
Satu minggu lamanya Aisyah menghabiskan waktu di Bandung bersama dengan Mahfud. hari ini Jonathan mendapatkan sebuah kabar yang sangat mengejutkan, dari salah satu orang yang telah dia suruh untuk mencari tahu mengenai identitas dari Husein. seorang pria yang tiba-tiba menjadi salah satu donatur yang ada di rumah sakit Dokter Syah.
Jonathan dan yang lain berkumpul di sebuah ruangan yang ada di Villa.
"Ada apa Jonathan?" tanya Firdaus kepada Jonathan.
"Sebaiknya kita berkumpul dulu, setelah itu aku akan menjelaskan mengenai apa yang yang terjadi." jawab Jonathan.
6 orang itu telah berkumpul di satu ruangan, Jonathan memberikan beberapa berkas yang telah diberikan oleh salah satu anak buahnya yang telah disuruh untuk mencari tahu mengenai identitas dari Husein.
"Apa ini?" tanya Firdaus kepada Jonathan.
"Lihatlah sendiri, setelah itu kau kan tahu apa isinya." jawab Jonathan.
Mahfud juga ikut mengambil salah satu berkas yang ada di meja tersebut, tatapan matanya menatap sebuah foto yang sangat persis dengan dirinya.
"Bukankah ini Brian?" tanya Mahfud kepada Jonathan. Jonathan tersenyum sembari menatap wajah Mahfud.
"Benar sekali Mahfud. itu adalah saudara kembarmu. bisa dibilang juga adikku.." jawab Jonathan.
"Apakah kalian tahu kalau ternyata Husein itu adalah Brian. seorang pria yang telah membunuh Tuan Husein yang asli. bahkan Brian mengambil semua identitas Tuan Husein dan menggantikan pria itu di dalam kehidupan sehari-hari." jawab Jonathan.
Orang-orang yang ada di ruangan itu sangat terkejut dengan berita yang diberikan oleh Jonathan.
"Apakah kau yakin, Mas?" tanya Aisyah.
"Jika aku tidak yakin aku tidak akan memberikan informasi ini kepada kalian." jawab Jonathan.
"Apa yang akan kita lakukan?" tanya Mahfud.
__ADS_1
"Kita tidak boleh melakukan apapun, kita harus fokus pada kesehatanmu terlebih dahulu." jawab Jonathan.
"Sebaiknya Kalian bertiga meninggalkan rumah sakit itu terlebih dahulu, pindah saja ke salah satu perusahaan tempat Jonathan atau yang lain." jawab Firdaus.
"Memangnya kenapa mas?" tanya Kikan.
"Karena pria itu adalah seorang pembunuh, yang artinya Brian adalah orang yang sangat berbahaya." jawab Firdaus.
"Tapi kenapa kita harus melarikan diri?" tanya Aisyah.
"Memangnya kalian punya rencana untuk menghadapi pria itu?" tanya Firdaus kepada Kikan dan yang lain.
"Tentu saja kami punya rencana untuk membuat pria itu hancur ataupun ditangkap polisi." jawab Kikan.
"Derahkan semuanya kepada kami, biar Lia yang akan mengurus perusahaan Jonathan sedangkan kami akan menguras mengurus rumah sakit. aku dan Aisyah akan main detektif agar pria itu tidak bisa mencari tahu mengenai apa yang kita lakukan di sini." Jawab Kikan.
Tentu Kikan sudah mempunyai rencana untuk membuat Husein atau Brian ditangkap polisi.
"Oh ya Mas, jangan lupa berikan aku alamat dari Husein yang asli." pinta Kikan.
"Memangnya untuk apa?" tanya Firdaus.
"Nggak usah banyak bicara, kalian cukup tangani Mahfud sedangkan kami akan menangani badjingan itu." jawab Kikan yang kemudian mengajak Aisyah dan anak-anaknya untuk mengerjai Husein KW.
"Mengapa kita harus melibatkan anak-anak Mbak?" tanya Aisyah.
"Kalau kita melibatkan anak-anak hal itu akan membuat rencana kita semakin sempurna, kau tahu sendiri kan anak-anak dianggap sebagai seseorang yang omongannya sangat jujur tidak mungkin mereka berbohong. jadi kita libatkan anak-anak untuk melakukan semua ini dan menangkap Husein KW." jawab Kikan.
"Apakah itu tidak akan membuat anak-anak dalam bahaya?" tanya Lia.
__ADS_1
"Kita hanya membuat mereka dekat tapi jika si kembar dibawa oleh Husein KW..maka kita tidak akan memperbolehkannya." jawab Kikan Tapi yang aku lihat pria itu benar-benar menyayangi ke-4 anak kembar.
"Aisyah." ucap Lia.
"Tentu saja dia ingin mendapatkan semua perhatian dan posisi Mahfud." ucap Kikan
"Kau tahu Mahfud, kelihatannya kau itu mempunyai orang-orang yang bisa kau andalkan.." ucap Jonathan yang membuat Mahfud sangat bersyukur karena dia dikelilingi oleh orang-orang yang mencintainya.
"Oh ya Mas, Apakah kalau kita ke Jakarta kita bisa membawa Bu Maryati dan Pak Ruslan ke sana, kau tahu sendiri kan Mas mas aku membutuhkan sosok orang tua yang bisa mencintaiku."ucap Aisyah.
Mahfud menganggukkan kepalanya, selama kita di sini ini memang Bu Maryati dan Pak Ruslan beberapa kali ke tempat ini. tapi karena demi keselamatan Mahfud..Bu Mariati harus menahan kerinduannya pada orang yang diselamatkan.
"Bagaimana kalau kita berikan mereka ponsel canggih serta peralatan canggih agar bisa kita bisa menghubungi mereka.." ucap Aisyah
"Aisyah, aku sudah membelikannya!" jawab Jonathan yang membuat Aisyah dan Kikan langsung mencibir pria itu.
"Ok kaya, seruk ikan yang membuat Jonathan melotot memang aku kayak kaya." Jawab Jonathan yang membuat Kikan langsung melengos.
"Oh ya, bagaimana kalau kita ajak anak-anak untuk ke tempat Bu Maryati sama ma Pak Ruslan?" tanya Kikan kepada Aisyah.
"Boleh Mbak.." jawab Aisyah.
"Aku ikut seru Lia yang kemudian mengikuti Kikan dan Aisyah.
"Sayang kamu ajak anak-anak, ya karena aku sibuk ini tadi ada email dari perusahaan!" seru Jonathan yang membuat Lia langsung mencibir suaminya.
"Gitu aja minta anak kembar, dua saja jarang diurus!" seru Lia yang membuat Jonathan langsung tersenyum seperti orang yang tidak punya kesalahan sama sekali.
** bersambung **
__ADS_1