
terlihat cat Mahfud menulis sebuah kata sebuah kalimat dengan tulisan yang begitu tidak teratur.
"Bagaimana kabarmu?" isi tulisan yang ditulis oleh Mahfud. tentu saja Firdaus menganggukkan kepalanya.
"Aku baik-baik saja, istrimu dan anak-anakmu juga baik-baik saja." Jawab Firdaus.
"Aku malu untuk bertemu istri dan anak-anakku dalam kondisi seperti ini, aku takut kalau mereka tidak bisa menerimaku." tulis Mahfud dengan bentuk tulisan yang begitu Itu berantakan.
"Kenapa kau harus mengatakan hal itu, tentu saja Aisyah tidak akan melakukan hal itu. aku yakin mereka akan menerimamu." ucap Firdaus. Mahfud hanya terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun,
"Apakah kau ingin menelpon Mereka, kelihatannya istrimu dan istriku sudah pulang dari rumah sakit." ucap Firdaus.
Tentu saja Mahfud menggelengkan kepalanya, dia masih tidak bisa bertemu istri dan anak-anaknya, dia takut mereka akan menolak dirinya.
"Aku ingin sembuh terlebih dahulu, bilang saja kalau aku masih hidup." Mahfud menulis kata-kata itu di kertas kembali. tentu saja dengan segera Firdaus menelpon Kikan dan memberitahukan Bagaimana kondisi dari suami Aisyah.
Sedangkan Kikan yang berada di sana, wanita itu pun sangat terkejut. Bagaimana tidak dia mendengar kalau kondisi Mahfud benar-benar sangat memprihatinkan, dia tidak ingin memberikan foto mengenai Mahfud tapi kita yakin kalau Mahfud dalam kondisi terluka parah. karena itu dia tidak ingin orang-orang yang ada disekitarnya melihat kondisinya.
Kikan menceritakan semua berita yang diberikan oleh suaminya, betapa bahagianya Aisyah saat dia sudah mengetahui hal itu. masih tetap sama, Firdaus selalu mengatakan kepada istrinya agar tidak memberitahukan kabar ini kepada siapapun, bahkan jika pun anak-anak mendengarnya mereka harus mengatakan kalau Papanya pergi jauh ke suatu tempat.
Dokter Syah dan yang lain harus berusaha untuk mencari cara untuk menyembuhkan kondisi Mahfud. Jonathan pun tidak tinggal diam, akhirnya pria itu segera meluncur ke Bandung untuk mengetahui kondisi adiknya itu, kondisi satu-satunya saudara yang dia miliki.
Tentu saja kalau Jonathan ke Bandung itu tidak akan ada yang curiga, karena pria itu memang memiliki Villa yang berada di Bandung. namun Jonathan memberitahukan kepada Lia untuk tidak memberitahu kepada siapapun dan apapun kepada orang lain. karena Jonathan yakin kalau kecelakaan Mahfud ini benar-benar sabotase dari seseorang.
__ADS_1
Satu minggu kemudian.
Jonathan dan Dokter Syah harus membeli beberapa peralatan medis untuk membuat tubuh Mahfud seperti semula. sedangkan Aisyah dan Kikan yang berada di rumah sakit entah mengapa tatapan mata Aisyah menatap seorang pria yang begitu dia kenal. langkah kakinya yang ingin memasuki kantornya pun urung dia lakukan.
"Ada apa Aisyah?" tanya Kikan kepada Aisyah.
"Mbak lihat gak orang tadi?" tanya Aisyah.
"Orang mana?" tanya Kikan balik.
"Pria itu adalah orang yang yang telah menolongku." jawab Aisyah.
"Ngapain dia ke sini?" tanya Kikan.
"Aku nggak tahu Mbak." Jawab Aisyah.
"Kita ikutin dia yuk." ucap Aisyah yang kemudian menarik Kikan untuk mengikuti pria yang mengaku telah menolongnya. langkah kaki pria itu terhenti ke sebuah ruangan, sebuah ruangan milik Husein.
"Kenapa pria itu ke tempat Husein?" tanya Kikan.
"Bukankah pria itu tidak mengenal Husein dan Bukankah dia pria-pria yang telah menolongmu?" tanya Kikan.
"Iya Mbak, aku juga bingung." jawab Aisyah.
__ADS_1
"Jangan-jangan ada sesuatu yang disembunyikan oleh pria itu" ucap Kikan.
"Dengar, kita harus menutup rapat-rapat mulut kita. aku yakin Husein menyembunyikan sesuatu, Jika benar pemikiranku..jika pria itu adalah pria yang menolongmu, Kenapa pria itu mendatangi tempat Husein?" ucap Kikan.
"Lebih baik kita menelpon Mas Nathan saja, biar Mas Nathan yang menyelidiki pria itu." jawab Aisyah.
"Kau benar juga.." ucap Kikan yang kemudian memotret pria itu dari jauh dan memberikan kepada Jonathan.
Tentu saja Jonathan yang berada di Bandung di villanya yang bersama Firdaus dan Mahfud yang sekarang melakukan terapi pada dirinya, terlihat mereka bertiga sedikit kebingungan karena pria yang menolong Aisyah kenapa tiba-tiba ke tempat Husein.
Akhirnya Firdaus menelepon sang istri.
"Ya sayang." jawab Kikan yang telah menjawab panggilan dari suaminya.
"Dengar Sayang, kau harus melakukan sesuatu yang seperti aku pinta. tugas kalian berdua adalah jangan sampai Husen curiga dengan kepergianku dan kepindahanku, jika dia bertanya mengenai kepindahan ku berikan saja alamat rumah sakit ini kepada pria itu, karena Villa milik Jonathan dan rumah sakit itu terbilang sangat jauh." ucap Firdaus yang memerintahkan Aisyah dan Kikan untuk membuat Husein tidak terlalu fokus pada kejadian kecelakaan Mahfud. agar Jonathan dan Firdaus bisa membuat Mahfudz kondisinya seperti semula.
1 minggu kemudian
Ternyata pria itu masih ke tempat Husein, Kikan dan Aisyah tentu saja curiga. karena pria itu adalah pria yang menolongnya, jika dia meminta imbalan pun seharusnya ke tempat Aisyah Bukan ke tempat Husein.
"Berarti pria itu benar-benar memiliki hubungan dengan kecelakaanmu dan suamimu Aisyah." ucap Kikan.
"Kalau begitu mbak, kita harus mengalihkan perhatiannya dari kota Bandung. karena Mas Firdaus dan Mas Nathan mencoba untuk menyembuhkan suamiku." ucap Aisyah yang kemudian sepakat dengan Kikan untuk melancarkan aksinya.
__ADS_1
Sedangkan Lia, wanita itu harus kebingungan untuk mengelola bisnis suaminya juga merawat anaknya. tentu saja dengan senang hati Dokter Syah menerima anak-anak Jonathan berada di rumahnya.
** bersambung **