makan cinta yang kau tunjukkan itu." jawab Brian.
__ADS_1
Tak lama kemudian tiba-tiba Kikan terlihat di rumah sakit, Brian langsung terkaget dan berusaha untuk pergi dari Aisyah.
"Mas pergi ke toilet dulu ya, kamu masuk aja dulu Nanti Mas bakal nyusul kamu." ucap Brian yang kemudian meninggalkan Aisyah. karena terlihat wanita yang selalu bersama dengan istri kembarannya itu sudah datang.
"Nanti aku tunggu di kantor ya." ucap Aisyah kepada saudara kembar suaminya.
Bryan menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian dia berlari ke sebuah tempat agar tidak terlihat oleh Kikan.
"Kamu lagi ngapain sih dari tadi tidak masuk-masuk!" seru Kikan yang yang langsung menarik tangan Aisyah dan membawanya ke kantor mereka.
"Ada apa sih Mbak?" tanya Aisyah.
"Ada hal mendadak." jawab Kikan yang kemudian membuka pintu kantornya dengan begitu kasar.
"Ada apa sih, Mbak?" tanya Aisyah kembali.
"Udah diam jangan banyak bicara, kamu ini kebanyakan bicara hingga membuat telingaku jadi di gatal." jawab Kikan.
"Sini, Siapa tadi yang buka laptop ku?" tanya Kikan kepada Aisyah.
"Ya tidak tahu dong mbak, yang punya sandi buat laptop itu kan Mbak. aku saja enggak tahu bagaimana cara buka laptop Mbak." Jawab Aisyah.
"Nggak ada yang tahu sandi untuk buka laptopku, bahkan suamiku aja nggak tahu." jawab Kikan.
"Lalu?" tanya Aisyah.
"Maka dari itu aku tanya?!" seru Kikan yang terlihat marah.
"Mbak nuduh aku ya?" tanya Aisyah sambil cemberut.
"Ya nggak nuduh kamu Aisyah, Kamu tahu nggak.. apa ada orang lain yang masuk ke tempat ini?" tanya Ki mkan kepada temannya.
__ADS_1
"Ya nggak tahu Mbak." Jawab Aisyah.
"Sayang banget di kantor kita ini nggak ada CCTV, kalau ada CCTV kita bakal tahu siapa sih yang udah ngebuka laptopku ini. Bahkan dia udah ngacak-ngacak bekas-bekas rumah sakit ini l?!" seru K'ikan yang begitu marah karena berkas-berkas yang ada di di laptopnya sudah diacak-acak seseorang.
Sedangkan di luar kantor Mereka, terlihat Brian sudah tersenyum karena pelaku dari pembobolan laptop Kikan adalah Brian.
"Coba lihat laptopmu ada yang bobol nggak?" tanya Kikan kepada Aisyah.
"Belum tahu Mbak, Belum kubuka dari tadi." jawab Aisyah yang kemudian duduk di mejanya dan membuka laptop. terlihat tatapan mata Aisyah menatap laptop tersebut,
"Kelihatannya tidak Mbak, Lihatlah bahkan sandiku tidak dibuka." jawab Aisyah.
"Kamu pakai sandi apa sih?" tanya Kikan.
"aya sandi biasa, Mbak. Jawab Aisyah.
"Kenapa sandiku yang sangat rumit aja bisa dibobol, sedangkan sandi mu yang biasa-biasa saja tidak bisa dibobol orang itu?!" seru Kikan yang benar-benar marah kenapa Mbak yang marah padaku tanya Aisyah.
"Aku bukannya marah, Aisyah. tapi aku tuh bingung Siapa sih orang yang berani membobol sandi di laptopku, padahal berkas-berkas penting yang ada di sana itu bisa dihapus atau dirusak olehnya!" seru Kikan yang kemudian mulai prustasi dan menjambak rambutnya..
Tak lama kemudian Mahfud dan Firdaus sudah masuk ke dalam kantor kedua istri mereka.
"Ada apa?" tanya Firdaus.
"Ini ada yang membobol sandi laptopku?!" seru di kan.
"Kok bisa?" tanya Firdaus.
"Jelas bisa udah kejadian." Jawab Kikan.
** bersambung **
__ADS_1