MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Kedatangan pak penghulu


__ADS_3

Arak-arakan rombongan dari mempelai pria Akhirnya sudah datang. keluarga dari dokter Syah sudah berkumpul. Firdaus dan Kikan bersama 2 anaknya.


"Lihatlah, ternyata dia membawa begitu banyak orang.. Apakah dia akan melakukan pernikahan?" tanya Kikan yang menatap rombongan Mahfud.


"Sudahlah menantuku, kau tidak usah berteriak-teriak seperti itu. ini acara lamaran bukan acara fashion show atau acara yang ada di perusahaan mu itu!" ucap Dokter Syah yang membuat Kikan wajahnya langsung malu. Bagaimana tidak, wanita itu langsung duduk manis setelah Papa mertuanya itu mengatakan hal itu.


"Mengapa Papa sangat sensitif, biasanya Papa tidak seperti itu." ucap Kikan yang terus menggerutu karena hari ini untuk yang pertama kalinya dia dimarahi oleh mertuanya itu. biasanya Kikan menggerutu dan mendumel di depan Papa mertuanya. namun tidak pernah sekalipun dokter Syah memarahi Kikan atau menyudutkan wanita itu.


"Makanya jadi wanita jangan terlalu bawel, mungkin Papa sedang kesal hari ini." jawab Firdaus yang membuat Kikan malah melotot dan memukul tangan sang suami.


"Awas ya nanti malam kalau acara ini sudah selesai bakal kunci kamarku, dan aku akan tidur dengan kedua anakku itu. Sedangkan kau cari saja tempat untuk tidur." ucap Kikan sambil melotot kepada sang suami. tentu saja hal itu membuat Firdaus langsung gelagapan.


"Jangan seperti itu dong istriku, aku kan cuma mengatakan yang sebenarnya. lalu Mengapa kau malah mengalihkan kata-katamu dan memberikan salah kamu padaku?" tanya Firdaus yang membuat Kikan langsung membawa kedua anaknya untuk meninggalkan pria itu.


Seluruh iring-iringan rombongan Mahfud telah memasuki kediaman Dokter Syah, mereka semua nampak menanti dan mencari sosok wanita yang akan dinikahi oleh Mahfud. tatapan mata mereka menatap seorang wanita yang ada di rumah itu, tidak mungkin seorang wanita yang bersama dengan Dokter Firdaus karena dia adalah istri dari Dokter Firdaus.


"Kikan, bawalah Aisyah ke tempat ini. karena kita akan segera melakukan acara pertunangan!" seru Dokter Syah yang kemudian membuat Kikan langsung membawa Aisyah turun dari kamarnya.


"Apakah kau sudah membawa kejutan itu?" tanya Dokter Syah kepada Mahfud.


Pria itu menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada pria tua itu.


"Baguslah kalau begitu, kalau sampai kau mengingkari janjimu bakal ku depak kau dan aku buang kau ke Palestina. biar kau menjadi selongsong peluru!" seru Dokter Syah yang membuat Mahfud tersenyum.

__ADS_1


Acara lamaran pun akhirnya dilakukan oleh kedua orang itu. rona merah dan malu nampak terlihat jelas di wajah Aisyah dan Mahfud, kedua insan itu seperti ABG yang malu-malu kucing saat keduanya saling memasukkan cincin Di jari mereka berdua.


"Aisyah, Apakah kau mau untuk menjadi istriku!" seru Mahfud yang tiba-tiba mengambil mikrofon dan berseru seperti itu.


Aisyah nampak terkejut, wanita itu tersipu malu sambil menundukkan kepalanya.


"Aisyah, aku tanya untuk yang kedua kalinya.. Apakah kau mau menjadi istriku dan Apakah kau mau ku nikah hari ini!" seru Mahfud yang bisa didengar oleh rombongannya dan para Dokter yang ada di rumah sakit Dokter Syah.


Aisyah menganggukkan kepalanya, wanita itu tidak berani membuka mulutnya sama sekali.


"Apakah anggukan kepalamu itu tanda kau mau menjadi istriku?" tanya Dokter Mahfud.


"Tentu Aku siap menjadi istrimu." jawab Aisyah.


"Hei, apa ini!" seru Kikan yang tiba-tiba mengeluarkan suara yang begitu keras.


Aisyah terkejut, karena dia melihat seorang penghulu tiba-tiba datang ke acara lamaran mereka ada.


"Apa ini Mas?" tanya Aisyah kepada Mahfud.


"Sebenarnya hari ini acara lamaran ini sekaligus acara cara pernikahan kita. aku dan dokter saya sudah merencanakan semua ini dari jauh-jauh hari, setelah kau mau menerima lamaranku." jawab Mahfud.


Terkejut, tentu saja Wanita itu sangat terkejut. Bagaimana tidak kata-kata yang diucapkan oleh Mahfud serasa bagaikan kejutan atau khayalan yang membuat Aisyah melongo.

__ADS_1


"Maksud Mas?" tanya Aisyah.


"Aisyah, hari ini ayah akan menikahkanmu dengan Dokter Mahfud. Dokter yang selalu mendedikasikan dirinya untuk keselamatan para pasiennya. Aisyah maukah kau menerima Dokter Mahfud yang akan menikahimu hari ini!" seru Dokter Syah.


Orang-orang yang ada di sana sangat terkejut karena yang mereka tahu hari ini adalah hari lamaran untuk Aisyah dan dokter Mahfud. Namun ternyata..kejutan itu malah beralih menjadi hari pernikahan kedua mempelai, Aisyah meneteskan air matanya. Wanita itu sungguh terharu sekaligus lumayan syok dengan kejutan yang diberikan oleh Mahfud.


"Iya Mas, aku bersedia menikah denganmu hari ini." jawab Aisyah dengan suara yang bergetar karena bahagia.


"Baiklah pak penghulu, mari kita laksanakan acara pernikahannya!" seru Dokter Syah, Dokter Syah menjadi saksi dan wali dari Aisyah.


"Apakah sah!" seru pak penghulu kepada para saksi.


"Sah!" seru para saksi yang kemudian bertepuk tangan.


Hari ini bagaikan hari yang penuh dengan kejutan, bahkan para saksi dan orang-orang yang mengikuti acara itu juga sangat terkejut karena adanya pernikahan yang secara tiba-tiba.


Acara pernikahan pun telah selesai.


"Mahfud, Mengapa kau tidak bilang kalau kau hari ini menikahi Aisyah. aku sampai kaget, kalau aku jantungan.. kalau aku mati karena kaget gimana!" seru Kikan yang sudah melabrak Mahfud Setelah dari tadi wanita itu menahan diri untuk memarahi pria itu.


"Sudahlah Kikan, Jangan seperti itu. kan malah semuanya jadi lebih indah daripada kemarin." jawab Dokter Syah yang kemudian tertawa terbahak-bahak.


Terlihat Kikan hanya mencibir mertuanya yang seperti itu, masa acara yang heboh Ini malah Kikan tidak tahu. tentu saja Wanita itu sangat marah saat dirinya tidak tahu apa-apa, Untung saja Firdaus juga tidak tahu. kalau pria itu tahu namun diam saja, maka pria itu juga akan kena getahnya.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2