
Akhirnya Mahfud kembali ke Indonesia, dengan terburu-buru dia bergegas ke rumah mereka. dia mencari keberadaan sang istri menggunakan sebuah liontin yang telah ah dipasang oleh sang istri dengan GPS.
Ternyata ketakutan Mahfud benar-benar terjadi, sebelum pria itu sakit, ternyata Mahfud memberikan sebuah liontin untuk sang istri. Entah mengapa beberapa hari setelah kedatangan Jonathan ke rumah sakit tiba-tiba Mahfud tidak bisa tenang karena sesuatu hal.
Firdaus datang ke tempat Aisyah dan Mahfud. di sebuah rumah yang tidak terlalu mewah namun penuh dengan kehangatan.
"Apa yang sedang kau cari Mahfud?!" seru Kikan yang sudah memasuki rumah mereka.
"Aku sedang mencari keberadaan istriku." jawab Mahfud.
"Kami sudah berusaha untuk mencari keberadaan istrimu itu, bersabarlah kau tidak boleh terlalu banyak berpikir seperti itu. nanti kau sakit."
"Tidak apa-apa, aku sudah sembuh." jawab Mahfud.
"Kau harus menjaga dirimu!" seru Firdaus yang kemudian menenangkan Mahfud.
"Tidak akan ada seorang suami yang akan tenang saat dia mengetahui istrinya tiba-tiba hilang." jawab Mahfud.
Benar apa yang dikatakan oleh Mahfud, kalau tidak akan ada pria yang bisa konsentrasi untuk kehilangan sang istri.
"Kau tidak boleh seperti ini, kita harus selalu tenang dalam menghadapi segala situasi. kalau kau seperti ini kau akan terkapar lagi!" seru Firdaus.
"Tenanglah, aku sudah baik-baik saja. insya Allah aku sudah sembuh!" jawab Mahfud yang kemudian menenangkan temannya itu.
"Lalu apa yang kau cari sekarang?" tanya Firdaus kepada Mahfud.
"Aku sedang mencari keberadaan istriku." jawab Mahfud.
"Karena itu kau harus bersabar, kita akan segera mendapat keberadaan istrimu." jawab Firdaus.
__ADS_1
"aku pasti akan segera mendapatkan keberadaan istriku, Tenanglah." jawab Mahfud yang kemudian mengeluarkan laptopnya.
"Mengapa kau mengeluarkan laptop mu?" tanya Firdaus kepada Mahfud.
"Sebenarnya aku telah memasang GPS di liontin istriku sebelum aku sakit, entah mengapa tiba-tiba aku begitu khawatir akan sesuatu." jawab Mahfud.
Tentu saja Firdaus dan Kikan sangat terkejut saat mendengar perkataan dari Mahfud, Bagaimana tidak.. mereka mencari keberadaan Aisyah selama 1 minggu lebih hingga membuat mereka sampai kebingungan. namun ketika Mahfud kembali ke Indonesia dengan sangat santainya dia mengatakan kalau akan mencari keberadaan sang istri.
"Apa maksudmu?" tanya Kikan kepada Mahfud.
"Setelah Jonathan ke rumah sakit..entah mengapa aku mempunyai firasat yang aneh, karena itu aku membelikan Aisyah sebuah hadiah liontin untuknya. tapi aku memasang GPS di liontin itu." jawab Mahfud.
Kikan langsung menghela nafasnya secara kasar, Bagaimana tidak.. terasa ada jalan untuk menemukan Aisyah.
"Mengapa kehidupan ini seperti telenovela atau drama-drama yang ada di televisi, Kami mencari sudah selama berhari-hari. sedangkan kau tadi bilang kalau istrimu itu memakai liontin yang ada gps-nya." ucap Kikan yang terlihat agak emosi dengan kata-kata yang diucapkan oleh Mahfud.
Bagaimana tidak, beberapa hari dia terus mencari Aisyah hingga membuatnya seperti orang gila. namun sekarang ternyata Mahfud memasang alat GPS di liontin sang istri.
"Thailand!" seru Mahfud, Kikan dan Firdaus saat melihat titik koordinat GPS itu.
"Mengapa pria itu membawa Aisyah ke Thailand?!" seru Kikan.
"Entahlah, aku tidak tahu." jawab Mahfud.
"Apakah kau tahu di mana titik jelas tempat itu?" tanya Firdaus kepada Mahfud. sesaat kemudian Mahfud memperjelas titik koordinat sang istri.
"Pattaya." jawab Mahfud.
"Pattaya?" tanya Kikan.
__ADS_1
"Iya, itu adalah kota yang ada di Thailand." jawab Mahfud.
"Apakah kalian pernah ke sana?" tanya Firdaus.
"Aku tidak pernah kesana sama sekali." jawab Mahfud.
"Seandainya itu benar-benar Jonathan, lalu mau apa dia membawa Aisyah ke Thailand." ucap Firdaus sambil menatap Mahfud dan sang istri.
"Kau kira aku ini GPS yang tahu kemana arah langkah kaki mereka berdua." jawab Kikan yang membuat Firdaus tidak berani bertanya lagi.
"Lalu apa yang akan kita lakukan?" tanya Firdaus kepada Mahfud.
"Tentu saja aku akan menjemput istriku." jawab Mahfud.
"Kalau begitu kita segera pergi ke tempat mereka." jawab Firdaus yang kemudian menelpon Papanya untuk memberitahukan informasi penting ini.
Tentu saja Dokter Syah tidak akan tinggal diam saja, ia sudah meminta bantuan kepada salah satu kenalannya di Thailand. salah seorang pejabat polisi yang tinggal di sana.
"Kalian harus berhati-hati saat di Thailand, yang aku dengar beberapa penduduk yang ada di sana tidak bisa dibilang orang yang bisa menerima penduduk baru." ucap Dokter Syah.
D,ua hari kemudian, akhirnya Mahfud bersama dengan Firdaus dan Kikan telah terbang ke Thailand. ke sebuah kota yang bernama Pattaya.
Thailand.
"Kita mencari Aisyah serasa sedang berjalan-jalan di negara gajah putih ini, bagaimana tidak.. kita tidak tahu keberadaan Aisyah secara lengkap, Namun kita hanya berbekal nyali dan titik koordinat yang tidak terlalu jelas, hanya menunggu menunjukkan kota Pattaya." gerutu Kikan.
"Sambil menatap ke arah sekelilingnya, mereka menggunakan mobil untuk mencari keberadaan Aisyah di kota Pattaya.
"Sudahlah istriku, kau jangan banyak bicara. nikmati saja anggap saja kalau kau sedang jalan-jalan di Thailand sembari mencari adik angkat ku itu." jawab Firdaus yang meminta Kikan untuk tidak terlalu banyak berbicara agar tidak membuat Mahfud dan dirinya semakin pusing mendengar ocehannya.
__ADS_1
** bersambung **