
Brakk...
"Berani sekali kau menghina Mamaku!!" Emilia.
Plakk..
Syahila langsung menampar wajah Sarmi yang tadi berani menghina keluarganya.
"Apa yang kau lakukan!" seru Sarmi yang tidak terima karena dirinya di hina dan di tampar oleh Emilia.
"Memang nya kenapa?" tanya Emilia.
"Berani sekali kau menamparku!!" seru Sarmi.
"Sebentar lagi kau akan di pecat dari tempat ini, dan sebentar lagi kau akan menjadi gembel!" seru Emilia yang kemudian meninggalkan Sarmi dan pergi ketempat orang tuanya.
"Mampus kau Sarmi, sebentar lagi kau akan di pecat dari pekerjaan ini dan kau akan menjadi gembel." ucap salah satu OB di rumah sakit, karena dia juga tidak terlalu suka dengan sikap Sarmi.
__ADS_1
"Mampus aku, padahal aku belum dapat salah satu pria kaya yang ada di tempat ini." ucap Sarmi.
Dengan tergesa-gesa Emilia langsung ke ruangan Mamanya dan Kikan, gadis muda itu benar-benar sudah sangat emosi saat mendengar Sarmi terus-menerus menghina Mamanya dan Kikan.
"Mama!" seru Emilia yang sudah memasuki ruangan Mamanya.
"Ada apa Sayang." jawab Kikan yang dari tadi melihat Emilia sudah datang dengan raut wajah yang begitu emosi.
"Dari tadi ke mana saja sih, Emilia. Aku menunggumu di sini sampai perutku lapar!" seru Syahila yang duduk bersama dengan Mamanya dan Kikan.
"Tidak apa-apa, aku ingin bicara sama Mama sama Tante." jawab Emilia dengan suara yang begitu keras.
"Kenapa kamu masuk sambil marah-marah, Memangnya ada apa?" tanya Aisyah.
Akhirnya Emilia menceritakan segala kejadian yang ada di dekat kantin, bukannya Aisyah yang marah tapi Kikan yang harus merasakan kebakaran jenggot karena dia harus mendengar dirinya dan Aisyah dihina oleh Sarmi.
"Sekarang ada di mana wanita itu!" seru Kikan.
__ADS_1
"Tadi ada di kantin Tante." jawab Emilia.
"Sudah lah mbak, nggak usah diperpanjang lagi. biarkan wanita itu berbuat sesukanya setelah kita mendapatkan laporan mengenai ketidakbecusan nya.. kita langsung pecat aja." ucap Aisyah yang membuat langkah kaki Kikan langsung berhenti.
"Kau benar juga Aisyah, setelah ini akan ku buat wanita itu terus merasakan bagaimana rasanya lembur sampai malam. akan ku buat hidupnya menderita seperti mulutnya yang tidak bisa diajak berbicara dengan enak. Dia itu hanyalah seorang pekerja di sini berani-beraninya dia menghina kita dan membuat kita menjadi bahan tertawaan." ucap Kikan.
Dari hari ke hari akhirnya Kikan terus membuat rencana agar Sarmi dikerjai oleh para pekerja yang ada di rumah sakit, gaji yang tidak terlalu membuatnya berbahagia sampai keinginannya untuk mendapatkan para pria kaya tidak akan pernah terjadi.
Kabar mengenai kondisi Sarmi disebarkan oleh Kikan dari mulut ke mulut, wanita itu akan membalas atas segala upaya Sarmi atas perbuatannya,
"Berani sekali dia melakukan hal itu padaku, Lihatlah Sebentar lagi kau akan merasakan bagaimana rasanya dikucilkan oleh orang-orang yang ada di sekitarmu!" seru Kikan. jangan bilang Kikan namanya kalau wanita itu tidak membalaskan dendam atas segala perbuatan Sarmi. apalagi dari beberapa kabar juga didapatkan oleh Kikan, bahwa Sarmi juga mencoba untuk mendekati Dokter Firdaus. Hal itu membuat Kikan bertambah murka saat ada wanita lain mencoba untuk mendekati suaminya.
"Berani sekali kau mau mencoba untuk mendekati suamiku, kau ini benar-benar seorang wanita yang ingin sekali mendapatkan kekayaan dari para pria yang ada di sini rupanya." ucap Kikan.
Di lain tempat, terlihat Sarmi Wanita itu benar-benar sangat berprestasi saat seluruh teman-temannya sudah mendengar kabar kalau dirinya hanyalah seorang wanita bekas bekerja malam. Bahkan dia juga adalah salah satu wanita panggilan.
"Bagaimana mungkin masa laluku bisa diketahui oleh orang-orang yang ada di sini, tidak mungkin masa laluku yang tertutup itu bisa diketahui oleh orang lain!" seru Sarmi saat para teman-temannya mengejek dirinya yang mempunyai profesi suka mengambil suami orang. bahkan suka sekali menjadi wanita penghibur
__ADS_1
** bersambung **