
"Mas nanti belok ke minimarket ya." pinta Aisyah kepada sang suami.
"Memangnya istriku ini mau beli apa?" tanya Mahfud.
"Aku mau beli makanan untuk dibawa ke rumah sakit." jawab Aisyah.
"Memangnya istriku ini mau beli apa?" tanya Mahfud dengan suara yang begitu lembut.
"Aku mau mau makanan cepat saji sama Ma beli beberapa minuman dingin, Mas." jawab Aisyah.
"Siap, Mas bakal anterin Istriku yang tersayang ini ke minimarket." jawab Mahfud yang kemudian membelokkan mobilnya dan membawa sang istri ke sebuah minimarket yang tidak jauh dari tempat mereka.
Tatapan mata Mahfud menatap sang istri yang dengan teliti membeli beberapa makanan, memang ingatan Aisyah belum kembali 100%. namun Mahfud bersyukur karena sang istri masih mengingat dirinya.
"Mas mau makan apa?" tanya Aisyah.
"Belikan mas kue sama buah saja." jawab Mahfud.
"Mas ingin minum apa?" tanya Aisyah kembali.
"Nanti mas buatkan es tes aja, Mas pingin minum es teh." jawab Mahfud kembali.
Memang Aisyah yang sekarang agak berbeda dengan Aisyah yang dulu, bahkan wanita itu sekarang lebih teliti dan seleksi dalam segala hal. bahkan Aisyah sekarang mempunyai tingkat kecurigaan pada apapun hingga 90%.
Tatapan mata seseorang kasir menatap Mahfud yang sedang membayar belanjaan mereka.
__ADS_1
Aisyah menatap kasir wanita yang sedang menatap suaminya itu.
"Mbaknya ini lagi lihat apa?" tanya Aisyah kepada kasir yang ada di minimarket tersebut. tanpa segan-segan Aisyah langsung menegur seorang wanita yang terus menatap suaminya.
Sang kasir minimarket langsung mengalihkan pandangannya, wajahnya langsung memerah karena merasa malu kepergok menatap suami wanita lain.
"Kalau kau tidak bisa mencari suami untuk dirimu sendiri jangan pernah kau melirik suami orang lain." ucap Aisyah yang membuat orang-orang yang ada di minimarket langsung terkejut. Mahfud juga sangat terkejut dengan perubahan dari sikap sang istri, bahkan Aisyah sekarang lebih berani daripada Aisyah yang dulu.
"Sudahlah sayang. Ayo kita pulang." pinta Mahfud kepada sang istri.
"Jangan pernah lakukan hal itu kepada siapapun Kalau pria yang kau tatap itu bersama wanita lain. kalau tidak akan ku adukan dirimu pada atasanmu dan aku jamin kalau kau akan langsung dipecat!" seru Aisyah kembali.
Hal itu membuat kasir wanita langsung menundukkan kepalanya tanpa berani berkata apapun.
"Lihatlah Wanita itu sangat berani karena dia telah menegur seorang wanita yang telah menggoda suaminya." ucap salah satu pengunjung minimarket. sedangkan beberapa pekerja yang ada di tempat itu mereka nampak Tidak berani berkata apapun karena kelakuan teman mereka.
"Kenapa kau senyum-senyum sendiri?" tanya Aisyah kepada Mahfud.
"Aku senang sekali karena istriku tidak memperbolehkan wanita lain menatap diriku." jawab Aisyah.
"Sudah jangan macam-macam ya, kau itu suamiku hanya milikku. tidak boleh ada wanita lain yang melirikmu." jawab Aisyah yang kemudian memberikan ciuman kepada sang suami.
Mungkin Mahfud harus berterima kasih kepada Jonathan, berkat dirinya yang telah membuat ingatan istrinya itu menghilang malah sekarang sifat Aisyah sangat posesif dan begitu Itu hot yang membuat Mahfud sangat menyukainya.
Langkah kaki mereka telah memasuki rumah sakit, saat mereka telah sampai di sana. tatapan mata beberapa perawat menetap Mahfud yang sudah hampir 3 bulan ini baru menginjakkan kakinya di sana.
__ADS_1
"Selamat siang, Dokter Mahfud, Nyonya Aisyah!" seru para perawat.
"Selamat siang." jawab Aisyah yang kemudian tersenyum dan menggandeng tangan sang suami.
Tentu saja beberapa perawat yang ingin mendekati Mahfud mereka langsung mengurungkan niat mereka.
Seorang wanita pelakor datang dengan senyum yang begitu mengembang, saat dia mengetahui Dokter Mahfud kembali ke rumah sakit dokter Syah.
"Selamat pagi!" seru Dokter Sarah yang kemudian mendekati Mahfud sembari ingin memberikan pelukan tanda Selamat datang. tentu saja Aisyah langsung menghalangi wanita itu.
"Dasar wanita genit tidak tahu diri, dasar wanita gatal kau tidak bisa mencari suami ya. hingga kau ingin menggoda suamiku. berapa sih umurmu? sudah tua tidak menikah!" seru Aisyah yang membuat Mahfud langsung melotot tidak percaya. kata-kata Aisyah sekarang nampak sangat pedas didengar saat ada wanita lain ingin mendekati suaminya.
Sedangkan di tempat lain Kikan yang melihat perdebatan itu dia langsung tersenyum dengan perubahan sikap dari Aisyah. Bagaimana tidak, sekarang wanita yang terkenal lemah lembut itu telah berubah menjadi wonder woman dengan tingkat kegarangan yang luar biasa.
"Kenapa kau tersenyum isteriku?' tanya Firdaus kepada sang istri.
"Lihatlah aku jamin tidak akan ada wanita yang berani mendekati Mahfud, kalau mereka sampai berani kucing liar itu akan mencakar para wanita yang ingin dekati Mahfud." ucap Kikan sambil tertawa melihat kelakuan Aisyah. bahkan Firdaus pun sempat terkejut dengan perubahan sikap dari adik angkatnya itu.
"Kenapa Aisyah berubah menjadi menakutkan seperti itu ya." guman Firdaus yang masih bisa didengar oleh Kikan.
"Malah aku suka dengan perubahan sikap Aisyah, dengan begitu dia tidak akan mudah di tunjukan dan dilecehkan oleh orang lain." jawab Kikan yang mempertegas kata-katanya sambil melotot kepada sang suami.
Tentu saja jika ada wanita seperti Kikan kembali, maka dia adalah Aisyah.. kata-kata Aisyah bahkan lebih cerdas daripada Kikan.
"Kalau begini Mahfud harus siap-siap, kalau dia berani macam-macam istrinya bakal akan menjemurnya di bawah sinar mentari seperti neraka." ucap Firdaus kembali sambil tersenyum. Hal itu membuat Kikan langsung mencubit pinggul sang suami.
__ADS_1
** bersambung **